Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Sub Direktorat Kesejahteraan Penghargaan dan Perlindungan (Kesharlindung) menggelar Olimpiade Guru Nasional (OGN) jenjang Pendidikan Dasar tahun 2019 mulai 29 April sampai 2 Mei.

 

Guru Kota Surabaya yang berangkat mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional berhasil menjadi pemenang pertama OGN untuk bidang pembelajaran Matematika. Dia adalah Riski dari SDN Sidotopo I Kota Surabaya.

 

Riski mengikuti OGN bersama Masfufah Chiptoworohapsari dari SDN Airlangga I Kota Surabaya untuk bidang pembelajaran Tematik dan Endang Prasetyowati dari SMPN 39 Kota Surabaya untuk bidang mata pelajaran IPA.

 

Riski mengaku tidak menyangka bisa menjadi pemenang pertama bidang pembelajaran Matematika. Sebab, persaingan sangat ketat dan merata. Bahkan banyak guru lulusan Pendidikan Matematika atau Matematika murni, sedangkan dirinya lulusan PGSD tidak terfokus ke Matematika. “Setiap bidang lomba diwakili 34 provinsi dan 6 utusan pusat, jadi 40 peserta per bidang lomba,” katanya, Jumat (3/05/2019).

 

Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini mengungkapkan kiat-kiat sukses hingga mampu menjadi pemenang. Pertama adalah meminta doa restu ibu, kemudian belajar materi olimpiade dari buku dan Youtube.

 

Kiat berikutnya, kata Riski, selalu tampil tenang dalam setiap sesi, tampil kreatif dan out of the box, enjoy setiap momen, serta expect the unexpected. “Ini baru pertama kali ikut Olimpiade Guru Nasional,” ujarnya.

 

Dalam OGN, Riski mengaku melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah tes tulis. “Tes tulis pertama 16 soal dalam waktu 3 jam membuat saya "down". Saya hanya yakin di 4 soal yang berkaitan dengan pedagogik. Selebihnya adalah keajaiban Allah menuntun tanganku menyelesaikan soal-soal yang sungguh-sungguh membuat kami mengernyitkan dahi,” ungkapnya.

 

Riski menyatakan, untuk tes kedua dan ketiga sangat bersahabat dengan dirinya. Unjuk kerja pembuatan media pembelajaran Matematika dan presentasi wawancara. “Saya buat sedemikan rupa dan kupresentasikan dengan apik. Dan Allah menunjukkan kuasa-Nya,” tegasnya. (Humas Dispendik Surabaya)