Dinas Pendidikan Kota Surabaya menerima kunjungan kerja Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin (27/04/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh masukan serta informasi terkait pengembangan materi kurikulum muatan lokal (mulok), khususnya Bahasa Jawa, yang telah diterapkan di Kota Surabaya.
Rombongan DPRD Kotabaru disambut oleh jajaran Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam suasana diskusi yang konstruktif. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai strategi implementasi kurikulum muatan lokal yang tidak hanya berfokus pada aspek bahasa, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.

Atiko, Katimja Kurikulum Bidang Sekolah Dasar menyampaikan bahwa penerapan muatan lokal Bahasa Jawa telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2025 tentang Muatan Lokal Bahasa Jawa pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dalam regulasi tersebut, Bahasa Jawa ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib yang berlaku di seluruh SD dan SMP di Kota Surabaya.
“Muatan lokal Bahasa Jawa tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian bahasa daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa yang religius, nasionalis, dan berbudaya. Kedudukannya pun setara dengan mata pelajaran lain dalam struktur kurikulum,” jelasnya.
Selain muatan lokal wajib, Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan untuk mengembangkan muatan lokal tambahan sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing sekolah. Muatan lokal pengembangan tersebut meliputi budaya khas Surabaya, kearifan lokal seperti adat, etika, dan unggah-ungguh, keterampilan berupa prakarya dan kewirausahaan, serta pendidikan lingkungan hidup melalui program green school.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terjalin sinergi dan pertukaran praktik baik antar daerah dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang kontekstual dan berakar pada nilai-nilai lokal.
Dinas Pendidikan Kota Surabaya berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik, sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.


