Memberikan edukasi sejak dini terkait penanggulangan kebakaran merupakan hal penting, khususnya bagi siswa dan guru. terutama adalah melakukan penyelamatan objek kebakaran secara cepat dan tepat. Sebanyak 352 siswa Kelas VIII dan 21 guru SMPN 23 Surabaya mengisi kegiatan Outing Class dengan berlatih pemadaman kebakaran di Dinas Kebakaran UPTD Surabaya V, Jalan Margomulo 44 Kompleks Surimulya Blok I Nomor 1 Surabaya, Rabu pagi (07/03/2018).

 

Kegiatan bertajuk Manajemen Kebakaran bagi Siswa dimulai dengan materi kelas yang disampaikan oleh Drs. M. Mundhir, Instruktur Diklat Dinas Pemadam Kebakaran UPTD Surabaya V. Para peserta diberikan pemahaman mengenai beberapa hal penting yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran, di antaranya tentang proses terjadinya api, pemadaman api, dan pengenalan berbagai macam perlengkapan petugas pemadam, simulasi cara memakai helm, jaket pengaman, bahkan memegang sekral dan menyeprotkan air dari selang.

 

 

Mundhir menuturkan bahwa hambatan yang sering ditemui oleh petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas adalah kurangnya kesadaran dan peran serta masyarakat. Dalam hal ini, petugas sering mengalami hambatan dalam mencapai lokasi kebakaran karena ulah para pengendara kendaraan yang tidak mau mengalah. Padahal jika menilik aturan yang ada, mobil pemadam kebakaran termasuk dalam golongan VVIP yang berhak memeroleh akses utama di jalan raya, imbuhnya.

 

 

Para siswa sebagai warga masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan upaya dini pemadaman, tidak sepenuhnya menggantungkan diri kepada petugas pemadam kebakaran. Perambatan api yang sangat cepat membutuhkan penanganan yang cepat pula, sedangkan markas pemadam kebakaran sendiri kadang lokasinya jauh dari lokasi kebakaran, maka upaya dini warga masyarakat dapat menjadi solusi yang tepat, himbau Mundhir.

 

 

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemadaman oleh siswa dan guru. Sebelum memulai, terlebih dahulu disampaikan urutan langkah yang harus dilakukan oleh peserta dalam melakukan pemadaman kebakaran mengunakan berbagai macam alat, khususnya menggunakan hidran. Alat ini digunakan untuk memadamkan kebakaran dibutuhkan keahlian khusus, di samping peralatan yang digunakan pun lebih beragam. Secara garis besar, metode ini memanfaatkan tenaga air untuk memadamkan api yang menyala.

 

 

Selain berlatih damkar, outing class dilanjutkan berkunjung di Surabaya North Quay (SNQ), Terminal Gapura Surya Lt. 3 Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kegiatan rekreatif dengan tema UKM Visit. Tujuannya, di samping rekreasi para siswa dapat menggali ilmu lebih komprehensif  dan memeroleh wawasan serta manfaat tentang dunia usaha dengan langsung belajar kepada pemilik-pemilik usaha perorangan maupun badan usaha perorangan.

 

 “Kami memilih jenis ukm kriya atau handycraft karena keingintahuan yang lebih para siswa itu sendiri, ada beberapa siswa yang telah mulai belajar membuat craft. Nah, agar lebih terarah dan membuka peluang mereka untuk berwirausaha, maka kami pilih jenis usaha ini. Di sini, para siswa belajar membatik, membuat boneka, tatakan gelas, tempat pensil, gantungan bunga, dan lain-lain”, tutur Siti Halimah, S.Pd., Wakasek Kesiswaan SMPN 23 Surabaya.

 

Seni  Kriya atau Handycraft merupakan kegiatan-kegiatan seni yang menitik beratkan pada ketrampilan tangan. Kegiatan itu mempunyai fungsi untuk mengolah bahan baku yang sering ditemukan di sekitar lingkungan kemudian diolah menjadi benda-benda seni yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Selain itu, kriya atau handycraft merupakan sebuah karya seni yang diciptakan untuk mengolah sebuah benda yang dijadikan sebagai cenderamata, yang sarat dengan unsur seni budaya. (Humas Dispendik Surabaya)