Sebagai wujud  implementasi Permendagri No. 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksanan Teknis Daerah Dinas Pendidikan Bekasi lakukan kunjungan ke Surabaya. Rombongan yang berjumlah tujuh orang tersebut diterima di kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, pagi tadi Rabu (24/05).

 

Sekretaris Disdik Bekasi Sri Riyanti mengemukakan selain membahas Permendagri No. 12 Tahun 2017 kami juga akan mempelajari program PAUD dan sistem manajemen pengelolaan keuangan sekolah.

 

“Ini merupakan kali ketiga kami datang ke-Surabaya, tak salah jika Surabaya menjadi jujugan bagi daerah lain karena beragam inovasi yang mampu menginspirasi”.

 

Sri juga mengutarakan, kunjungannya ke Dispendik Surabaya turut serta membawa OPD lainnya seperti BPKD, Bagian Organisasi, serta seksi Data di Disdik Bekasi. Ia berharap banyak pengetahuan dan wawasan yang dapat ditimba di Surabaya ini.

 

Pada kesempatan ini, Sekretaris Dispendik Surabaya Aston Tambunan menyampaikan bahwa kepala sekolah negeri di Surabaya menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang di kontrol langsung oleh Dispendik melalui Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS). Jadi mulai menyusun anggaran, perencanaan, sampai laporan pertanggungjawaban telah dilakukan sekolah melalui sistem tersebut.

 

Menurutnya pemerintah kota Surabaya dalam melaksanakan tugas sehari-harinya telah didukung dengan E-Government pada setiap SKPD.

 

 “Ini hampir seperti Pemkot Surabaya yang penggunaan anggarannya di kontrol melalui E-Budgeting”.

 

Terkait PAUD Aston menambahkan, berbagai pelatihan dalam rangka mengembangkan potensi para pendidik PAUD terus dilakukan mulai dari pelatihan tingkat dasa, lanjutan, hingga mahir. Tidak hanya itu mereka juga dibekali dengan 8 jenis workshop yang berbeda-beda.

 

“Pola pelatihan dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh dengan melibatkan 12.000 pendidik PAUD se-Surabaya, pelatihan tersebut dapat menjadi point angka kredit jika para pendidik melanjutkan ke jenjang pendidikan S-1/S-2”. (Humas Dispendik Surabaya)

Tepat tanggal 23 Mei 2017 Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi tahun pelajaran 2017-2018 melalui sistem online yang dapat diakses masyarakat melalui situs ppdbsurabaya.net.

 

Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si mengutarakan, melalui sistem online masyarakat terutama para orang tua dan siswa tidak perlu repot lagi melakukan pendaftaran, karena pendaftaran dapat dilakukan di mana saja termasuk dirumah sekalipun.

 

Menurutnya, seleksi PPDB jalur prestasi dilakukan dengan dua mekanisme. Taahap pertama pendaftaran melalui sistem online yang berlangsung pada 23-27 Mei. Kedua tahap verifikasi data berlangsung mulai 29 Mei -9 Juni.

 

“Semua informasi perihal PPDB dapat dilihat langsung oleh masyarakat melalui website”, ujar Aston Selasa (23/05).

 

Mantan Sekretaris Inspektorat Kota Surabaya tersebut, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan rambu-rambu yang tertuang dalam panduan PPDB online. Tujuannya adalah dalam menginput data prestasi siswa tidak boleh asal, orang tua harus memperhatikan masa dan tingkatan prestasi yang diperoleh anak tersebut.

 

Bagi calon peserta didik baru jalur prestasi olahraga selain harus memenuhi persyaratan umum calon peserta didik baru, juga harus memenuhi persyaratan seperti, pendaftar adalah warga Kota Surabaya yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK) serta memiliki prestasi yang dibuktikan dengan dengan piagam/sertifikat kejuaraan. (Humas Dispendik Surabaya)

Pentingnya menjaga kesehatan, terutama kesehatan organ reproduksi wanita menjadi sebuah perhatian tersendiri bagi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) untuk memberikan edukasi kepada para guru.

 

Pagi tadi, Selasa (23/05) DWP Dispendik menggelar kegiatan sekaligus yakni sosialisasi pendidikan kewirausahaan, bincang sehat, serta pelatihan line dance langgam.

 

Ketua DWP Dispendik Shinta Setia Ikhsan menjelaskan bahwa para guru terutama ibu-ibu perlu untuk mendapatkan edukasi positif salah satunya mengenai kesehatan reproduk wanita, tidak hanya itu mereka juga perlu juga diberikan wawasan tentang kewirausahaan.

 

“Setelah mendapatkan beragam pelatihan, diharapkan para guru dapat juga menyalurkan pengetahuannya ke sekolah”.

 

Shinta menambahkan, pentingya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh juga turut diajarkan disini melalui gerakan line dance, melalui gerakan senam line dance diharapkan dapat menjaga kesehatan dan kebugaran para siswa di sekolah sehinnga mampu menyerap pelajaran secara optimal serta terus meraih prestasi.

 

Sementara itu, Dr. Martha Lia Fiorena menerangkan organ vital wanita yang sehat memiliki ciri yakni pH/keasaman dapat dipertahan antara 3.8-4.5, selanjutnya tidak mengeluarkan lender yang bau, serta tidak ada gejala keputihan serta infeksi lainnya.

 

“Oleh sebab itu dibutuhkan adanya obat antiseptik dalam merawat organ wanita tersebut”, pungkas Martha. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan