Komisi I (bidang pemerintahan) DPRD Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Rabu (17/7/2019). Kunjungan kerja ini dalam rangka konsultasi dan koordinasi tentang pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Pendidikan.

 

Rombongan berjumlah 12 orang itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Lubuklinggau Merismon. “Kedatangan kami untuk mengetahui tentang penerapan e-government Kota Surabaya, terutama dalam hal pendidikan,” kata Merismon.

 

Dia menjelaskan, dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang DPRD, maka pihaknya ingin mengetahui berbagai penerapan bidang Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Pendidikan. Apalagi, Kota Surabaya sudah cukup dikenal luas mengenai pemanfaatan teknologi tersebut.

 

Kunjungan Komisi I DPRD Kota Lubuklinggau disambut langsung oleh Sekretaris Dispendik Surabaya Aston Tambunan. Menurut dia, saat ini Dispendik Kota Surabaya memiliki sekitar 32 aplikasi. Aplikasi ini dibuat sendiri oleh programmer Dispendik melalui ide-ide dari jajaran struktural.

 

“Kalau kami jajaran struktural punya ide agar layanan ke masyarakat cepat, tinggal kami sampaikan kepada programmer. Setelah programmer membuat, dipresentasikan dan dicoba,” jelasnya. (Humas Dispendik Surabaya) 

Aktivitas entrepreneur (wirausaha) terus ditanamkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya kepada pengelola dan peserta didik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Salah satunya melalui workshop entrepreneur yang diselenggarakan di Aula Ki Hadjar Dewantara, Selasa (16/07/2019).

 

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat, Kesenian dan Olahraga Pendidikan Dispendik Kota Surabaya Thussy Apriliyandari mengatakan, sejak beberapa tahun lalu sudah menggalakkan pendidikan vokasi kepada PKBM. “Workshop ini nanti didampingi dari tim STIE Perbanas,” katanya saat membuka acara.

 

Menurut Thussy, kegiatan saat ini merupakan pembekalan. Pembekalan bagaimana mencari ide atau menggali ide bisnis, kemudian menerjemahkan ide tersebut menjadi sebuah rencana bisnis, serta menjadikan rencana bisnis itu sebagai unit usaha PKBM.

 

“Untuk karya-karya atau unit usaha yang ada di PKBM bisa dipamerkan di Sudut Hasil Karya di Kantor Dispendik Surabaya,” terangnya.

 

Selama pembekalan tersebut, Thussy mengimbau kepada tutor dan peserta didik PKBM yang menjadi peserta workshop untuk bersungguh-sungguh. Sebab, belum semua PKBM mendapatkan kesempatan ini. “Ikuti workshop dengan baik,” katanya.

 

Salah satu narasumber dari STIE Perbanas, Shinta Setia mengatakan, entrepreneur sudah dimasukkan ke dalam mata kuliah dan diajarkan ke mahasiswa. Mulai dari tahapan perencanaan entrepreneur hingga menjadi produk. “Ini merupakan pertemuan pertama, nanti akan ada pertemuan lanjutan,” tegasnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar Lomba Budaya Mutu (LBM) di sekolah dasar. Pada tahun 2019 ini, lomba dibagi beberapa kategori di antaranya Sekolah Dasar Rujukan, Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Dasar Swasta, dan Sekolah Dasar Negeri Wilayah 3T.

 

Sebagai bagian LBM tersebut, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Visitasi dan Wawancara Presentasi Lomba Budaya Mutu SD di Aula Ki Hajar Dewantara, Senin (15/07/2019).

 

Sebanyak 16 SD, yang terdiri atas 8 SD Negeri dan 8 SD Swasta menghadiri kegiatan sosialisasi. Sekolah ini adalah yang lolos tahap portofolio.

 

“Nanti yang divisitasi dan wawancara, materinya seputar data-data yang sudah di-upload,” kata Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi.

 

Martadi mengungkapkan, komponen Lomba Budaya Mutu terdiri atas lima hal. Pertama adalah manajemen berbasis sekolah, kedua komponen pembelajaran, ketiga ekstrakurikuler, keempat perpustakaan, dan komponen kelima adalah usaha kesehatan sekolah (UKS). (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan