Sebanyak 400 siswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA hingga SMK Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kota Surabaya mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini digelar di Gedung Asrama Haji Sukolilo pada Sabtu (28/02/2026).

Pesantren Ramadan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati. Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Surabaya terhadap penguatan pendidikan karakter dan spiritual peserta didik, khususnya di bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Febrina Kusumawati menyampaikan pesan kepada para siswa yang terpilih mengikuti Pesantren Ramadan agar dapat menjadi kader Pemantik (Pembimbing Teman Terbaik) di sekolah masing-masing. Menurutnya, peran kader Pemantik sangat penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang suportif dan ramah anak.
“Jika siswa ada masalah sebaiknya dapat diceritakan kepada guru BK ataupun kader Pemantik,” ungkapnya.
Ia berharap para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga mampu menjadi agen positif di lingkungan sekolah dengan membantu teman sebaya yang membutuhkan pendampingan.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan juga mengingatkan para siswa untuk bijak dalam menggunakan gawai di era digital saat ini. Ia menekankan bahwa penggunaan media sosial yang tidak terkontrol kerap menimbulkan dampak negatif bagi pelajar.
“Kami minta tolong agar para siswa dapat bijak menggunakan gawai, mengingat acapkali penggunaan sosial media di gawai menimbulkan dampak negatif bagi para siswa,” terangnya.
Kegiatan Pesantren Ramadan LP Ma’arif NU Kota Surabaya ini diisi dengan berbagai kompetisi dan lomba yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa selama bulan Ramadan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa dapat memperkuat karakter religius, disiplin, serta semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.



