Dengan menggunakan seragam olahraga 600 siswa dari berbagai SMP negeri dan swasta se-Surabaya mengikuti Pelatihan Baris-Berbaris (PBB) dan Tata Upacara Sekolah (TUS) d lapangan SMPN 12.

 

“Tidak hanya melatih kedisiplinan, pengalaman mengikuti PBB dan TUS ini mampu berimbas kepada siswa lainnya di sekolah”, ujar Ikhsan Kadispendik Surabaya yang menjadi Inspektur upacara, Jumat (22/09).

 

Ikhsan mengutarakan dalam PBB dan TUS ini melibatkan pelatih yang berasal dari  Purna Paskibra Indonesia (PPI), BPB Linmas, serta Gartap III.

 

Sementara itu, Kasi Kesenian dan Olahraga Pendidikan Damaris Padmiasih mengungkapkan, melalui pelatihan ini para siswa diharapkan mampu wawasan dan pengetahuan mengenai PBB dan TUS sehingga dapat bermanfaat tidak hanya bagi sekolah, namun juga bagi sesama teman atau siswa lainnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) bagikan SK. Jabatan Fungsional beserta Penilaian Angkat Kredit (PAK) kepada 199 guru. Mereka berasal dari CPNS guru yang kini menjadi guru PNS Surabaya.

 

“Seorang guru PNS belum memiliki jabatan fungsional bila belum menerima SK ini”, ujar Mamik Suparmi Kabid. GTK Dispendik, pagi tadi Jumat (22/09) di ruang Ki Hajar Dewantara.

 

Mamik mengutarakan SK. Ini berfungsi sebagai dasar mengurus kenaikan pangkat. Menurutnya, setelah menerima SK para guru baru tersebut dapat segera mengurus kenaikan pangkat dengan melihat prasyarat dan ketentuan melalui Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) yang dapat diakses melalui laman siagus.dispendik.surabaya.go.id.

 

“Guru tidak perlu membawa berkas, cukup mengupload file asli yang telah di scan kedalam sistem tersebut”.

 

Pada kesempatan ini, Mamik berpesan agar para guru memiliki komitmen yang tinggi untuk menjadi guru profesional. Tidak hanya menjalankan tugas pokok dan profesi (Tupoksi) , namun seorang guru PNS profesional  juga harus bersedia ditempatkan di mana saja.

 

“Seorang guru profesional harus menjalani tuposinya yang meliputi, merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, serta evaluasi”.

 

Mantan Kasi Kurikulum Dikmenjur Dispendik Surabaya tersebut, menambahkan agar guru profesional jangan asal copy paste dalam membuat sebuah RPP, RPP harus dibuat sesuai dengan kondisi pembelajaran di sekolah masing-msing.

 

“Namanya perencanaan itu harus riil, karena dari RPP tersebut dapat digunakan dalam membuat PTK”. (Humas Dispendik Surabaya)  

Kesuksesan M. Alif Satria Dirgantara sebagai juara I dalang bocah tingkat kota tidak berhenti begitu saja, bersama para juara II dan III akan mengikuti lomba dalang bocah tingkat nasional dalam rangka Hari Anak Nasional tahun 2017.

 

“Besok, Kamis (21/09) rencananya bersama rombongan akan bertolak ke-Jakarta”, tutur M. Alif siswa SMPN 39, sore tadi (20/09) di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik).

 

Tidak hanya M. Alif, bersama para pemenang lomba seni dan olahraga dalam rangka peringatan HUT RI ke-72 Agustus mereka menerima piala dan uang pembinaan dari Pemkot Surabaya melalui Dispendik.

 

Kepala Bidang Bidang PAUD, Penmas, Kesenian dan Olahraga Pendidikan Siti Asiyah Agustini mengungkapkan bahwa wadah dalam mengembangkan bakat siswa baik dibidang olahraga dan seni terus dikembangkan melalui berbagai kesempatan. Tidak hanya, itu pembinaan dan pembibitan para calon pelajar berprestasi di berbagai bidang juga terus dilakukan.

 

“Kami berharap para pelajar Surabaya tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tapi juga mampu berprestasi tingkat dunia”, ujar Asiyah. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan