Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, melakukan konsultasi ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Kamis (23/01/2019). Kedatangan anggota komisi yang membidangi pemerintahan dan pendidikan ini dipimpin langsung Ketua Komisi A Partita Nareswari.

 

Rombongan tersebut diterima langsung Kabid Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat, Kesenian dan Olahraga Pendidikan (PDKOP) Dispendik Kota Surabaya Thussy Apriliyandari, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

 

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bantaeng Partita Nareswari menjelaskan, Kabupaten Bantaeng ingin mengembangkan sekolah sehat. Hal ini berdasarkan aspirasi masyarakat. Diskusi di Kota Surabaya menjadi langkah tepat karena beberapa waktu lalu, salah satu sekolah di Surabaya meraih juara pertama sekolah sehat nasional kategori kinerja terbaik.

 

“Kami baca informasi bahwa SMP Negeri 26 Kota Surabaya berhasil meraih juara pertama lomba sekolah sehat untuk jenjang SMP/MTs di tingkat nasional. Kami ingin ada sekolah di Kabupaten Bantaeng yang bisa menirunya,” kata Partita.

 

Kabid PDKOP Dispendik Kota Surabaya Thussy Apriliyandari menjelaskan, dalam meraih juara lomba sekolah sehat, diperlukan kerja sama lintas sektor. Mulai dari Dispendik Kota Surabaya, Dinkes Kota Surabaya, kecamatan, dan lain-lainnya.

 

“Bahkan kami melibatkan Puskemas untuk melakukan pengawasan di sekolah-sekolah. Puskesmas bertanggung jawab mengawasi sekolah binaan sesuai dengan masing-masing daerahnya,” ujarnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Bersama PT. Astra Internasional, Tbk, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya memberikan pembekalan kepada lulusan SMA/SMK dan kejar paket C yang telah lulus seleksi untuk mengikuti program pemagangan selama tiga bulan kedepan.

 

Kepala Bidang Kepala Bidang  Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat, Kesenian dan Olahraga Pendidikan (PDKOP) Thussy Apriliyandari, mengutarakan mereka yang mengikuti pemagangan ini adalah para siswa Surabaya yang telah lulus seleksi. Sebelumnya, Dispendik telah menyampaikan pengumuman program magang ke masyarakat.

 

“Pengumuman program magang telah disosialisaikan mulai dari sekolah-sekolah, kecamatan, kelurahan, bahkan hingga karang taruna,” ungkap Thussy Apriliyandari, Kamis (16/01/2020).

 

Ia menambahkan, bahwa program magang yang lebih diprioritasikan kepada para siswa tidak mampu akan berjalan secara bertahap dan berkesinambungan, hingga akhirnya nantinya diharapkan dapat mencetak orang-orang yang sukses.

 

Sementara itu, Koordinator Wilayah Grup Astra Surabaya Faris Henky Irawan mengatakan, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan Pemkot Surabaya pihaknya ingin membangun mimpi para lulusan ini untuk bangkit menggapai kesuksesan dan keberhasilan di kemudian hari kelak.

 

“Oleh sebab itu, yang kita terima sekarang harus lebih di syukuri serta harus lebih bersemangat meraih cita-cita,” ungkap Henky.

 

Pada kesempatan ini, Henky juga memaparkan tentang visi misi perusahaan Astra serta beberapa unit bisnis grup Astra, diantaranya unit property, otomotif, perbank-an, IT dan berbagai unit bisnis lainnya. Masing-masing perusahaan itu, sudah ada program pengembangannya masing-masing. (Humas Dispendik Surabaya)

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan pengarahan kepada para pelajar di SDN Krembangan Selatan III Jalan Bubutan no 145-147, Surabaya, Rabu (15/1/2020). Selain siswa, Wali Kota Risma juga sempat memberikan pengarahan kepada kepala sekolah sekaligus guru-guru di sekolah tersebut.

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma menjelaskan bahwa semua orang berhak berhasil dan berhak sukses, karena Tuhan itu adil. Oleh karena itu, dia meminta anak-anak itu supaya tidak minder meskipun berasal dari keluarga yang kurang mampu.

 

“Meskipun orang tua kalian tukang becak, kalian juga berhak sukses dan berhasil. Tanamkan pada diri kalian bahwa kalian harus berhasil,” kata Wali Kota Risma di hadapan ratusan pelajar itu.

 

Kesuksesan dan keberhasilan itu bisa diraih dengan rajin belajar dan bekerja keras. Bukan sebaliknya, jika ada masalah malah lari ke media sosial. Padahal, di media sosial itu ada orang yang pikirannya jelek hingga akhirnya melakukan hal-hal negative. “Makanya, saya tadi jelaskan bahwa yang kelihan itulah teman-teman yang sesungguhnya, bukan yang ada di dunia maya yang belum jelas orangnya,” ujarnya.

 

Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan bahwa salah satu alasan mengadakan pengarahan di SDN Krembangan Selatan III karena ada siswanya yang ngelem hanya karena putus dengan pacarnya di media sosial. Hal itu diketahui setelah pelajar yang ngelem itu diamankan Satpol PP. “Makanya ini saya mengadakan pengarahan di sini kepada semua siswa. Bagaimana pun juga, satu anak pun berharga bagi negara ini,” tegasnya.

 

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal serupa  terjadi kembali, Wali Kota Risma memastikan akan memberikan area bermain kepada mereka, karena prediksi Wali Kota Risma mereka ini kekurangan ruang untuk bermain. Karenanya, pada saat mengadakan pengarahan dengan kepala sekolah dan guru-guru, ia meminta sekolah itu dibuka mulai sore hingga magrib supaya mereka bisa bermain di sekolahnya itu. Apalagi, halaman sekolahnya cukup luas untuk area bermain.

 

“Nanti saya juga fasilitasi mereka lapangan olahraga biar anak-anak ini bisa bermain. Nanti saya kirim pingpong dan badminton ke sini. Saya juga minta Hari Sabtu-Minggu dibuka untuk mereka bisa bermain. Nanti saya juga akan kirim buku-buku biar mereka bisa belajar,” ujarnya.

 

Di samping itu, Wali Kota Risma juga meminta para guru untuk mengubah pola mengajarnya supaya anak-anak lebih tertarik lagi untuk belajar dan bisa konsentrasi. Selain itu, para guru juga diminta tidak melulu mengajar materi, tapi juga diselingi permainan yang melibatkan kebersamaan mereka, sehingga diharapkan anak-anak itu lebih tertarik belajar dan fokus dalam belajar.

 

“Saya ingin para guru mengubah metode mengajarnya untuk lebih melibatkan muridnya supaya lebih aktif. Jadi, bukan satu arah, tapi bersama-sama belajar,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Krembangan Selatan III Mahmud Salimul Arif mengatakan ke depannya, anak didiknya itu akan difasilitasi pada saat berada di sekolah maupun saat di luar sekolah. Bahkan, ia memastikan bahwa Wali Kota Risma sudah menyanggupi untuk melengkapi sekolah tersebut dengan peralatan olahraga dan seni, sehingga anak didiknya itu diharapkan bisa mengembangkan bakat dan minatnya masing-masing.

 

“Mari kita bersama-sama mengawal anak-anak yang merupakan mutiara ini menjadi generasi terbaik,” pungkasnya. (rls/Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan