Sebanyak 309 Kepala SDN se-Surabaya hari ini Jumat (20/10) dapatkan sosialisasikan pengisian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) melalui Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) yang telah dimiliki Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik).

 

Kepala Bidang GTK Mamik Suparmi mengungkapkan penilaian prestasi kerja PNS penekannya terdapat pada pengukuran tingkat capaian kerja sasaran pegawai atau tingkat capaian hasil kerjaa (output) yang direncanakan dan disepakati antara pejabat penilaian dengan PNS yang dinilai sebagai kontrak prestasi kerja.

 

“Oleh sebab itu obyektifitas penilaian prestasi kerja PNS diperlukan parameter penilaian sebagai sebagai ukuran dan standar penilaian hasil kerja dari SKP”, ujar Mamik.

 

Mamik menerangkan bahwa setiap PNS wajib menyusun SKP sebagai rancangan pelaksanaan kegiatan tugas jabatan sesuai dengan rincian tugas, tanggungjawab, dan wewenangnya sesuai struktur dan tata kerja organisasi.

 

“Ini merupakan implementasi dari penerapan Pasal 12 dan Pasal 20 UU No. 43 Tahun 1999”.

 

Mantan Kasi Kurikulum Dikmenjur tersebut berujar pengisian SKP nantinya akan teringrasi dengan SIAGUS. SIAGUS sendiri  disediakan untuk membantu guru dalam mengurus administrasi diantaranya kenaikan pangkat, tungjangan kinerja, serta berbagai macam perijinan seperti ijin cuti, ijin haji, sampai dengan pengurusan pensiun.   

 

 

Ada lima hal yang harus diperhatikan para kepala sekolah dalam melakukan penilaian kerja guru, yakni harus menerapkan prinsip objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan. Menurutnya para kepala sekolah harus memperhatikan bias dalam pengukuran kerja diantaranya faktor hallo effect, central tendency, leniency bias, strikness bias, serta recency effect. (Humas Dispendik Surabaya)

Setelah menerima kunjungan dari Dinas Pendidikan Kab. Hulu Sungai Utara, Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) langsung menerima kunjungan dari para anggota DPRD Kab. Balangan. Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si di ruang H.O.S Cokroaminoto.

 

H. Sudarto anggota DPRD Kab. Balangan menuturkan kedatangannya ke Surabaya ialah tidak lain dalam rangka penyusunan ranperda pendidikan di Kab. Balanga, Kalsel. Menurutnya Surabaya telah terlebih dahulu memiliki perda penyelenggaraan pendidikan yang tertuang dalam Perda No. 16 Tahun 2012.

 

“Selain mengkaji ranperda kami juga akan mempelajari peran komite sekolah dalam mendukung program pendidikan”, ujar Sudarto.

 

Sementera itu, Aston menjelaskan Surabaya memiliki Perda Pendidikan yang tertuang dalam Perda No.16 Tahun 2012 tentang pengelolaan pendidikan Surabaya mengatur bagaimana memberikan pelayanan wajib belajar hingga 12 tahun serta pendidikan gratis di setiap jenjang.

 

 Aston mengungkapkan salah satu program pendidikan di surabaya yang telah berhasil dikembangkan yakni pendidikan gratis pada semua jenjang pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA. Pembiayaan pendidikan di Surabaya telah di-cover melalui anggaran pendidikan.

 

“Selain BOS dari pusat Surabaya juga memiliki BOPDA untuk kegiatan operasional sekolah”.

 

 Bantuan pendidikan tersebut diwujudkan melalui pemberian BOPDA serta penyediaan sarana dan prasarana kebutuhan siswa yang memadai. Selain itu, peningkatan mutu guru juga menjadi perhatian tersendiri dari Pemkot Surabaya, mulai dari berbagai pelatihan, pengiriman guru ke luar negeri, beasiswa, hingga tunjangan kinerja telah menjadi salah satu program peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya.

 

 “BOPDA tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah negeri saja, namun sekolah swasta dan madrasah juga bisa mengambilnya”.

 

 Besaran BOPDA yang  diberikan, yakni untuk siswa SD sebesar Rp. 29.000,-/siswa/bulan serta siswa SMP Rp. 80.426-/siswa/bulan. Selain itu, guna memaksimalkan layanan kepada masyarakat serta pengelolaan pendidikan yang efektif dan efisien Dispendik telah mempergunakan sistem online hampir pada semua lini. (Humas Dispendik Surabaya)

Dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-72 serta Hari Guru Nasional ke-24 sebanyak 10.000 guru ikuti jalan sehat dengan mengambil start halaman Giant Rajawali-Jembatan Merah-Indrapura kemudian finish kembali ke Giant Rajawali.

 

“Jalan sehat ini juga sekaligus ajang silaturahmi antar para guru se-Surabaya”, ujar Sumarto Ketua PGRI Kota Surabaya, Minggu (15/10).

 

Sumarto menjelaskan kebersamaan dan persatuan para guru merupakan sebuah kekuatan dalam memajukan pendidikan terutama dalam menjadi pendidikan Surabaya menjadi barometer pendidikan nasional.

 

“Acara dimulai pukul 05.30 - 09.30 WIB serta disediakan doorprize bagi peserta jalan sehat”.

 

Turut hadir pada kesempatan ini Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan, didampingi para kepada UPTD BPS se-Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Penerapan aplikasi sistem kenaikan pangkat guru online atau yang lebih dikenal di Surabaya dengan Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) yang mampu mempermudah guru dalam mengurus kenaikan pangkat menarik perhatian bagi daerah lain untuk mengkaji dan mempelajarinya.

 

Pagi tadi, Kamis (19/10) Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) menerima kunjungan dari Dinas Pendidikan Kab. Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si didampingi Kabid. GTK Mamik Suparmi, M. Pd.

 

Pada kesempatan ini, Aston mengungkapkan bahwa ada pelarangan bagi guru untuk mengurus urusan pribadi kecuali setelah jam mengajar. Hal tersebut dikarenakan semua sistem pendidikan termasuk kenaikan pangkat guru telah dikelola dengan aplikasi IT jadi mempermudah guru ketika akan mengurus kenaikan pangkat sampai dengan e-bugeting sekolah.

 

“Kita lihat sudah tidak ada lagi para guru yang berbondong-bondong ke Dispendik karena semua telah terlayani lewat sistem”, ujar Aston.

 

Sementara itu, Kabid. GTK Mamik menerangkan SIAGUS disediakan untuk membantu guru dalam mengurus administrasi diantaranya kenaikan pangkat, tungjangan kinerja, serta berbagai macam perijinan seperti ijin cuti, ijin haji, sampai dengan pengurusan pensiun.

 

 “Para guru dapat mengakses melalui laman siagus.dispendik.surabaya.go.id”.

 

Mamik menambahkan untuk dapat mengakses sistem tersebut para guru cuup mengisikan NIP dan password yang dapat diubah.

 

Mantan Kasi Kuriulum Dikmenjur tersebut  menjelaskan dalam mengurus kenaikan pangkat para guru dapat melihat ketentuan dan syarat yang dibutuhkan baru setelah itu cukup mengupload dokumen yang sudah di scan dalam bentuk file pdf kedalam sistem, selanjutnya nanti petugas dari Dispendik melakukan verifikasi berkas.

 

“Dengan adanya SIAGUS diharapkan dapat mampu memfasilitasi guru dalam mengurus kenaikan pangkat yang nantinya akan berdampak pada peningkatan kompetensi guru-guru Surabaya”. (Humas Dispendik Surabaya)

Konsistensi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) dalam menjaga anak-anak Surabaya untuk tidak terlibat dalam pengaruh narkoba, pergaulan bebas, serta bullying yang akhir-akhir ini marak menyasar usia remaja diwujudkan melalui program konselor sebaya.

 

Sebanyak 2.675 siswa SMP/MTs perwakilan dari setiap sekolah mengikuti pelatihan konselor sebaya di lima wilayah diantaranya SMPN 13, SMPN 11, SMPN 19, SMPN 26, serta Teacher Learning Center (TLC) Paawiyatan.

 

Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan, menjelaskan sejak tahun 2012 program konselor sebaya telah berjalan. Program konselor sebaya bertujuan untuk melindungi dan menjaga anak Surabaya dari pegaruh-pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka. Program ini ditujukan kepada para pelajar Surabaya yang memiliki rasa kepedulian tinggi kepada teman-temannya. Menurutnya orang yang bermanfaat ialah orang yang berguna bagi sesamanya.

 

“Kita ingin curhatnya anak-anak dapat terwadahi dengan baik, selama ini mereka banyak curhat di media sosial sehingga tanpa disadari dapat dimanfaatkan oleh orang lain”.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut berujar bahwa peran guru BK dan para kader konselor sebaya di setiap sekolah amatlah penting. Guru BK sebagai sahabat siswa berkolaborasi dengan kader konselor sebaya dalam upaya penanggulangan permasalahan anak di Surabaya.

 

Ikhsan menuturkan melalui  konselor sebaya para siswa yang telah dilatih dapat membantu teman-teman yang sedih,  galau, serta baper (terbawa perasaan) untuk mau curhat sehingga masalah mereka terpecahkan dan tidak sampai salah jalan.

 

“Konselor sebaya telah berkembang menjadi ekstrakurikuler konselor sebaya dengan 10 modul pembelajaran”, jelas Ikhsan.

 

Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si ketika menyampaikan kegiatan konselor sebaya juga sebagai upaya pembentukan mental dan karakter siswa dalam memupuk rasa kepedulian yang tinggi kepada teman-temannya sebagai saluran alternatif pemecahan masalah.

 

Sementara itu, Didik YRP dari Yayasan Genta Surabaya menuturkan pelaksanaan program konselor sebaya untuk merespon tumbuh kembang setiap manusia sejak lahir sampai menjadi individu yang berbeda dengan individu lainnya sesuai dengan passion dan kemampuannya. Untuk menjadi individu yang berbeda membutuhkan proses, upaya yang banyak.

 

 “Bagaimana kita bisa mengendalikan potensi dan mengendalikan pengaruh eksternal yang dekstruktif serta mengubah pengaruh eksternal untuk mengembangkan kemampuan kita jika tidak dimulai sejak awal”.

 

 Didik menjelaskan alur konselor sebaya yakni, pertama melakukan identifikasi terhadap perubahan yang terjadi pada teman kalian, tahap kedua menjadi teman curhat yang bisa dipercaya dan bisa membantu, kemudian mencatat permasalahan yang ditemui dan perkembangannya dan menyerahkan catatan permasalahan kepada guru BK untuk tindaklanjut penanganan masalahnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan