Ujian Sekolah  Berbasis Komputer (USBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian Sekolah  dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, USBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

 

Penyelenggaraan USBK Baru  pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017 secara online dan terbatas di SMPNegeri dan swasta di Surabaya. Penyelenggaraan USBK pada  sekolah tersebut  mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

 

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat kota Surabaya secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server sekolah, kemudian ujian siswa dilayani oleh server sekolah secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server sekolah ke server pusat secara online (upload).

 

Sebanyak 299 peserta didik SMPN 3 Surabaya melakukan uji coba pelaksanaan USBK hari ini Selasa (21/03). Namun ada sesuatu yang menarik saat uji coba USBK tersebut di SMPN 3 Surabaya sudah dilakukan seperti melakukan kegiatan USBK sesungguhnya, dimulai dari persiapan mental 1 jam sebelum pelaksanaan  peserta didik  masuk ke bangsal kaca untuk berdoa diakhiri dengan memastikan tidak ada siswa yang bawa HP dan relaksasi dengan menepuk punggung temannya hujan rintik-rintik ,menepuk semakin keras hujan gerimis,semakin keras lagi hujan deras peserta didik nampak tidak tegang (enjoy).

 

Kepala SMPN 3 Budi Hartono, menjelaskan upaya yang dilakukan ini sudah dilkukan sejak menjadi Kepala SMPN 42  yakni  Joyful Learning ,sehingga anak bisa lebih fresh dalam mengerjakan latihan USBK, USBN dan nantinya UNBK. Selain itu untuk membiasakan tertib dalam segala hal dimulai dari tertib masuk kelas USBK dengan berbaris, dengan demikian maka tidak ada yang masuk kelas berebut sehingga dapat menimbulkan kabel kabel komputer tersenggol yang mengakibatkan troble sewaktu akan mengerjakan.

 

Pelaksanaan uji coba USBK di SMPN 3 diawali dengan sikronisasi 3 server tepat jam 20.56 hari Senin tanggal (20/03). kemarin malam dan dilanjutkan  hari ini pelaksanaan  selasa tanggal 21 Maret 2017 uji coba peserta didik ada kendala waktu yang muncul tidak sama namun dapat disolusi dengan cara seting PC. Client waktu disamakan dengan server serta ada yang Log out sendiri namun bisa disolusi dengan cara login lagi soal yang sudah dikerjakan tidak hilang. (Humas Dispendik Surabaya)

Suasana haru tampak menyelimuti lapangan SMPN 43, puluhan siswa kelas IX SMPN 43 bebaris rapi di lapangan SMPN 43 mereka dengan tertib bersalaman kepada para guru untuk meminta doa restu agar pelaksanaan US, USBK, dan UNBK berjalan dengan lancar dan memporelah hasil yang maksimal.

 

Kepala SMPN 43 Drs. Moch. Kelik, S.Dj., M.Si. mengutarakan, sebenarnya kegiatan ini diusulkan sendiri oleh siswa kelas IX yang  seharusnya kemarin  Senin (20/3) pada saat upacara bendera,  akan tetapi karena sesuatu  hal maka pelaksanaan baru bisa dilakukan hari ini Selasa (21/03).

 

Kelik menambahkan, bahwa kegiatan ini sebenarnya  akan dilakukan pada bulan April mendekati UNBK, akan tetapi karena desakan dari siswa-siswi kelas IX yang dimana hari  Rabu  (22/03) besok mereka akan menghadapi US (Ujian Sekolah) berbasis komputer maka pada hari ini Selasa (21/03) kegiatan tersebut dilaksanakan.

 

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan keikhlasan bapak dan ibu guru untuk selalu memberikan maaf kepada para siswanya serta memberikan rasa yang lebih tenang, lebih percaya diri dan termotivasi untuk mendapatkan nilai yang baik”, ujar Kelik.

 

Sementara itu, Galuh Syafira salah seorang perwakilan siswa kelas IX menuturkan, sudah hampir 3 tahun belajar di SMPN 43 tentunya sebagai siswa menyadari banyak kekurangan serta kesalahan yang dilakukan selama mengikuti pembelajaran di sekolah apalagi berbuat salah kepada bapak/ibu guru.

 

“Sebelum melaksanakan ujian kami memohon doa restu agar ujian berjalan lancar”.

 

Disisi lain, Moch. Zulfikarnaen mengaku banyak kesalahan terutama meninggalkan kegiatan pembelajaran untuk kegiatan kesiswaan melalui OSIS. Ketua OSIS periode tahun 205-2016 berharap para bapak/ibu guru dapat benar-benar ikhlas memaafkan dan merestui para siswanya meraih prestasi tertinggi dalam US, USBK, dan UNBK. (Humas Dispendik Surabaya)

Pendidikan inklusi melayani seluruh siswa berkebutuhan khusus dalam seluruh proses belajar mengajar di sekolah. Untuk membantu siswa berkebutuhan khusus mengembangkan potensi yang dimilikinya, SDN Babatan V Surabaya memiliki program layanan kompensatori yang bertujuan untuk melatih kemandirian dan membekali keterampilan kerja yang bermanfaat bagi anak berkebutuhan khusus pasca sekolah.

 

“Untuk bisa bertahan hidup manusia membutuhkan keterampilan,  keterampilan inilah yang nantinya dapat dijadikan mata pencaharian dan membiayai kebutuhannya”, ujar Sastro, S. Pd, M. Pd Kepala SDN Babatan V, Selasa (21/03).

 

Menurutnya, ada beberapa anak berkebutuhan khusus yang menjadi kesulitan untuk belajar dari lingkungan. Mereka juga tidak mempunyai kesempatan yang cukup karena ragamnya kondisi yang dimilikinya, sehingga untuk mendapatkan pelatihan keterampilan tertentu sangatlah susah.

 

Sastro menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 2 juta anak berkebutuhan khusus usia sekolah. Mereka saat ini masih anak, dan berada di jenjang sekolah dasar, namun 10 tahun tahun kedepan mereka akan menjadi orang dewasa yang dituntut mandiri dan mampu menjalani hidupnya tanpa bergantung pada orang lain.

 

Juara 2 Guru berprestasi nasional tahun 2013 tersebut,  menuturkan anak yang berkebutuhan khusus (ABK) sebaiknya mendapatkan layanan kompensatori sejak dini yang disesuaikan dengan berat atau kondisi anak. Orang tua terkadang tidak memiliki waktu untuk mengajarkan keterampilan fungsional ketika dirumah, sehingga sekolah merupakan satu-satunya tempat bagi mereka .

 

Sementra itu, Ana Guru Pendamping Khusus (GPK) SDN Babatan V menjelaskan bahwa layanan kompensatori ini dibagi menjadi dua, Pertama program bina diri yang ditujukan bagi siswa yang belum mampu melakukan kegiatan binadiri secara mandiri, dan yang kedua program keterampilan.  Program kedua ini siswa terlebih dahulu dicari minat dan bakatnya kemudian diarahkan untuk mulai merencanakan keterampilan apa yang perlu diasah, kedua program ini bertujuan memberikan layanan untuk kemandirian anak sejak dini.

 

Layanan kompensatori dilaksanakan tiap minggu  di hari jumat dan sabtu, siswa akan mendapatkan layanan sesuai kemampuan yang dimilikinya,  bagi siswa yang belajar bina diri akan dipandu dengan guru pendamping khusus Demikian pula dengan layanan bakat dan keterampilan.

 

Saat ini untuk bakat dan keterampilan, siswa diajarkan untuk membuat keset dari kain perca, pembuatan keset selain tidak perlu membutuhkan banyak bahan dan alat juga memiliki nilai ekonomi jika dijual. Sehingga keterampilan ini sangat cocok untuk diajarkan kepada siswa.

 

Salah satu wali murid mengatakan, dengan adannya layanan ini banyak sekali memberi manfaat bagi siswa, selain kemandirian yang semakin berkembang juga bekal keterampilan yang nantinya mampu membantu siswa untuk merencanakan pekerjaannya ketika lulus nanti. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan