Untuk melaksanakan program Guru Pembangun Peradaban yang digagas Pemerintah Kota Surabaya bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Indonesia mulai melakukan pelatihan untuk pelatih (training for trainer) kepada 50 guru jenjang SD dan SMP di Kota Surabaya, Selasa (7/01/2020).

 

Pelatihan untuk pelatih ini nantinya diberikan kepada 1.000 guru di Kota Surabaya. Pelatihan dilakukan bergelombang. Tiap gelombang berisikan 50 orang guru. Ke depan, dari 1.000 guru tersebut akan mengajarkan kepada guru yang belum mendapatkan pelatihan.

 

Saat membuka acara pelatihan untuk pelatih Guru Pembangun Peradaban, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo yakin bahwa para guru yang mendapat pelatihan ini mampu menjadi pelopor perubahan.

 

“Selamat mengikuti pelatihan. Kami titipkan amanah besar kepada bapak ibu untuk mengubah atau setidaknya mewarnai perubahan di Kota Surabaya,” ujarnya.

 

Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya ini menegaskan bahwa semua sepakat akibat dari korupsi, sebuah bangsa bisa terpuruk. “Saya yakin, bapak ibu guru mampu mengajarkan, memberikan contoh, serta teladan kepada anak-anak agar ke depan Indonesia semakin lebih baik,” ujarnya. (Humas Dispendik Surabaya)