Para Juara I guru, kepala sekolah, serta pengawas berprestasi tingkat kota, hari ini Rabu (19/04) dapatkan pembekalan serta penguatan oleh Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Acara yang berlangsung di ruang aula Ki Hajar Dewantara turut mendatangkan para praktisi di bidangnya.

 

Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM mengutarakan kesan pertama dalam membawakan sebuah materi lomba menjadi penilaian tersendiri para juri. Menurutnya, faktor hollow effect dapat menjadi sebuah kunci sukses untuk menarik perhatian para juri di awal penampilan.

 

“Secara materi dan kompetensi kami yakin guru Surabaya telah menguasai, oleh sebab itu dibutuhkan adanya penguatan mental untuk menjadi  juara”, ujar Ikhsan.

 

Sementara itu, Herdina Indrijati, M. Psi. Psi salah seorang praktisi psikologi dari Fakultas Psikologi UNAIR mengatakan, tes psikologi digunakan sebagai pertimbangan dalam mencari para guru berprestasi yang kompeten tidak hanya faktor akademisnya namun aspek-aspek lainnya juga menjadi hal yang penting untuk dinilai.

 

 

“Psikotes merupakan sebuah potret gambaran profil seseorang”.

 

Herdina berpesan agar para guru dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki sehingga ketika mengikuti seleksi tidak minder serta lebih dapat menigkatkan kepercayaan diri. Menurutnya, pada seleksi guru prestasi tingkat kota, ada beberapa hal yang menjadi dasar penilaian, diantaranya kapasitas intelektual, kemampuan analisis sintetis, tingkat pemahaman, percaya diri, kemampuan adaptasi, kerjasama, kemampuan pengendalian diri, komunikasi, inisiatif, daya tahan kerja, komitmen, serta fleksibelitas. (Humas Dispendik Surabaya)