Upaya bersama dalam menjaga anak-anak Surabaya terhadap pengaruh-pengaruh negatif terus dilakukan Dinas Pendidikan (Dispendik) dengan berbagai program. Hal tersebut tidaklah lain agar pelajar Surabaya kedepannya nanti menjadi para generasi emas yang memiliki akhlak mulia.

 

Sore tadi, Jumat (17/03) Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI) mengunjungi kantor Dispendik, kunjungan tersebut ialah tidak lain membahas berbagai upaya dalam menanggulangi permasalahan anak terutama di sekolah.

 

“Kami akan berkomitmen dalam melakukan penanganan permasalahan di sekolah”, tutur Amanto ketua APSI Surabaya.

 

Armanto menjelaskan, ketika ada permasalahan anak para psikolog yang tergabung dalam APSI akan di terjunkan ke sekolah dengan juga turut melibatkan guru BK, tidak hanya didampingi mereka juga akan melakukan treatmen sedangkan bagi guru juga akan diberi pelatihan.

 

Sementara itu, Kadispendik Surabaya Ikhsan menjelaskan bahwa sejak tahun 2012 lalu, Dispendik telah melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap permasalahan anak yang muncul melalui program awal konselor sebaya dengan melatih 15.000 siswa di berbagai wilayah  kemudian berkembang menjadi ekstrakurikuler konselor sebaya yang kini memiliki 10 modul pembelajaran.

 

“Kami berharap APSI dapat saling membantu dan menguatkan terhadap program-program penanggulangan permasalah anak yang sudah ada”.

 

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut menambahkan dengan adanya APSI diharapkan dapat menjadi solusi baru dalam melakukan penanganan permasalahan anak di tengah-tengah  arus globalisasi yang semakin pesat. (Humas Dispendik Surabaya)