Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim melakukan roadshow sosialisasi anti narkoba. Pada Jumat (4/10/2019), sosialisasi dilakukan di SDN Kapasari I Surabaya dengan menggandeng pendongeng Kak Harris dengan boneka lucunya Ayis.

 

Salah satu perugas BNNP Lorent mengatakan, peredaran narkoba belakangan ini cukup meresahkan dengan menyasar banyak kalangan, mulai anak-anak sampai dewasa, kaya maupun miskin. Dengan aksi sosialisasi, diharapkan dapat mengurangi dan mencegah bahaya narkoba.

 

"Dalam aksi ini kita mencoba untuk menggandeng Pendongeng Nasional yang sudah tidak asing lagi Kak Harris dengan boneka lucunya Ayis untuk memberikan sosialisasi dengan metode mendongeng,” katanya.

 

Kepala SDN Kapasari 1 Dewi Chodidjah menambahkan, pihaknya mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan BNNP. Hal ini dapat memberi pemahaman lebih dalam tentang bahaya narkoba kepada anak-anak.

 

“Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan dari BNNP ini sangatlah menarik dan unik karena dengan menggunakan metode mendongeng yang unik dan anak-anak terkesan senang dan ceria,” terangnya.

 

Masuknya sosialisasi ke sekolah-sekolah ini merupakan upaya BNNP memerangi narkotika yang sudah menjalar ke berbagai kalangan. Apalgi, kegiatan ini disaksikan langsung sekitar 500 yang terdiri dari siswa, guru dan orang tua siswa yang kebetulan ingin menjemput anak-anaknya di sekolah.

 

"Saya bangga dan sangat bersyukur sekali saya bisa lebih dekat dengan anak-anak dalam pencegahan narkotika,” jelas Kak Harris.

 

Harris menambahkan, dalam sosialisasi ini dirinya ingin membuktikan kalau anak Indonesia bebas dari narkoba. “Saya menginginkan masyarakat yang ada di seluruh nusantara, ayo kita selamatkan generasi penerus kita dari bahaya narkotika. Kalau bukan kita siapa lagi,” pungkasnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Sebanyak 127 siswa jenjang SMP/MTs mengikuti kegiatan pra kongres pelajar Surabaya tahun 2019 dan pemilihan pengurus organisasi pelajar Surabaya (Orpes) generasi 8 di Aula Bung Tomo Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Kamis (3/10/2019).

 

Dalam kesempatan itu, mereka dibagi ke dalam lima kelompok untuk memetakan berbagai persoalan remaja dan cara menanggulanginya. Kelompok-kelompok itu pada akhirnya mengusulkan maksimal empat orang untuk menjadi calon ketua, wakil, sekretaris, dan humas Orpes Generasi 8.

 

Sistem seleksinya, para calon itu harus mampu memecahkan masalah pelajar yang pada dasarnya memiliki tanggung jawab belajar dan berbagai kegiatan lainnya, bagaimana cara menjaga ukhuwah Orpes dan bisa membuat semua anggotanya (yang banyak dan dari berbagai latar belakang) tetap bersatu dan aktif dalam kegiatan Orpes.

 

Kemudian membuat visi dan misi konkret sebagai ketua Orpes. Apa visi yang akan dibangun untuk Orpes generasi 8 dan bagaimana misi untuk mencapai ke sana.

 

Dalam pra kongres ini, ketua Orpes Gen 8 terpilih ialah Afina Karima dari SMPN 5 Surabaya. Dia akan menggantikan Ketua Orpes Generasi 7 Nabil Almadani dari SMPN 3 Surabaya.

 

Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan mengucapkan selamat kepada ketua terpilih yang selanjutnya dapat menjalankan tugas-tugas sesuai dengan visi misi yang diusung. “Selamat untuk pengurus Orpes terbaru. Nanti Kongres Pelajar dilaksanakan pada 7 Oktober,” terangnya.

 

 

Ikhsan menjelaskan, dalam kesempatan ini, terdapat beberapa mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan BEM Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair). Mahasiswa tersebut datang ke Dispendik untuk curah gagasan. Pada penutupan, mahasiswa berfoto bersama dengan para siswa. (Humas Dispendik Surabaya) 

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diundang Bank Indonesia perwakilan Jawa Timur (Jatim) untuk memaparkan sistem elektronifikasi, Kamis (3/10/2019). Di antaranya Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya, dan Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bapekko) Surabaya.

 

Pemaparan ini ditujukan kepada perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten yang sedang melakukan studi banding elektronifikasi penerimaan ke Kota Surabaya.

 

Dalam kesempatan itu, Kepala Dispendik Kota Surabaya Ikhsan memaparkan tentang sistem informasi pengelolaan keuangan sekolah (SIPKS). Menurutnya, sistem ini untuk mengelola keuangan sekolah yang bersumber dari APBN yaitu Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan yang bersumber APBD Kota Surabaya, yaitu Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda).

 

“Sebelum ada SIPKS, penyusunan anggaran sekolah itu lama. Kemudian ada efisiensi setelah ada SIPKS. Itu untuk mencapai prinsip manajemen keuangan sekolah yang baik,” katanya.

 

Menurutnya, SIPKS digunakan sekolah mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pelaporan keuangan. Dan di dalamnya terdapat item-item yang bisa didanai oleh BOS maupun Bopda. Pembiayaannya berbeda.

 

“Sekarang untuk mempermudah lagi, kami mengembangkan transaksi nontunai dengan mobile SIPKS. Dengan begitu, kepala sekolah maupun bendahara tidak perlu lagi datang ke bank untuk mengambil uang banyak,” terangnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan