Selamat datang bapak…

Selamat datang bapak…

Selamat datang kami ucapkan.

Selamat datang bapak…

Selamat datang bapak…

Selamat datang kami ucapkan.

Salam… Salam…

Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama…

Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama…

 

Nyanyian tersebut bergaung di aula SMPN 3 Kota Surabaya ketika Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo memasuki ruangan. Nyanyian itu dibawakan oleh para guru peserta Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP), Sabtu (16/11/2019).

 

Guru-guru peserta PKP di SMPN 3 terdiri atas guru informatika, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, guru pendidikan jasmani, olahrga, dan kesehatan (PJOK), Matematika, IPA, seni budaya, dan guru bimbingan konseling (BK).

 

Dalam kesempatan itu, Supomo menegaskan ingin membantu dan memberi kemudahan bagi guru-guru di Kota Surabaya untuk mengajar. Ia pun siap berdiskusi dengan para guru demi kemajuan pendidikan di Kota Pahlawan. “Saya terbuka. Silakan sampaikan keluhan jika ada,” katanya.

 

Supomo juga menyampaikan amanah dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk mendidik dan mengasuh anak-anak dengan baik. Sebab, tantangan ke depan bagi anak-anak tersebut semakin berat. “Asuh anak-anak dengan baik, kasih sayangi mereka,” ungkapnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Salah satu guru di Kota Surabaya dipilih Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai Duta Rumah Belajar tahun 2019. Dia adalah Atiko, guru dari SMPN 17 Surabaya.

 

Dalam tugasnya, Duta Rumah Belajar membantu Pustekkom Kemendikbud menyosialisasikan dan mendiseminasikan segala fitur yang ada di Rumah Belajar kepada sesama guru yang ada di daerahnya maupun ke dalam komunitas guru tersebut.

 

Dengan hadirnya Duta Rumah Belajar, maka pemanfaatan portal Rumah Belajar akan lebih optimal dan efektif. Duta Rumah Belajar juga menjadi solusi bagi pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke dalam pembelajaran.

 

Atiko mengatakan, tes Duta Rumah Belajar ada 4 (empat) level. Level 1 (satu) diikuti oleh 28 ribu guru se-Indonesia. Kemudian level 2 (dua) menjadi 13 ribu guru. Level 3 (tiga) Jatim 3.000 menjadi 30 peserta, terakhir level 4 (empat) menjadi dua.

 

“Sesuai surat keputusan Kepala Pustekkom No. 6386/I2.3/KP/2019 tentang Penetapan Duta Rumah Belajar tahun 2019, ada 40 nama se-Indonesia yang terpilih menjadi Duta Rumah Belajar. Untuk Jatim 1 ada saya, Jatim 2 dari Kabupaten Situbondo,” katanya, Jumat (15/11/2019).

 

Pemilihan Duta Rumah Belajar ini melalui seleksi untuk menjaring guru yang mewakili provinsi masing-masing. Proses seleksi dalam bentuk bimbingan teknis program pembelajaran berbasis TIK Peningkatan Kompetensi TIK guru untuk pembelajaran berbasis TIK di 34 provinsi. (Humas Dispendik Surabaya)

Guna mensukseskan Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi Tahun 2019, hari ini, Sabtu (16/11/2019), Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya mengadakan pelatihan SMPN 3, SMPN 6, SMPN 9, SMPN 11, SMPN 12, SMPN 13, SMPN 15, SMPN 18, SMPN 21, SMPN 22, SMPN 26, SMPN 29, SMPN 30, SMPN 35, SMPN 53 dan SDN Tambaksari 1157, SDN Petemon 11, SDN Manukan Kulon, SDN Perak Barat.

 

Kepala Bidang Guru Dan Tenaga Kependidikan (GTK), Mamik Suparmi, program peningkatan kompetensi pembelajaran, merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/hots).

 

“Kegiatan PKP tersebut akan digelar selama empat kali pertemuan,” ungkap Mamik, Sabtu (16/11).

 

Mamik melanjutkan, program ini merupakan bagian dari program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang diamanatkan oleh undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen serta peraturan menteri pendayagunaan aparatur negera dan reformasi birokrasi nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya.

 

“Nantinya, guru sasaran yang mengikuti Program PKP akan mengirimkan semua tagihannya ke fitur e-portfolio yang terdapat pada bagian laporan di kelas pendampingan online,” pungkas Mamik. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan