Berkas yang menumpuk ditambah proses administrasi yang rumit acapkali sering menjadi beban guru dalam mengurus kenaikan pangkat. Oleh sebab itu, untuk mempermudah guru dalam mengurus kenaikan pangkat Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) gunakan sistem online.

 

“Ini yang pertama dan satu-satunya di Indoensia kenaikan pangkat guru online”, ujar Mamik Suparmi Kabid. GTK ketika memberikan sosialisasi kepada para guru pengisisan kenaikan pangkat online, Kamis (22/06).

 

Mamik menjelaskan bahwa melalui sistem online ini  para guru yang sudah waktunya naik pangkat cukup melihat syarat-syarat yang diperlukan, selanjutnya dokumen-dokumen atau berkas yang dibutuhkan diunggah dalam bentuk file pdf.

 

“Jadi para guru sudah tidak perlu membawa berkas yang bertumpuk, karena telah terdigitalisasi”.

 

Selanjutnya, wanita yang juga pernah menjabat sebagai Kasi Kurikulum Dikmenjur tersebut menyampaikan tidak hanya berbasis IT, namun aturan kenaikan pangkat telah disesuaikan dengan Permenpan RB No. 16 Tahun 2009. Selain itu, sistem tersebut akan memberitahukan kepada guru jika ada kekurangan dalam mengurus kenaikan pangkat.

 

Sementara itu, Kasi Pembinaan Guru dan Tendik Dedi Prasetyawan menerangkan aplikasi kenaikan pangkat dapat diakses guru melalui laman 103.76.19.82. Menurutnya, jika ada kekurangan persyaratan para guru dapat melengkapi di periode selanjutnya ketika di periode ini masih belum mencukupi.

 

 

Dedy menambahkan sebelum mengisi data data kenaikan pangkat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, pertama guru mengecek biodata dan mengisikan biodata dengan lengkap dan benar ke dalam sistem, file yang diupload memiliki ukuran maksimal 3 MB, selanjutnya mengisikan angka kredit pada setiap komponen kegiatan di DUPAK. (Humas Dispendik Surabaya) 

Untuk mengenalkan SMPN 43 Surabaya, mulai 5-17 Juni siswa kelas 7 mendapat tugas silaturrahmi ke SD sekitar sebelum libur sekolah. Mereka bertemu dengan guru  dan siswa SD. Sebagian besar mereka adalah alumni SD sekitar.

 

Bagai seorang marketing, mereka menemui siswa SD di kelas,  menyampaikan kesan dan pengalamannya setelah satu tahun sekolah di SMPN 43.

 

Para siswa kelasa 7 tersebut kemudian memberi kesempatan tanya jawab dan memberi hadiah sebuah buku karya siswa SMPN 43.

 

“ Saya sangat  senang adik-adik antusias mendengarkan cerita pengalaman saya bersekolah di SMPN 43,” ujar Mevia Naila Rianto kelas 7E.

 

Mereka juga bertemu dengan bapak dan ibu gurunya ketika belajar di SD. “ Saya sangat senang bisa menjalin silaturrahmi dengan orang tua kedua di sekolah,” kata Retna kelas 7F.

 

 

Dengan kegiatan ini siswa berlatih untuk berkomunikasi dengan orang lain. Mereka harus bisa menyampaikan apa yang sudah dialami dan dirasakan selama setahun sekolah di SMPN 43. “ Semoga kegiatan in dapat menjadi bekal mereka, sebagai calon pemimpin masa depan, “ ujar Moch. Kelik, kepala SMPN 43. (Humas Dispendik Surabaya)

Acapkali pendidikan melalui lembaga  non formal seperti pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi sebuah “Tangga Darurat” dalam memberikan layanan pendidikan terutama pada siswa kurang mampu ataupun masyarakat lainnya.

 

Tidak mau hal tersebut terjadi, Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) terus berupaya memberikan pembinaan dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas PKBM agar nantinya setara dengan pendidikan formal pada umumnya.

 

“Kami berharap nantinya PKBM tidak sebagai tangga darurat namun menjadi pilihan alternatif ketika anak terkendala masuk kedalam pendidikan formal”, tutur Kadispendik ketika memberikan arahan dalam gelar pembinaan kepada lembaga penyelenggara kejar paket C, Sabtu (17/016).

 

Lebih dari itu, Ikhsan menambahkan untuk memfasilitasi siswa yang kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan miliki keterampilan, PKBM diharapkan menjadi salah satu jawaban akan hal tersebut.

 

Menurutnya, anak yang masuk ke PKBM dapat merasa bangga karena mampu bersaing dengan pendidikan formal karena selain mendapatkan ijazah mereka juga akan dibekali dengan keterampilan sehingga dapat memperoleh pekerjaan yang layak.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut berpresan agar lembaga yang belum terakreditasi dapat segera mengurus, sehingga manfaat akreditasi tersebut dapat dirasakan baik oleh lembaga ataupun peserta didik langsung. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan