Bulan Ramadhan identik dengan bulan dimana semua ibadah kita dilipatgandakan. Kali ini, TK Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) adakan pondok Ramadhan yang berlangsung mulai 12 - 13 Juni 2017.

 

Dengan mengenakan  busana muslim para sisw mengikuti kegiatan pondok Ramadhan dengan tertib. Hari pertama di pondok Ramadhan, siswa/i  belajar dan mempraktekkan adzan dan iqomah, membaca dan mempraktikkan niat puasa dan doa berbuka puasa.

 

Selanjutnya acara ditutup dengan menonton film tentang puasa. Anak – anak sangat menyukai acara ini karena mereka bisa melihat film kesukaan mereka, yaitu Upin Ipin. Bukan hanya sekedar tontonan, tapi juga tontonan tentang bulan puasa, mulai sahur , godaan ketika berpuasa dan saat berbuka puasa.

 

Hari kedua diisi cara berwudhu, cara sholat dan membaca surat – surat pendek. Doa orang tua, dunia akhirat, kalimat thoyibah dan bacaan istighfar. Hampir 90 % siswa/i TK Dharma Wanita Persatuan hafal doa tersebut.

 

Rabu, (14/06)  siswa dan siswi TK Dharma Wanita Persatuan berkunjung ke panti asuhan Nurul Hayat yang terletak di Perum IKIP, Gunung anyar. Tujuannya untuk menyalurkan dana infaq yang sengaja anak – anak kumpulkan setiap hari Jum’at.

 

Bantuan tersebut kemudian disalurkan ke panti asuhan Nurul Hayat untuk membantu kebutuhan teman – teman yang tinggal di Panti Asuhan Nurul Hayat. Sambutan yang diterima oleh siswa/i TK Dharma Wanita Persatuan sangat baik. Kami diterima oleh Ustadz Islah, Ustadz Islah juga mengajak kami berkeliling ke panti asuhan. Ternyata, anak – anak panti asuhan tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi ada juga yang berasal dari Sidoarjo. Hebatnya lagi, mereka sudah hafal surat – surat pendek Juz 30.

 

Di pagi hari, mereka belajar di sekolah seperti biasa, di sore hari mereka menyetor hafalan mereka. Ustadz Islah info, minimal mereka harus menyetor hafalan surat pendek minimal 4 ayat. Para wali muridpun tidak mau ketinggalan, mereka menyisihkan sebagian rejeki untuk membantu teman – teman di panti asuhan. Adapun bantuan yang disalurkan berupa uang, beras dan alat – alat sekolah. (Humas Dispendik Surabaya)

Sebanyak 50 SMP Negeri Surabaya non-sekolah kawasan hari ini, 16 Juni 2017, hingga tanggal 18 Juni mendatang, secara serentak menerima pendaftaran PPDB Jalur Umum.

 

Calon peserta didik yang tidak diterima pada Mitra Warga, Jalur Prestasi, dan Jalur Kawasan dapat mendaftar secara online dari rumah, dari  warnet atau datang ke posko pendaftaran di SMP Negeri terdekat dari tempat tinggal.

 

Walaupun bulan Ramadan, saat menjalani ibadah puasa, bukan menjadi penghalang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan oleh beberapa petugas di posko PPDB di sekolah-sekolah yang setiap harinya bertugas melayani masyakarat dalam memberikan pelayanan pendaftaran PPDB Surabaya 2017.

 

Saat memantau pelaksanaan PPDB di sekolah yang dipimpin, Dra. Elly Dwi Pudjiastuti, M.Pd., Kepala SMP Negeri 23, menuturkan bahwa pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jalur Umum dapat dilakukan secara online, dan pendaftar dapat melakukakan verfikasi  berkas di sekolah terdekat. Hal ini dharapkan mempermudah para orangtua.

 

“Orang tua tidak perlu khawatir karena verifikasi berkas dapat dilakukan di sekolah terdekat, dengan harapan mempermudah pendaftaran. SMP Negeri 23 siap melayani.”, tambah Elly. (Humas Dispendik Surabaya)

Sebanyak 7.196 siswa lulusan SD Surabaya hari ini, Kamis (15/06) mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) bekerjasama dengan Fakultas Psikologi UNAIR di 14 lokasi yang berbeda.\

 

“Dispendik bersama tim dari Fakultas Psikologi UNAIR memantu jalannya TPA melalui Posko”, ujar Kadispendik Surabaya Ikhsan.

 

Tidak hanya itu, guna mensukseskan jalannyaa TPA masuk SMPN Kawasan, Dispendik juga menurunkan tim pada tiap-tiap titik lokasi untuk memantau TPA. Lokasi penyelenggaraan TPA diantaranya, SMPN1, SMPN 3, SMPN 11, SMPN 12, SMPN 15, SMPN 19, SMPN 21, SMPN 22, SMPN 25, SMPN 26, SMPN 29, SMPN 34, SMPN 35, dan SMPN 42.

 

Sementara itu, Margaretha, S.Psi dari Fakultas Psikologi UNAIR menyampaikan yang dipergunakan untuk seleksi SMP di Sekolah Kawasan merupakan tes kemampuan berfikir, meliputi kemampuan pemahaman dan penalaran yang penting untuk kesuksesan dalam pendidikan formal di sekolah. TPA ditujukan untuk mengukur tingkat kemampuan pemahaman dan penalaran siswa yang dimilikinya saat ini, sehingga tidak mengukur materi pelajaran di sekolah.

 

Seleksi TPA bertujuan memilih siswa yang diprediksikan akan (1) lebih berhasil dalam prestasi belajarnya di jenjang yang lebih tinggi, dan (2) lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami stress dengan tuntutan belajar di sekolah kawasan.

 

Lebih dari itu, pengukuran TPA juga akan memberikan profil kemampuan berfikir siswa (berfikir dengan bahasa, angka, atau gambar) yang dapat dipergunakan oleh guru dan sekolah untuk mengembangkan proses pembelajaran di sekolah atau membantu siswa secara individual dalam rangka mengoptimalkan kemampuan berfikirnya.

 

“Kami menghimbau pada saat TPA siswa memperhatikan betul setiap instruksi yang disampaikan tester agar dapat mengerjakan soal dengan cepat dan cermat”.

 

Margaretha menambahkan, jika para siswa belum paham cara mengerjakannya, jangan ragu untuk bertanya. Kerjakan dengan tenang, sungguh-sungguh dan secepat-cepatnya karena setiap tes mempunyai waktu yang terbatas.  (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan