Untuk menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa di masa mendatang, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya kembali menyelenggarakan pemilihan Pelajar Pelopor Surabaya tahun 2019 jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Tahun ini ada lima isu utama, yaitu wawasan kebangsaan/kebhinekaan dalam keberagaman budaya; pemanfaatan teknologi informasi; pendidikan kewirausahaan/entrepreneurship; kepeduluan sosial/toleransi; dan kepedulian terhadap lingkungan (alam budaya).

Sebelum segala proses pemilihan Pelajar Pelopor Surabaya dimulai, calon peserta mendapat pembekalan di Aula SMPN 13 Surabaya, Rabu (11/9/2019). Pembekalan diberikan oleh pemenang Pelajar Pelopor Surabaya angkatan kedua Aryo Seno Bagaskoro dan pemenang angkatan ketiga Wilson Tirta Tamin.

Dalam kesempatan itu, Wilson yang juga produser film layar lebar berjudul Ular Tangga ini mengingatkan kepada peserta Pelajar Pelopor Surabaya untuk berani bermimpi dan berani mewujudkan cita-cita. “Gunakan waktu mudamu untuk mencari banyak pengalaman. Seperti lomba ini, kalian bisa mengasah kemampuan, berkenalan dengan siswa lain, dengan pihak dinas, dan lain sebagainya,” ungkap Wilson.

Hal yang sama dikatakan oleh Aryo Seno Bagaskoro. Menurut dia, untuk mewujudkan cita-cita jalannya tidak mudah. Cemooh bisa datang kapan saja. Namun, cemooh justru dapat dijadikan motivasi diri sendiri untuk terus maju dan berjuang. “Kalau saya tidak takut dan berani maju meski dapat cemooh,” ungkap remaja yang akan meneruskan studi di Heidelberg, Jerman, ini.

Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan mengatakan, Pelajar Pelopor Surabaya sudah menginjak tahun keenam. Pihaknya sengaja mengadakan pemilihan pelajar pelopor karena mengetahui banyaknya potensi yang dimiliki oleh pelajar-pelajar Surabaya. “Melalui potensi yang dimiliki, sukses bisa diraih melalui jalur apapun,” katanya.

Ikhsan mencontohkan pemenang pelajar pelopor Wilson Tirta dan Seno Bagaskoro. Pada saat mengikuti pemilihan pelajar pelopor, Wilson mengangkat kewirausahaan dengan menjual udang garang. Kemudian berlanjut ke nasional dengan meraih juara Tunas Muda Pemimpin Indonesia (TMPI). “Dan sekarang diusianya yang baru 17 tahun, Wilson sudah memiliki banyak usaha dan menjadi produser film. Jadi, untuk menjadi sukses itu tidak perlu menunggu tua,” ungkapnya.

 

Sedangkan Seno, kata Ikhsan, pada saat menjadi juara Pelajar Pelopor Surabaya tahun 2014 masih bersekolah di SMPN 6 Surabaya. “Sekarang dia menjadi pelopor Aliansi Pelajar Surabaya dan akhir tahun ini akan melanjutkan studi ke Jerman. Kalian semua juga bisa melahirkan kepeloporan yang baik-baik untuk Indonesia emas di tahun 2045 mendatang,” tandasnya. (Humas Dispendik Surabaya)