Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik terhadap puluhan ribu guru dan tenaga kependidikan (GTK) mulai jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Surabaya, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya meluncurkan aplikasi e-public service GTK. Aplikasi ini merupakan aplikasi antrean layanan tatap muka serta tanya jawab seputar GTK.

 

Kepala Dispendik Kota Surabaya Ikhsan mengatakan, aplikasi e-public service GTK sebagai upaya mendukung Kota Surabaya sebagai smart city. Dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), layanan kepada GTK diharapkan lebih meningkat dan lebih efisien. “Aplikasi ini ada di dalam Sistem Informasi Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS),” katanya, Senin (14/10/2019).

 

Ikhsan menjelaskan, fasilitas dalam e-public service GTK seperti pembuatan janji (appointment) atau penjadwalan waktu untuk layanan tatap muka (booking antrean layanan tatap muka), sehingga pengguna layanan GTK memperoleh kepastian untuk mendapatkan layanan yang disediakan. “Bukti pembuatan janji yang sudah terdaftar online bisa dicetak. Kemudian ditunjukan saat menghadiri jadwal yang telah dibuat,” urainya.

 

Kepala Bidang (Kabid) GTK Dispendik Kota Surabaya Mamik Suparmi menambahkan, dalam aplikasi e-public service GTK telah terdapat tanya-jawab seputar sertifikasi profesi guru, NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan), pendidikan profesi guru (PPG), cuti, surat keputusan pembagian beban mengajar (SKPBM), izin belajar, dan lain sebagainya.

 

“Seluruh pertanyaan sudah ada di situ dan bisa dijawab. Tapi, kalau ingin bertemu, baru membuat janji seperti yang tertera dalam aplikasi e-public service GTK,” terangnya.

 

Mamik menegaskan, bidang GTK berkomitmen memberikan layanan dengan sepenuh hati. Namun, dalam proses tatap muka, tiap klien maksimal diberi waktu 15 menit. Dengan demikian, klien diminta fokus terhadap persoalan yang akan ditanyakan dalam tatap muka tersebut.

 

“Harus to the point, karena banyak yang perlu dilayani. Materi-materi yang ingin ditanyakan perlu disiapkan dengan matang sebelum tatap muka,” urai Mamik.

 

Dia mengungkapkan, aplikasi e-public service GTK disosialisasikan sampai tanggal 19 Oktober mendatang. Meskipun demikian, palikasi tersebut sudah bisa dimanfaatkan mulai Senin (14/10/2019) hari ini sebagai tahapan uji coba. (Humas Dispendik Surabaya)

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya bersama Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar kegiatan Penerapan Model Media Audio Pembelajaran di Kantor Dispendik Surabaya, Kamis (10/10/2019).

 

Kegiatan dibuka Sekretaris Dispendik Kota Surabaya Aston Tambunan didampingi Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Mamik Suparmi, serta Kepala BPMRPK Ohorella Erma. Kegiatan diikuti guru mata pelajaran (mapel) bahasa Inggris, IPS, pendidikan anak usia dini (PAUD) serta anak berkebutuhan khusus (ABK).

 

Aston mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan media pembelajaran berbentuk audio. Karena berupa pengembangan, akan ada sosialisasi, implementasi, serta evaluasi. “Dalam pertemuan ini akan dijelaskan lebih lanjut oleh BPMRPK Kemendikbud seperti apa media audio pembelajaran itu,” katanya.

 

Kepala BPMRPK Ohorella Erma menjelaskan, tugas dan fungsi BPMRPK sebagai adalah membuat media audio. Pada kegiatan kali ini, pihaknya membawa empat (4) model, yaitu untuk PAUD, ABK yang memiliki kelebihan pendengaran, pelajaran bahasa Inggris dan IPS untuk SMP.

 

“Kami butuh masukan. Kalau sudah jadi, kedepannya akan dibagi untuk pengembangan ke siswa-siswinya,” terang perempuan berjilbab ini.

 

Erma menjelaskan, para peserta nantinya diminta untuk menginfokan kelebihan dan kekurangan media pembelajaran yang sudah dibuat. “Setelah ini akan ada pertemuan lanjutan untuk evaluasi,” ungkapnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Puluhan guru dari SMP negeri mendapat pelatihan Kurikulum 2013 untuk pendidikan kesetaraan mulai Rabu (9/10/2019) sampai Kamis (10/10/2019) di Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Pelatihan menghadirkan dua orang narasumber dari Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Jatim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

 

Kabid Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat, Kesenian dan Olahraga Pendidikan (PDKOP) Dispendik Surabaya Thussy Aprilliyandari mengatakan, salah satu pesan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini adalah menjaga dan mengembangkan anak-anak, baik di pendidikan formal maupun pendidikan nonformal.

 

“Mulai hari ini sampai besok, BP PAUD dan Dikmas Jatim akan melakukan pendampingan kurikulum untuk nonformal Paket C plus. Pendampingan akan menghasilkan RPP sesuai mata pelajaran, karena memang ada sedikit perbedaan dalam segi pembelajaran,” katanya saat membuka acara.

 

Menurut dia, kurikulum 2013 untuk Kejar Paket C plus menekankan pada sisi vokasi dan akademis. Ada tatap muka, pembelajaran mandiri terstruktur, pembelajaran online dan offline, dan masih banyak lagi. “Nanti memakai satuan kredit kompetensi (SKK) yang modulnya bisa diakses di emodul.kemdikbud.go.id untuk Paket C,” terangnya.

 

Agus Wahyudi, salah satu narasumber dari BP PAUD dan Dikmas Jatim, mengatakan, untuk para pamong belajar atau tutor Paket C plus jangan hanya melihat peserta didik. Perlu ada penangkal yang sudah tersedia dalam Kurikulum 2013, yaitu dalam bentuk pemberdayaan.

 

Narasumber lain, Marliah menjelaskan, dihadapan peserta didik sekarang ini adalah Revolusi Industri 4.0 yang memiliki banyak kemungkinan. Untuk itu, peserta didik harus disiapkan sesuai eranya dengan menyandingkan pendidikan nonformal dengan Revolusi Industri 4.0. “Keahlian berpikir kritis dan memecahkan masalah harus terus diasahkan kepada peserta didik,” jelasnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan