Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) terus berkomitmen meningkatkan kompetensi guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur dalam penyelenggaraan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) Berbasis Kelompok Kerja.
Pelatihan yang digelar di SMP Negeri 12 Surabaya, Sabtu (1/8/2026), tersebut diikuti sebanyak 104 guru jenjang TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, S.Si.,M.M., menyampaikan apresiasi kepada BBGTK Provinsi Jawa Timur atas sinergi yang telah dibangun dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik di Kota Pahlawan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BBGTK Provinsi Jawa Timur yang telah melatih para guru dan juga kami mengucapkan terima kasih kepada para guru yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti pelatihan ini," kata Febrina saat membuka kegiatan pelatihan.
Menurut Febrina, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Oleh karena itu, guru dituntut tidak hanya mampu menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memahami pendekatan-pendekatan baru yang mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Ia menegaskan bahwa penguasaan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), koding, dan kecerdasan artifisial (AI) kini bukan lagi sekadar kompetensi tambahan, melainkan kebutuhan yang harus dimiliki oleh setiap pendidik.
"Di era transformasi digital, guru bukan lagi sekadar pengajar, tetapi juga pembelajar sepanjang hayat. Menguasai Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjawab tantangan pendidikan masa depan," ujarnya.
Melalui pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital, lanjut Febrina, guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan (fun learning), interaktif, serta mendorong peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.
Tidak hanya itu, ia juga berharap para peserta pelatihan dapat menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi guru di lingkungan sekolah masing-masing. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diimbaskan kepada guru-guru lain melalui kelompok kerja guru maupun komunitas belajar.

"Dengan saling berbagi praktik baik dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan, kami berharap kualitas guru di Kota Surabaya semakin merata. Pada akhirnya, peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan dan kualitas pembelajaran bagi seluruh peserta didik," jelasnya.
Kolaborasi antara BBGTK Provinsi Jawa Timur dan Dispendik Kota Surabaya ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemkot Surabaya meyakini bahwa guru yang terus belajar dan berinovasi merupakan kunci utama dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Melalui pelatihan ini, Pemkot Surabaya berharap semakin banyak guru yang mampu memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial, secara bijak dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, transformasi pendidikan di Kota Surabaya dapat berjalan lebih cepat, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas.





