Menyambut pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan yang jatuh kurang beberapa hari lagi, Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) akan melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah S.W.T.

 

“Ada beberapa kegiatan seperti khatam quran, buka bersama, sampai sholat Tarawih ang dilakukan di masjid Nurul Faizin Dispendik Surabaya”, tutur Kadispendik Ikhsan ketika memberi arahan kepada seluruh staf Dispendik, pagi tadi Jumat (26/05).

 

Ikhsan berpesan momentum bulan puasa Ramadhan dapat dimanfaatkan  sebaik mungkin dengan menambah pahala.

 

Menurutnya, memperbanyak pahala dapat juga dilakukan dengan melayani masyarakat dengan ikhlas dan sepenuh hati ditambah lagi saat ini tengah berlangsung Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2107/2018.

 

“Bagi para staf yang memberikan pelayanan, diharapkan dapat mempelajari sistem dan aturan PPDB secara seksama”.

 

Selain itu, Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut juga berujar tidak hanya PPDB, dalam bulan Ramadhan sekolah-sekolah juga akan melakukan pembagian rapor, oleh sebab itu diharapkan untuk memantau rapor online, sehinnga dalam pelaksanaannya nanti berjalan dengan lancar.

 

Pengarahan ditutup dengan saling bermaaf-maafan antara para pimpinan dan staf dilingkungan kantor Dispendik sebelum memasuki bulan Ramadhan. (Humas Dispendik Surabaya) 

Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mencetak generasi emas bangsa yang mampu menghadapai tantangan zaman tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan sarana dan prasarana pembelejaran yang memadai saja namun juga terus memotivasai siswa agar ke depan mereka meraih kesuksesan.

 

“Yang menunjukkan kualitas seseorang berhasil atau tidak, bukan dari baju atau sepatu baru namun bagaimana kita bisa meyakinkan seseorang untuk bisa maju dan berhasil”, ujar Walikota Surabaya Trirismaharini ketika bertemu para siswa di SMPN 10, pagi tadi Rabu (24/05).

 

Risma -panggilan Walikota- juga menceritakan ketika bertemu pangeran Charles di London pada Launch New Plastic Economy Innovation Prize. Acara digelar di Saatchi Duke of York's HQ Kings Road, London pada Kamis, 18 Mei 2017 lalu. Menurutnya, prestasi besar Surabaya juga sudah dikenal hingga mancanegara.

 

“Buktinya, kemarin aku disuruh bicara di hadapan Pangeran Charles di Inggris tentang keberhasilan kota Surabaya,” ungkapnya.

 

Risma juga berujar keberhasilan tergantung dari mau atau tidak untuk bekerja keras bukan dari fasilitas dan sarana yang lengkap. Menurutnya para siswa tidak usah malu jika orang tua  tidak bisa membelikan handphone (HP),  baju,  dan sepatu baru karena hal tersebut tidak ada hubungannya dengan prestasi yang dapat menghantarkan meraih kesuksesan.

 

“Siapapun orang tua kalian, kalian tidak boleh untuk minder”.

 

Walikota paling berprestasi versi World Mayor Prize (WMP) tersebut berujar bahwa tidak mudah untuk menjadi orang yang sukses namun hal tersebut dapat diwujudkan melalui kerja keras serta tidak mudah putus asa.

 

Walikota yang juga alumnus SMPN 10  tersebut menyampaikan bahwa di tengah-tengah keterbatasan para siswa harus mampu lebih dari pada yang lainnyaa, karena Tuhan itu adil jadi jangan patah semangat meskipun kalian hanya anak tukang kayu para siswa harus berprestasi. (Humas Dispendik Surabaya)

Keberhasilan Surabaya dalam menerapkan kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai lima hari sekolah dalam seminggu sejak tujuh tahun lalu sebagai wujud penguatan pendidikan karakter menjadi sebuah daya tarik bagi daerah lain untuk mengkaji dan mempelajarinya.

 

Siang tadi, Rabu (24/05) Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) menerima kunjungan dari sejumlah anggota DPRD Kab. Malinau Kalimantan Utara. Rombongan yang berasal dari Komisi I DPRD Kab. Malinau diterima Sekretaris Dispendik Aston Tambunan didampingi Kepala Bidang Sekolah Menengah Sudarminto di ruang Kartini.

 

“Kedatangan kami kemari ialah tidak lain dalam rangka penyusunan Perda terkait jam belajar anak di Malinau serta juga mengkaji implementasi lima hari sekolah dalam seminggu”, tutur Dolvina Damus Wakil Ketua Komisi I DPRD Kab. Malinau.

 

Pada kesempatan ini, Sudarminto menjelaskan bahwa jam belajar bagi siswa SMP di sekolah  rata-rata mulai dari pukul 07.00-14.30 setiap harinya, selanjutnya pada hari Sabtu diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka dan beragam kegiatan ekstrakurikuler lainnya sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter.

 

Tidak hanya itu, Pemkot Surabaya juga melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program ‘Kampunge’ Arek Suroboyo’ dan ‘Pertisipasi Masyarakat’.Kampung Belajar, Kampung sehat & Hijau, Kampung Asuh, Kampung kreatif, Kampung Aman, Kelas Inspiratif, permberdayaan masyarakat.

 

“Konsep tersebut merupakan penjabaran dari Surabaya sebagai barometer dan inspirator pendidikan nasional yang bertujuan mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak”. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan