Sebanyak 15 orang dari Provinsi Sumatra Selatan mengunjungi Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Mereka terdiri atas seorang pejabat Widyaiswara dan peserta Diklatpim Tk III Angkatan IV Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).

 

Rombongan dari Sumsel berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan langsung diterima Sekretaris Dispendik Kota Surabaya Aston Tambunan dan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Retnowati.

 

Mudasir, Widyaiswara Provinsi Sumsel, mengatakan, peserta Diklatpim III ini berasal dari berbagai OPD. Ada yang berasal dari dinas pendidikan, dinas lingkungan hidup, bagian umum dan pelengkapan, Bapenda, dinas KB, dan sebagainya. “Jadi memang berwarna-warni,” katanya mengawali sambutan.

 

Menurut Mudasir, Diklapim III ini akan melakukan Benchmarking to Best Practice di Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Mereka memotret manajemen dan pelayanan yang bisa bermanfaat untuk dibawa ke Provinsi Sumsel.

 

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Dispendik Kota Surabaya Aston Tambunan memaparkan pelayanan yang berbasiskan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang ada di Dispendik Surabaya. Menurutnya, sistem informasi yang diberikan bisa diakses melalui komputer, tablet, hingga smartphone.

 

“Kami ada rapor online yang bisa dibuka wali murid langsung. Kemudian untuk kemudahan data sekolah ada aplikasi profil sekolah. Sistem kenaikkan pangkat guru juga dilakukan online melalui Si Agus. Semua aplikasi ini kami buat sendiri tanpa melibatkan pihak ketiga,” terangnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Organisasi Pelajar Surabaya (Orpes) kembali melakukan Kongres Pelajar Surabaya. Orpes tahun ini sudah memasuki generasi VIII (8). Dalam kongres yang dilakukan di Convention Hall Arief Rahman Hakim, Senin (7/10/2019), ratusan pelajar yang terdiri atas pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) jenjang SMP/MTs negeri dan swasta itu melakukan prosesi serah terima jabatan pengurus dari Orpes Generasi VII ke Generasi VIII. Selain itu, mereka juga menyusun program kerja secara bersama-sama.

 

Sebelumnya, dalam acara pra Kongres Pelajar Surabaya yang dilaksanakan Kamis (3/10/2019) lalu, telah terpilih Ketua Orpes Generasi VIII, yaitu Afina Karima dari SMPN 5 Surabaya. Dia menggantikan Nabil Almadani dari SMPN 3 Surabaya yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Orpes Generasi VII. Afina pun menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Orpes.

 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Ikhsan mengatakan, penyerahan jabatan dari Generasi VII kepada Generasi VIII berarti Orpes sudah berjalan selama 8 tahun. Orpes Generasi VIII harus bisa mengikuti pendahulunya yang sudah melakukan banyak kegiatan bermanfaat untuk semua pihak.

 

“Orpes Generasi VIII harus lebih bersemangat dari sebelum-sebelumnya. Siapkan program kerja untuk tahun 2020. Sementara sekarang ini jalankan program kerja yang sudah ada. Kalian harus menjadi contoh baik bagi teman-teman yang lain,” katanya.

 

Menurut Ikhsan, para pengurus OSIS yang tergabung dalam Orpes dapat menjalin kerja sama dengan ketua kelas di masing-masing sekolah serta pengurus OSIS di sekolah untuk membuat dan menjalankan program kerja. “Kalian buat sekolah menjadi lebih nyaman dan bersih. Setelah itu buat seluruh siswa berprestasi sesuai minat dan bakat masing-masing, karena anak-anak Surabaya boleh mengembangkan bakat apapun,” terangnya.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya ini juga berpesan agar Orpes ikut membantu untuk menjaga satu sama lain. Jika ada teman yang terpengaruh dengan hal-hal negatif, silakan lapor langsung kepada pembina OSIS di sekolah, yaitu Wakasek Bidang Kesiswaan. Sebab, menghancurkan generasi muda adalah salah satu cara menghancurkan sebuah bangsa. 

 

“Kalian adalah anak-cucu pejuang Surabaya yang berani dan diakui dunia. Jangan sampai terpengaruh hal-hal negatif. Tularkanlah semangat positif di sini ke sekolah masing-masing. Kalian semua harus menjadi contoh bagi seluruh pelajar Indonesia,” tegas Ikhsan.

 

Ketua Orpes Generasi VII Nabil Almadani menyatakan, sebelum diadakan Kongres Pelajar Surabaya, pihaknya sudah melaksanakan pra kongres dengan forum group discussion (FGD) dan pemilihan Ketua Orpes Generasi VIII beserta pengurus intinya. “Pada saat voting ketua, ada dua calon yang memiliki suara sama. Kemudian dilakukan voting ulang dan dimenangkan Afina Karima dari SMPN 5 Surabaya,” katanya.

 

Nabil menegaskan, melalui kongres ini, pelajar dapat memberikan waktu dan ide agar pelajar-pelajar di Surabaya bisa mendunia. Dengan begitu, bukan hanya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mendunia, tapi juga pelajarnya. “Tetap semangat, jangan pantang menyerah bagi Orpes Generasi VIII. Kami, Orpesn Generasi VII juga membuka ruang dan waktu bila kalian meminta bantuan,” katanya.

 

Dalam kesempatan ini, para peserta kongres juga mendapat motivasi dari Noviana, mantan pengamen yang berhasil lulus dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,94. Noviana mengaku berasal dari keluarga tidak mampu dan sejak TK sampai SD terpaksa mengamen di jalan. “10 tahun ngamen di jalanan, tapi saya jauh dari minuman keras, merokok, tawuran, dan narkoba,” ujarnya.

 

Noviana berpesan, untuk meraih cita-cita, para pelajar harus tekun belajar. Walaupun memiliki cita-cita tinggi, jangan sampai tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. “Untuk membagi waktu, yang tahu jadwal dan agenda adalah kalian sendiri. Jadi, kalian harus pandai-pandai mengatur waktu,” tandasnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Sebanyak 548 guru PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya menerima pembagian SK kenaikan pangkat. Pembagian SK tersebut berlangsung di aulan SMPN 12 pagi tadi, Sabtu (05/10/2019).

Dalam sambutannya, Sekretaris Dispendik Aston Tambunan, mengungkapkan bahwa saat ini kenaikan pangkat guru lebih mudah dan telah tertata dengan baik melalui Sistem Informasi Aplikasi Guru Surabaya (SiAgus).

“Melalui sistem tersebut para guru dipermudah untuk mengurus kenaikan pangkat, cukup upload dokumen yang dibutuhkan, sisanya mereka mengisi item-item yang dibutuhkan dalam sistem tersebut, jadi tidak perlu membawa berkas banyak-banyak dalam mengurus kenaikan pangkat,” terang Aston.

Aston, mengemukakan bahwa sistem SiAgus ini telah banyak diminati oleh daerah lain untuk selanjutnya direplikasi. “Banyak kunjungan dari daerah lain ke kantor Dispendik, kemudian mereka tertarik untuk mereplikasi,” ungkap Aston.

Aston juga menuturkan, melalui sistem SiAgus juga sudah dikembangkan menjadi SKPBM online, sehinggga mampu untuk memantau jam mengajar guru.

 

“Sistem ini juga bermanfaat mengatur jam mengajar guru, mana yang kekurangan dan kelebihan sehingga dapat disebar secara merata,” pungkas Aston. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan