Lewati ke konten

    Accessibility Tools

    100%

    đź’ˇ Tips Aksesibilitas:

    • • Gunakan keyboard: Tab untuk navigasi
    • • Tekan Enter untuk klik
    • • Gunakan screen reader untuk bantuan
    Pemkot Surabaya Tunggu Pedoman Resmi Kemendikbud Soal Kepastian Tahun Ajaran Baru - Dinas Pendidikan Kota Surabaya
    Dinas Pendidikan Kota SurabayaDinas Pendidikan Kota Surabaya
    Hubungi Kami
    Cari Sekolah
    28°
    Cuaca Surabaya
    Kondisi:Cerah
    Suhu:28°C
    Kelembaban:70%
    Angin:12.3 km/j
    Arah Angin:dari NE
    Jarak Pandang:> 10 km
    Sumber: BMKG
    Kembali ke Semua Berita
    Pendidikan DasarPengumuman

    Pemkot Surabaya Tunggu Pedoman Resmi Kemendikbud Soal Kepastian Tahun Ajaran Baru

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan masih menunggu surat atau pedoman resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait tahun ajaran baru dimulainya belajar dan mengajar di Kota Pahlawan. Sebab, hingga saat ini pemkot masih belum menerima aturan atau pedoman secara resmi dari Kemendikbud. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan [...]

    Rabu, 3 Juni 2020
    375 views
    ✍️ Sekretariat
    Pemkot Surabaya Tunggu Pedoman Resmi Kemendikbud Soal Kepastian Tahun Ajaran Baru

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan masih menunggu surat atau pedoman resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait tahun ajaran baru dimulainya belajar dan mengajar di Kota Pahlawan. Sebab, hingga saat ini pemkot masih belum menerima aturan atau pedoman secara resmi dari Kemendikbud.

    Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan kapan dimulainya tahun ajaran baru di Kota Pahlawan. Karenanya, pemkot belum bisa merencanakan itu, sembari menunggu surat resmi dari Kemendikbud. Jadi kita masih menunggu surat resmi dari Kemendikbud. Oleh karena itu, pembelajaran itu belum bisa dilakukan, kata Supomo, Rabu (03/06/2020).

    Supomo menjelaskan, ada beberapa statemen dari pejabat Kemendikbud yang menyatakan bahwa pembelajaran dimulai tanggal 13 Juli 2020. Namun, hal ini belum bisa dijadikan pedoman, karena belum ada surat resmi. Menurutnya, mungkin pengertian awal tahun ajaran baru itu dimulai tanggal 13 Juli 2020, tapi sistem pembelajarannya tidak harus melalui tatap muka langsung. Seperti kemarin-kemarin yang sudah terjadi (di Surabaya) pembelajarannya melalui daring, jadi seperti itu. Jadi kita masih menunggu petunjuk resmi dari Kemendikbud, katanya.

    Meski begitu, Supomo menilai, mungkin saja pada 13 Juli 2020 itu ada daerah yang bisa menerapkan sistem pembelajaran langsung melalui tatap muka. Namun, hal ini pastinya harus disesuaikan dahulu dengan kondisi wilayah masing-masing. Kalau di Surabaya juga menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas tentang kondisi di Surabaya. Tentunya nanti analisanya lebih dalam lagi, terangnya.

    Sedangkan untuk sistem pembelajaran melalui daring, Dispendik Surabaya sebelumnya telah menerapkan hal itu. Namun begitu, pihaknya yakin, jika nantinya Kemendikbud memberikan aturan tentang dimulainya sistem pembelajaran tatap muka di sekolah, pastinya mereka juga memberikan guidance atau pedoman-pedoman apa saja yang harus dilakukan dan diantisipasi. Karena saat ini masih dalam kondisi Covid-19, maka kita juga harus sangat peduli dengan kondisi (kesehatan) anak-anak, ungkapnya.

    Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya ini pun mencontohkan, sebelum ada pandemi Covid-19, anak-anak biasa berangkat ke sekolah beramai-ramai, bahkan ketika bermain juga bersama. Namun, ketika dalam perjalanannya dari rumah ke sekolah atau sebaliknya, siapa yang bisa memastikan anak-anak itu menerapkan protokol kesehatan.

    Begitu sampai di sekolah kita terapkan protokol, tapi pada waktu berangkat dan pulang sekolah siapa yang bisa menjamin anak-anak itu menerapkan protokol kesehatan sebagaimana disiplin. Mungkin kendala-kendala seperti itu kalau (diterapkan) belajar secara fisik (tatap muka), kata Supomo.

    Nah, atas dasar itu pihaknya menyatakan masih menunggu surat atau pedoman resmi dari Kemendikbud. Sebab, pedoman resmi itu akan dijadikan pegangan untuk kemudian diterapkan di Kota Surabaya. Apa yang bisa dilakukan dan apa yang harus diantisipasi, sehingga pembelajaran itu bisa berjalan dengan baik, tuturnya.

    Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto. Menurut dia, terkait dimulainya tahun ajaran baru proses belajar dan mengajar di sekolah, pihaknya mengaku masih menunggu pedoman resmi dari Kemendikbud. Sebab, pedoman resmi itu nantinya bakal disesuaikan dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya terkait protokol kesehatan. Jadi nanti kita akan tetap mengacu pada surat edaran wali kota terkait protokol kesehatan yang sudah disampaikan. Kita juga akan berdiskusi mendalam dengan teman-teman dari Dispendik, kata Irvan.

    Menariknya, di tengah pandemi Covid-19, Irvan mengaku telah memiliki konsep belajar yang bisa dibilang unik untuk diterapkan ke anak-anak. Pihaknya akan memanfaatkan fitur-fitur yang telah dikenal anak-anak agar pembelajaran di sekolah bisa lebih efektif. Kita nanti akan membuat fitur-fitur baru yang mengena ke anak-anak. Sehingga anak-anak itu nanti bisa membaca, misal ketika di sekolah harus begini-begini, katanya.

    Bahkan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menggunakan tokoh-tokoh super hero dalam film animasi untuk metode pembelajaran di sekolah. Apalagi saat ini eranya adalah media sosial. Mungkin juga di sekolah-sekolah nanti kita pasang gambar-gambar yang intinya akrab dari lapisan anak-anak. Kalau jenjang SD gambar seperti ini, kalau SMP seperti ini, ungkap dia.

    Namun demikian, Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya ini menyebut, ketika nantinya Kemendikbud mengharuskan proses belajar dan mengajar melalui sistem tatap muka langsung, maka kesiapan mitigasi juga harus dipikirkan. Tak hanya untuk para orang tua, tapi juga anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah.

    Bahwa anak-anak ini harus merubah pola berpikirnya. Kalau dulu ketika di sekolah setelah itu main dan berkelompok, nah hal-hal seperti ini harus dimitigasikan supaya mereka nanti paham ketika di sekolah harus begini-begini dan sebagainya. Dan itu memang saat ini sedang kita diskusikan dengan Dispendik, terangnya.

    Oleh karena itu, Irvan menyatakan, bahwa metode atau pola pembelajaran yang diterapkan memang harus disesuaikan dengan ketertarikan anak-anak. Sehingga diharapkan pola pembelajaran itu bisa berjalan efektif dan efisien dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Protokol yang lain nanti kita sesuaikan di situ, namun yang pertama anak-anak kan harus tertarik dulu. Nah, ketika dia tertarik maka dia akan menyimak, pungkasnya. (rls/Humas Dispendik Surabaya)

    Pemerintah Indonesia

    Dinas Pendidikan

    Kontak Dinas Pendidikan

    Jl. Jagir Wonokromo No.354-356, Jagir, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60244

    TeleponEmailLokasiBantuan

    Kontak Kami

    Alamat Kantor

    Jl. Jagir Wonokromo No.354-356, Jagir, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60244

    Telepon

    081 259 896 163

    Senin - Jumat, 08:00 - 16:00 WIB

    Email

    dispendik@surabaya.go.id

    Respon dalam 24 jam kerja

    Tautan Cepat

    Tidak ada tautan cepat

    Layanan

    Tidak ada layanan

    Lokasi Kami

    Ikuti Kami:

    (c) 2025 Dinas Pendidikan Kota Surabaya

    Website ini dikelola oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya

    📤 Bagikan

    Berita Terkait

    Booth Dinas Pendidikan Surabaya Jadi Magnet Pengunjung di Surabaya Great Expo 2026, Tampilkan Karya Terbaik Siswa dan Edukasi Kreatif

    Booth Dinas Pendidikan Surabaya Jadi Magnet Pengunjung di Surabaya Great Expo 2026, Tampilkan Karya Terbaik Siswa dan Edukasi Kreatif

    6/8/2026

    Siswa SDN di Surabaya Bikin Aplikasi AI Bahasa Isyarat, Sabet Juara 1 Impact Fest 2026

    Siswa SDN di Surabaya Bikin Aplikasi AI Bahasa Isyarat, Sabet Juara 1 Impact Fest 2026

    3/8/2026

    KemenPPPA, KPAI dan Kemendikdasmen Apresiasi Komitmen Surabaya dalam Pemenuhan Hak Anak

    KemenPPPA, KPAI dan Kemendikdasmen Apresiasi Komitmen Surabaya dalam Pemenuhan Hak Anak

    30/7/2026

    Kategori

    Berita1766Guru dan Tenaga Kependidikan475Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal474Pendidikan Dasar1791Pengumuman2075Sarana dan Prasana3Sekretariat1274

    Berita Terbaru

    Booth Dinas Pendidikan Surabaya Jadi Magnet Pengunjung di Surabaya Great Expo 2026, Tampilkan Karya Terbaik Siswa dan Edukasi Kreatif

    6/8/2026

    Tingkatkan Kompetensi Guru di Era Digital, 104 Pendidik di Surabaya Ikuti Pelatihan Deep Learning, Koding, dan AI

    3/8/2026

    Siswa SDN di Surabaya Bikin Aplikasi AI Bahasa Isyarat, Sabet Juara 1 Impact Fest 2026

    3/8/2026

    KemenPPPA, KPAI dan Kemendikdasmen Apresiasi Komitmen Surabaya dalam Pemenuhan Hak Anak

    30/7/2026

    Puncak HAN Surabaya, Pemkot Luncurkan Gerakan Act for Early Years Perkuat Investasi Anak Usia Dini

    30/7/2026

    Pengumuman Terbaru

    Surat Keputusan Peringkat Olimpiade Sains Nasional Siswa Nasional (OSN) Tahun 2026

    10/7/2026

    SURAT KEPUTUSAN PEMENANG LOMBA PENELITI PELAJAR SURABAYA (LPPS) JENJANG SMP 2026.

    15/6/2026

    SURAT KEPUTUSAN PEMENANG OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL (O2SN) 2026

    15/6/2026

    SURAT KEPUTUSAN PEMENANG LOMBA PENELITI PELAJAR SURABAYA (LPPS) JENJANG SD 2026

    28/5/2026

    Surat Keputusan Pemenang LKS (Lomba Kreatifitas Siswa) Jenjang SD Tahun 2026

    28/5/2026