Dalam rangka menunjang program Surabaya Pedas yang dilaksanakan Pemerintah Kota Surabaya bekerjasama dengan Polrestabes, dan Kejari Kota Surabaya, SMPN 23 turut turun tangan dengan gerakan menanam cabai pada pot-pot dan lahan-lahan di area sekolah, Rabu pagi (19/4).

 

SMPN 23 merupakan satu di antara 60 sekolah yang tergabung dalam program Surabaya Eco-Preneur 2017, yang terdiri atas SD, SMP, SMA, dan SMK. Masing-masing sekolah mendapatkan sumbangan bibit cabai sebanyak 2 peti, atau sejumlah 400 bibit pohon cabai, jenis cabai kecil melalui Tunas Hijau Indonesia.

 

Gerakan Surabaya Pedas berangkat dari rasa prihatin dengan naik-turunnya harga cabai, beberapa komunitas di Surabaya melakukan aksi bagi sejuta bibit, sebagai upaya mengampanyekan menanam cabai di rumah masing-masing. Kegiatan sosial yang bertemakan “Surabaya Pedas” ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dimulai pada Sabtu (15/4) di lokasi Taman Bungkul Surabaya.

 

Aksi di hari pertama ini, dimulai pembagian bibit cabai di beberapa tempat kepada pengendara yang melintas di Taman Bungkul, dan persimpangan Jalan Raya Darmo, serta monumen Polisi Istimewa Surabaya.

 

Kun Mariyati, penanggung jawab program Eco-Preneur SMPN 23 menuturkan bahwa aksi “23 Pedas” ini untuk membudayakan pemanfaatan lahan di sekolan. Mengingat, harga cabai begitu naik-turun, apalagi menjelang bulan Ramadan. Ini sebagai antisipasi, dengan pembagian cabai ini, dapat difungsikan sebagai ketahanan pangan berbasis pembelajaran.

 

Para siswa belajar menanam dan merawat tanaman cabe, dan hasil panen cabe nantinya dijual kepada warga sekolah, imbuhnya. (Humas Dispendik Surabaya)