Sebanyak 215 orang tua siswa inklusi, kemarin Minggu (12/11) dapatkan wawasan pengetahuan lewat program okupasi  yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) di ruang aula Borobudur Lt. 3 Bappeko Kota Surabaya.

 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan mengemukakan layanan pendidikan inklusi terdapat di 50 SDN dan 23 SMPN yang tersebar di seluruh Surabaya. Ia mengatakan para orang tua siswa inklusi juga harus tau betul bagaimana mengawal para siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di Sekolah bersama para guru.

 

“Kita mempunyai target paling tidak mereka bisa mengurus dirinya sendiri”.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut kembali menuturkan akan pentingnya program okupasi untuk bersama-sama mengawal siswa inklusi agar perkembangannya optimal.

 

“Untuk mewadahi bakat dan potensi siswa, setiap tahun Dispendik juga telah menyelenggarakan apresiasi siswa inklusi”.

 

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Anugerah Ariyadi menjelaskan wali siswa juga membutuhkan edukasi bagaimana melatih dan mendidik siswa inklusi mulai dari lingkungan sekolah sampai dengan masyarakat sehingga tercipta sebuah tanggung jawab bersama dalam memajukan pendidikan.

 

Sementara itu, Tri Budi Santoso salah seorang narasumber kegiatan mengatakan dalam mengasuh siswa berkebutuhan khusus dibutuhkan adanya Program Pembelajaran Individual (PPI). Melalui Program PPI bersama guru inlusi dan  kepala sekolah, orang tua  dapat memberikan masukan sesuai aset dan dan kebutuhan anak, tidak hanya itu orang tua juga diharapkan memberikan update informasi medis dan assessment yang relevan tentang anak mereka. (Humas Dispendik Surabaya)