Tak hanya pendidikan formal, namun upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan juga dilakukan pada pendidikan non formal.

 

 Melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) sebanyak 253 peserta yang terdiri dari para instruktur dan peserta didik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) mendapatkan workshop tata rias pengantin.

 

“Tidak hanya hard skill namun soft skill seperti pendidikan karakter sampai dengan perkembangan tren make up kecantikan 2018 juga diberikan”, ujar Thussy Apriliyandari Kasi Pendidikan Masyarakat ketika memberikan pengarahan di SMPN 13, pagi tadi Senin (16/04/2018).

 

Ia menambahkan bahwa selama sembilan hari peserta yang berasal dari rumpun seni budaya program tata tias pengantin mendapatkan pelatihan secara intensif dari Dispendik dan narasumber profesional di bidangnya guna menyiapkan lembaga untuk siap uji sertifikasi kompetensi dari Direktorat PAUD Dikmas Kemendikbud.

 

“Ini merupakan upaya menyiapkan lembaga agar benar-benar memiliki komptensi sesuai di bidangnya dan mampu menghadapi persaingan global”, ujar Thussy.

 

Thussy menambahkan  pelatihan dan workshop semacam ini juga diberikan pada setiap rumpun LKP dengan tujuan agar LKP-LKP Surabaya memiliki kompetensi keahlian yang merata sehingga mampu mewujudkan Surabaya sebagai barometer dan inspiratory pendidikan nasional kedepannya nanti. (Humas Dispendik Surabaya)