Pak.., beli sinom kunyit kami pak, sinom kunyit simppati. Bu, beli sinom kunyit kami bu, sinom kunyit Simppati , segar, dibuat dari bahan alami tidak mengandung bahan pengawet, sehat, bisa mengurangi gangguan bau badan dan mengurangi gangguan panas dalam, demikian penawaran yang dilakukan oleh siswa siswi kelas 7-G dan 8-G kepada masyarakat sekitar SMP Negeri 43 Surabaya.

 

Memulai kegiatan intrepreneurday yang dicanangkan oleh SMPN 43 puluhan siswa kelas 7 dan 8 jajakan sinom kunyit hasil olahan sendiri. Sino kunyit merupakan salah satu ikon produk karya siswa SMPN 43.

 

Interpreneurday merupakan salah satu program unggulan sekolah  yang dijalankan setiap hari Rabu dan Kamis”, ujar Kelik Sachroen Djailani Kepala SMPN 43, Kamis (20/04).

 

Kelik menuturkan, para siswa diberikan kesempatan selama satu jam untuk melakukan kegiatan penjualan, namun sebelumnya para siswa-siswi ini diberikan pengarahan dan pembinaan oleh guru pendamping tentang cara berjualan dan menawarkan produk.

 

 “Tim guru pendamping berasal dari  semua guru pengajar bidang studi IPS”.

 

Kelik juga berharap dengan berjualan sinom kunyit Semppati mampu menumbuhkan jiwa interpreneur yang kuat sehingga nantinya akan tumbuh jiwa kewirausahawan yang tangguh dan menjadi bekal untuk menghantarkan kesuksesan para siswa kelak.

 

Lilik Erna salah satu guru pendamping menerangkan bahwa melalui program Interpreneurday para siswa diajak untuk mengenalkan dan menerangkan salah satu produk SMPN 43 tersebut kepada masyarakat.

 

“Sinom kunyit adalah ikon SMPN 43 yang dibuat sendiri oleh para siswa”, terang Lilik.

 

Sementara itu, Putri Indi salah seorang siswi SMPN 43 mengaku mendapatkan pengalaman baru dengan berjualan sinom kunyit kepada masarakat sekitar. Siswi kelas 8-G tersebut menjajakan sinom kunyit dengan cara menawarkan produk sembari menunjukkan form penjualan.

 

“Ada rasa takut dan malu namun semua sirna ketika sinom kunyit terbeli, ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami dapat memasarkan produk siswa sekaligus unggulan sekolah”, pungkas Putri. (Humas Dispendik Surabaya)