Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar Lomba Budaya Mutu (LBM) di sekolah dasar. Pada tahun 2019 ini, lomba dibagi beberapa kategori di antaranya Sekolah Dasar Rujukan, Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Dasar Swasta, dan Sekolah Dasar Negeri Wilayah 3T.

 

Sebagai bagian LBM tersebut, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Visitasi dan Wawancara Presentasi Lomba Budaya Mutu SD di Aula Ki Hajar Dewantara, Senin (15/07/2019).

 

Sebanyak 16 SD, yang terdiri atas 8 SD Negeri dan 8 SD Swasta menghadiri kegiatan sosialisasi. Sekolah ini adalah yang lolos tahap portofolio.

 

“Nanti yang divisitasi dan wawancara, materinya seputar data-data yang sudah di-upload,” kata Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi.

 

Martadi mengungkapkan, komponen Lomba Budaya Mutu terdiri atas lima hal. Pertama adalah manajemen berbasis sekolah, kedua komponen pembelajaran, ketiga ekstrakurikuler, keempat perpustakaan, dan komponen kelima adalah usaha kesehatan sekolah (UKS). (Humas Dispendik Surabaya)

“Mari lakukan kegiatan LOS ini dengan suasana nyaman.” demikian pesan  yang disampaikan Kepala SMP Negeri 15 Surabaya Elly Dwi Pudjiastuti, pada saat pembukaan Layanan Orientasi Siswa (LOS) di sekolahnya yang dimulai Senin (15/07/2019) pagi.

 

Sekolah yang beralamat Jl. H. Moh. Noer No.352, Tanah Kali Kedinding, Kec. Kenjeran ini memulai LOS dengan upacara bendera untuk mengawali Tahun Pelajaran Baru 2019/2020 sekaligus pembukaan LOS bagi siswa Kelas VII.

 

Acara selanjutnya upacara penyambutan siswa baru dan penyerahan siswa oleh wakil orangtua. Secara simbolis kepala sekolah mengalungkan tanda peserta LOS kepada dua perwakilan siswa baru. Hal ini sebagai tanda dimulainya kegiatan LOS yang harus diikuti siswa Kelas VII mulai hari ini, Senin sampai dengan Rabu (15-17/07/2019).

 

Lain lagi di SMP Negeri 23 Surabaya, sekolah yang beralamat di Jalan Baruk Barat Permai ini hari pertama masuk sekolah puluhan siswa baru disambut nyanyian lagu “Hari Pertama Masuk Sekolah” oleh para guru dan panitia LOS. Rata-rata mereka datang dengan diantarkan oleh para orang tua sampai pintu gerbang sekolah.

 

“Hari ini, Senin (15/7), merupakan hari pertama masuk sekolah. Masuk sekolah untuk pertama kali bisa jadi adalah peristiwa penting antara orangtua dan anak”, ujar Laili Fadila, Kepala SMP Negeri 23 Surabaya.

 

Laili menuturkan, LOS merupakan bimbingan yang dilakukan secara terkoordinir dengan tujuan membantu mengorientasi dalam bentuk mengarahkan, membantu mengadaptasi siswa dari situasi lama kepada situasi yang baru. LOS menciptakan suasana sekolah menjadi ramah, aman, nyaman, dan menyenangkan untuk siswa baru.

 

Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 41 Dwi Murwanti, dalam upacara pembukaan menuturkan bahwa tujuan LOS adalah mengenalkan peserta didik dengan lingkungan belajar sekolah agar peserta didik baru tidak kaget dengan berbagai kegiatan sekolah, semua fasilitas belajar, kurikulum, dan lebih akrab dengan kakak kelas dan teman2 di sekolah baru.

 

“Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan serta Sekolah Ramah Anak, untuk itu peserta didik harus mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan itu,” tutur Dwi yang mewakili Kepala SMP Negeri 41 Hanifa yang sedang berada di Jepang dalam rangka mengikuti kegiatan UNESCO sebagai Wakil Kepala Ssekolah Prestasi dari Indonesia.

 

Sementara itu, di SMP N 51 acara LOS diisi dengan konseling kenakan remaja dan bahaya narkoba oleh anggota Polsek setempat tentang pentingya wawasan kenakalan remaja dan pendidikan anti narkoba diberikan kepada para siswa baru agar mereka nantinya tidak terjerumus dan mampu menjadi generasi emas bangsa yang pintar secara intelektual sehat jasmanin dan rohani.

 

 “Kenakalan remaja marak terjadi di mana-mana karena pengaruh berbagai hal yang bersifat negatif. Para siswa pandai-pandai dengan siapa berkawan. Sedangkan narkoba adalah musuh terbesar bangsa, oleh sebab itu mari kita cegah sejak sedini.”, tegas petugas. (Humas Dispendik Surabaya)

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang bersama Sekretaris Daerah Kota Surabaya serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, membuka Roadshow Bus KPK ‘Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi’ di Gedung Siola, Jumat (12/07/2019).

 

Pembukaan juga dihadiri forum pimpinan daerah (Forpimda) serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya.

 

Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan mengatakan, roadshow Bus KPK 'Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi' merupakan kegiatan yang positif. Utamanya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau penyelenggara negara, dalam rangka pembangunan yang berintegritas.

 

"Kami atas nama Pemkot Surabaya mengucapkan selamat datang kepada pimpinan KPK dan Bus KPK," kata Hendro saat membuka acara Roadshow Bus KPK.

 

Hendro mengungkapkan, kondisi pelayanan di Siola memang ramai setiap hari. Ini sebagai upaya untuk membangun budaya antikorupsi di Kota Surabaya. "Di sini tempat pelayanan mulai dari kependudukan, perizinan, dan lain-lai," ujarnya.

 

Namun ke depannya, pengunjung di Siola diharapkan semakin sedikit, bukan malah semakin banyak. "Dengan pendekatan IT, ke depannya kami ingin mengurangi tatap muka. Minta dukungan KPK agar pelayanan kami semakin baik kepada masyarakat," katanya.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh ratusan siswa jenjang SD/MI sederajat dan siswa jenjang SMP/MTs sederajat. Berbagai materi sudah disiapkan oleh KPK untuk sosialisasi antikorupsi. Seperti mendongeng, nonton film, boardgames, serta games interaktif. (Humas Dispendik Surabaya)

dfghh

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan