Dengan mengenakan busana tradisional dari setiap daerah di Indonesia, puluhan guru dari 58 SMPN se-Surabaya, hari ini Sabtu (22/04) Ikuti Kartini Vaganza yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dispendik Surabaya.

 

Ketua DWP Dispendik Shinta Setia Ikhsan, mengemukakan tema peringatan Hari Kartini kali ini yakni ialah “Meningkatkan Kualitasa Generasi Muda dengan Sarapan Pagi”.

 

Oleh sebab itu, melalui kegiatan Kartini Vaaganza kali ini para ibu-ibu diajak untuk mengikuti lomba memasak sebagai wujud mempersiapkan sarapan pagi para calon generasi emas bangsa.

 

Menurutnya, sarapan pagi merupakan hal yang penting dilakukan para siswa sebelum berangkat ke sekolah, dengan sarapan pagi secara teratut diharapkan mereka mampu menyerap berbagai ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru secara optimal.

 

“Tidak hanya lomba memasak, dalam kegiatan Kartini Vaganza juga digelar lomba fashion show dan lomba rias”, tutur Shinta.

 

Shinta mengemukakan dengan sarapan pagi yang sehaat dan bergizi ternyata jug mampu meningkatkan ketahanan keluarga. Kartini sekarang harus mampu untuk berkarya demi kemajuan masa depan bangsa. (Humas Dispendik Surabaya)

Berbagai atraksi unjuk kebolehan siswa mulai dari seni tari, yel-yel, sampai dengan praktek evakuasi korban patah tulang oleh Palang Merah Remaja (PMR) sekolah mewarnai penyambutan juri Lomba Lingkungan Sekolah Sehat (LSS), Kamis (20/04) di Sekretariat Tetap (Sektap) UKS yang terletak di Kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya.

 

Kepala Dispendik Surbaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM dalam sambutannya menerangkan, bahwa sudah menjadi kebiasaan bagi seluruh Orgnasisasi Perangkat Daerah (OPD) di Surabaya  untuk bekerja bersma dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

Semisal, ada anak dari keluarga kurang mampu sakit Dinkes yang memberikan layanan kesehatan sampai ke rumah sakit, kemudia jika orang tuanya tidak bekerja maka Disnaker yang memberikan pelatihan, selanjutnya jika belum bersekolah Dispendik yang mencarikan sekolahnya.

 

“Jadi semata-mata bukan hanya ketika ada lomba saja, namun telah dikerjakan bersama-sama sejak bertahun-tahun”, ujar Ikhsan.

 

Selanjutnya, dalam rangka menggalakkan delapan gol UKS, beberapa waktu lalu Dispendik menyelenggarakan kegiatan “Ngosek” kamar mandi bersama, tujuan utamanya yakni lebih menekankan kepada para siswa bagaimana menjaga pola hidup bersih dan sehat di sekolah.

 

Tidak hanya itu, lomba Budaya Mutu sekolah juga menjadi andalan dalam mewujudkan sekolah Surabaya berprestasi tidak hanya kemampuan akademik, namun beragam penilaian tentang program-program sekolah yang dijalankan termasuk UKS menjadi sebuah tujuan utama terciptanya penigkatan mutu dan kualitas sekolah di Surabaya di berbagai bidang.

 

Turut hadir pada kesempatan ini, Kepala Dinkes Surabaya drg. Febria Rachmanita, Kepala DP5A Dra. Nanis Chairani, MM, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Musdiq Ali Suhudi, MT. (Humas Dispendik Surabaya)

Dewasa ini penghargaan prestasi di bindang pendidikan menjadi sebuah kebanggaan bagi sekolah sebagai wujud nyata dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Hal tersebutlah menjadi landasan terselenggaranya lomba Budaya Mutu di Surabaya.

 

“Ini merupakan wadah untuk memastikan program-program inovasi yang sudah dilakukan sekolah terimplementasi di lapangan”, tutur Martadi praktisi pendidikan, sore tadi Kamis (20/04).

 

Di hadapan para pengawas sekolah yang tersebar di lima wilayah UPTD BPS, Martadi mengungkapkan UPTD memiliki  peran yang sangat penting sebagai ujung tombak peningkatan mutu secara merata di seluruh wilayah Surabaya.

 

Menurutnya, budaya mutu sekolah tercermin atas lima hal diantaranya  mutu pembelajaran, mutu ekstrakurikuler, mutu MBS, mutu perpustakaan mengembangkan budaya literasi, serta mutu sekolah sehat.

 

“Pembinaan sekolah melalui penilaian atas budaya mutu sekolah secara menyeluruh dapat memberikan layanan prima kepada para peserta didik”.

 

Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menuturkan dalam lomba sekolah budaya mutu semua konsep peningkatan kualitas pendidikan melalui sekolah terangkum menjadi satu. Ia berujar bahw tidak hanya delapan standar pendidikan yang selama ini menjadi acuan peningkatan mutu sekolah, namun semua aspek baik kepekaan sosial, lingkungan, dsb menjadi modal mewujudkan sekolah berprestasi. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan