Perhatian Pemerintah Kota (Pemkot)  Surabaya dalam menghantarkan calon generasi emas bangsa dari keluarga tidak mampu untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya diimplementasikan  melalui program beasiswa. Sampai tahun 2018 ini, sebanyak 702 mahasiswa dari keluarga tidak mampu telah mengenyam pendidikan di delapan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tersebar di Surabaya.

 

Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan mengemukakan tidak hanya program beasiswa di PTN atau yang dikenal dengan program beasiswa generasi emas, melalui Dispendik Pemkot Surabaya juga akan memberikan beasiswa kepada pramugari yang saat ini tengah menjalani proses seleksi.

 

“Kemarin Sabtu (03/03/2014) Dispendik memberikan pembekalan bahasa inggris kepada 78 calon pramugari di salah satu lembaga kursus ternama”, ujar Ikhsan ketika melakukan press confenrence bersama awak media di kantor Dispendik Surabaya, sore tadi Kamis (08/03/2018).

 

Ikhsan menuturkan selain tes bahasa inggris calon pramugari tersebut juga menjalani serangkaian tes lainnya seperti tes psikologi hingga tes narkoba. Menurutnya, dari 78 peserta akan diambil 24 orang untuk mendapatkan beasiswa pramugari.

 

“Kalau sudah lulus mereka akan menjalani proses training selama enam bulan”, terang mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut.

 

Terkait persiapan UNBK dan USBN, Ikhsan menyampaikan bahwa saat ini Dispendik tengah melakukan proses checklist  tahapan-tahapannya. Mulai dari bedah kisi-kisi, penyusunan soal, menyiapkan infrastuktur, sampai dengan mempersiapkan para siswa menghadapi ujian dengan mengerjakan latihan soal-soal try out  dilakukan pengecekan.

 

“Melalui proses lelang kemarin, komputer sudah banyak yang datang di sekolah-sekolah dan telah dilakukan pengecekan oleh tim teknsi maupun pendamping dengan demikian nantinya akan menunjang kelancaran pelaksanaan ujian”.

 

Sementara itu, guna menunjang kelancaran pencairan gaji GTT dan PTT mulai tahun ini (2018, red) Dispendik akan menerapkan format baru pada sistem RKAS online yang nantinya dapat dicairkan sewaktu-waktu dengan catatan kelengkapan berkas administrasi telah telah terpenuhi.

 

“Nantinya format belanja pegawai akan terpisah dengan format biaya operasional sekolah dalam penggunaan BOPDA”.

 

Ia juga menambahkan pada sistem baru ini, semua proses administrasi terkait pencarain BOPDA dapat dipantau oleh sekolah masing-masing, mulai dari bertemu dengan penyelia, proses revisi, hingga status pencairan di Pemkot. (Humas Dispendik Suabaya)