Sebanyak empat puluh delapan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD se-Surabaya berhasil menyusun 12 modul yang dikerjakan sejak tanggal 27 Juli hingga 7 September 2019 di Ruang Wahidin Sudirohusodo Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Sabtu (7/9/2019).

 

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah dan memperkaya materi PAI bagi peserta didik SD se-Surabaya kelas I hingga kelas VI sekaligus sebagai pendamping buku teks yang diterbitkan oleh pemerintah.

 

Di awal pertemuan, para peserta sekaligus sebagai penyusun e-Modul PAI SD diberi materi pengantar tentang Pengertian Modul, Karakteristik, dan Drafting Modul PAI. Kemudian mereka diberi waktu seminggu menyusun naskah e-Modul PAI.

 

Pada pertemuan kedua, peserta diberi materi kaidah penyusunan e-Modul PAI berdasarkan penulisan karya ilmiah, ketatabahasaan (Indonesia dan Arab), transliterasi, pengutipan Al-Qur'an, Hadis, dan psikologi perkembangan anak. Lalu, mereka diberi waktu 3 minggu untuk merevisinya lebih lanjut dan merevisi kembali setelah ditelaah oleh Evi Fatimatur Rushdiyah, pakar konten PAI dan dosen UINSA.

 

A. Zainal Abidin selaku narasumber menyampaikan, e-Modul PAI SD ini disusun interaktif dengan mempertimbangkan muatan Islam rahmatan lil 'alamin, moderasi beragama, non radikal, keterampilan abad 21, pembelajaran HOTS, budaya literasi, dan pendidikan karakter. "E-Modul PAI yang kami susun ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” ujarnya.

 

Kabid Sekolah Dasar (Sekdas) Dispendik Kota Surabaya, M. Aries Hilmi menjelaskan bahwa e-Modul PAI ini sangat bermanfaat bagi siswa maupun guru. "Setelah e-Modul ini jadi insyaallah nanti akan di upload di Surabaya Belajar dan Playstore dengan harapan anak-anak yang sudah dekat dengan gadget bisa memanfaatkan gadgetnya secara positif,” ungkapnya.

 

Pada kesempatan ini, Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan berpesan agar empat puluh delapan guru PAI yang terpilih dan mendapatkan kesempatan menyusun e-Modul PAI SD bisa menyosialisasikannya kepada guru PAI se-Kota Surabaya agar bisa dirasakan kebermanfaatannya sebagai amal jariyah dan ilmu manfaat.

 

 

"E-Modul PAI SD ini merupakan amal jariyah para guru PAI penyusun yang semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi guru-guru dan siswa-siswi Surabaya. Penyusunan e-Modul ini akan berlanjut untuk mapel lainnya,” pungkasnya saat menutup kegiatan. (Humas Dispendik Surabaya)