Upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan pendidikan terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan. Salah satunya diwujudkan dengan penyelenggaraan pelatihan manajerial bagi guru bakal calon kepala sekolah tahun 2026 yang diikuti oleh sebanyak 174 guru.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Surabaya pada Senin (27/04/2026), dan menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan, khususnya dalam menyiapkan calon kepala sekolah yang kompeten dan berdaya saing.
Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait aspek manajerial sekolah, mulai dari perencanaan program, pengelolaan sumber daya, kepemimpinan pembelajaran, hingga evaluasi kinerja sekolah. Para peserta juga mendapatkan pembekalan terkait tantangan dunia pendidikan saat ini, termasuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran kepala sekolah tidak hanya sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader) yang mampu menggerakkan seluruh ekosistem sekolah.
“Calon kepala sekolah harus mampu memahami suasana pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Mereka dituntut tidak hanya mengelola administrasi, tetapi juga memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif, inovatif, dan menyenangkan,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap dinamika pembelajaran menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif. Dengan suasana belajar yang positif, siswa akan lebih termotivasi untuk berkembang dan meningkatkan prestasinya, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Lebih lanjut, Febrina menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, kepala sekolah diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong inovasi di lingkungan sekolah masing-masing.
“Seorang kepala sekolah harus memiliki visi yang jelas, mampu membangun kolaborasi dengan guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, kualitas pendidikan di Surabaya akan semakin meningkat,” tambahnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan pelatihan ini juga diisi dengan diskusi interaktif, studi kasus, serta praktik penyusunan rencana kerja sekolah. Hal ini bertujuan agar para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata di lapangan.
Para peserta menyambut positif pelatihan ini karena dinilai memberikan wawasan baru serta memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi peran sebagai kepala sekolah di masa depan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan profesionalisme guru.
Melalui pelatihan manajerial ini, Dinas Pendidikan Kota Surabaya berharap dapat mencetak calon kepala sekolah yang tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga memiliki kepemimpinan yang visioner, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Dengan demikian, kualitas layanan pendidikan di Kota Surabaya diharapkan semakin optimal, serta mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan global.


