Sebanyak empat orang rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Siang tadi, Rabu (08/08/2018) lakukan kunjungan ke kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik). Kedatangan mereka disambut langsung oleh Sekretaris Dispendik Aston Tambunan beserta staf.

 

“Kunjungan Disdik Kab. Banjar kali ini adalah untuk mendalami dan mempelajari sistem kenaikan guru online”, terang Aston.

 

Aston mengemukakan mereka juga belajar mengenai sistem informasi penetepan angka kredit guru. Dalam pengembangannya selama enam tahun ini Dispendik Surabaya telah berhasil melahirkan  22 inovasi program pendidikan diantaranya, Profil sekolah, SIPKS, Seleksi Kepala Sekolah Online, Jurnal Online, Surabaya Belajar, Multimedia Pembelajaran Online, Rapor Online, Try Out Online, PPDB Online, Sahabat Dispendik, Klinik Kurikulum, Kenaikan Pangkat Online (SIAGUS), Tantangan Membaca Surabaya, Aplikasi Gaji Online, P2KGS, Profil LKP dan PKBM, UNBK 100 persen, JOSS, Perijinan Online Terpadu, USBK Online, Rekomendasi Luar Kota Online, serta Aplikasi Kinerja Pengawas.

 

Guru-guru di Surabaya semakin dipermudah dalam mengurus kenaikan pangkat melalui Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS)”, ujar mantan Sekretaris Inspektorat Kota Surabaya itu.

 

SIAGUS disediakan untuk membantu guru dalam mengurus administrasi diantaranya kenaikan pangkat, tungjangan kinerja, serta berbagai macam perijinan seperti ijin cuti, ijin haji, sampai dengan pengurusan pensiun.

 

 “Guru dapat mengakses melalui laman siagus.dispendik.surabaya.go.id”.

 

 Sementara itu, staf IT Dispendik Imas Dwi Pratama menambahkan ketentuan dan syarat yang dibutuhkan untuk mengurus kenaikan pangkat sudah terinformasikan secara jelas dan rinci pada sistem tersebut, sehingga guru dapat mengetahui kapan dia harus mengurus kenaikan pangkat serta berkas-berkas yang dibutuhkan sudah lengkap apa belum.

 

“Agar dapat mengakses sistem tersebut para guru cukup mengisikan NIP dan password yang dapat diubah”, ungkap Imas.

 

Imas menambahkan saat ini sistem SIAGUS terdapat pemberitahuan khusus sehingga ketika para guru membuka aplikasi itu telah ditambahkan aplikasi  kesehatan jiwa guru. (Humas Dispendik Surabaya)