Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya melalui bidang Sekolah Menengah (Sekmen) melakukan verifikasi daftar nominasi peserta Ujian Nasional (UN) jenjang SMP/MTs tahun pelajaran 2019/2020 di SMPN 26 Kota Surabaya, Selasa (3/12/2019).

 

Verifikasi dihadiri Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo, Kabid Sekmen Sudarminto, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Ahmad Suharto serta Ketua MKKS SMP Swasta Erwin Darmogo.

 

Dalam sambutannya, Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo menjelaskan bahwa verifikasi nominasi UN ini merupakan salah satu bagian proses pendidikan. Semua pihak yang terlibat dalam verifikasi diminta untuk fokus.

 

“Fokus saja, jangan sampai ada siswa yang kelewatan. Juga tidak ada siswa yang salah nama, salah nama orang tua atau salah tanggal lahir. Mohon yang cermat dan teliti,” katanya.

 

Kepada sekolah swasta, Supomo mengingatkan agar tidak ada lagi siswa yang tidak boleh mengikuti ujian karena persoalan biaya. “Data-data anak-anak yang dalam kondisi kurang mampu, silakan kirim ke saya. Sehingga tidak ada lagi yang tidak boleh ikut ujian atau penahanan ijazah,” ungkapnya.

 

Menurut Supomo, yang menjadi persoalan bersama sekarang ini bukan mengedepankan persoalan biaya, melainkan bagaiman semua pihak mengantarkan anak-anak lulus dan menjadi anak yang bermanfaat bagi keluarga atau masyarakat.

 

Kabid Sekmen Dispendik Kota Surabaya Sudarminto menambahkan, verifikasi dan nominasi ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Seharusnya, semua yang telibat lebih profesional dan teliti. Apalagi, proses verifikasi menjadi penentu terbitnya Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN).

 

“Jadi, verifikator harus objektif, teliti dan tidak pandang bulu. Verifikator harus menyampaikan jika datanya memang keliru atau salah,” terang mantan Kepala SMAN 16 Surabaya ini.

 

Sudarminto juga mengingatkan kepada kepala sekolah untuk mencermati jadwal UN tahun pelajaran 2019/2020. Sebab, kebijakan UN tahun depan tidak jauh berbeda dengan tahun 2019. “Perbedaan utama pada jadwal dan proyeksi peserta UN,” tandasnya. (Humas Dispendik Surabaya)