Menjelang Ujian Sekolah (US) dan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya mulai sosialisasikan sistem US-USBN berbasis komputer tingkat SMP pada sekolah-sekolah, seperti pagi tadi Kamis (09/03) Dispendik kenalkan US-USBN dihadapan para guru di SMPN 1.

 

Kasi Kurikulum Pembinan Sekolah Menengah Iswati, S. Si mengungkapkan ada tahapan-tahapan sebelum situs US-USBN berbasis komputer ini dikenalkan, pertama yakni penyusunan soal, telaah soal, sampai dengan penguploadan data bank soal ke dalam sistem.

 

“Para guru dan siswa dapat membuka situs US-USBN berbasis komputer Surabaya mulai Senin (13/03) mendatang melalui website http://us-usbn.dispendik.surabaya.go.id/.

 

Iswati menjelaskan ada beberapa kegiatan sebelum dimulainya US dan USBN berbasis komputer tersebut, perta yakni pelaksanaan sinkronisasi pada tanggal 15 Meret, kegiatan gladi bersih dimulai pada 17-18 Maret.

 

“Untuk US utama dilakukan mulai 22 Maret-6 April, US susulan pada 10-13 April, USBN utama mulai 17-19 April, dan USBN susulan 25-27 April 2017”.

 

Pelaksanaan US dan USBN berbasis komputer di Surabaya diikuti oleh 364 sekolah yang terdiri dari 294 SMPN dan 36 MTs.

 

Syarat USBK diantaranya tersedianya petugas laboratorium komputer (proktor dan teknisi) serta tersedianya sarana komputer dengan spesifikasi (minimal) sebagai berikut, untuk Server : PC/Tower/Desktop (bukan laptop), Processor 4 core dan clock rate minimal 1.6 GHz (64 bit), RAM 8 GB, DDR 3, Harddisk 250 GB, Operating System (64 bit): Windows Server/Windows 8/Windows 7 /Linux Ubuntu 14.04, LAN CARD (NIC) 2 unit support GigaByte, UPS (tahan 15 menit),  jumlah server mengikuti rasio 1:40 (1 server maksimal untuk 40 client), dan cadangan 1 server.

 

Sedangkan untuk Client syarat minimalnya yakni, PC atau Laptop, Monitor minimal 11 inch, Processor minimal single core, RAM minimal 512 MB, Operating System: Windows XP/Windows 7/Windows 8/ LINUX / MAC / Chrome OS, Web Browser: Chrome/Mozilla Firefox/Xambro, Hardisk minimal tersedia 10 GB (free space), LAN Card, jumlah client mengikuti rasio 1:3 (1 client untuk 3 peserta), cadangan minimal 10%., Headset/earphone (untuk ujian listening).

 

Selain itu juga tersedianya jaringan internet dengan bandwidth minimal 1 Mbps, jaringan area lokal (Local Area Network - LAN): Switch 10/100/1000 Mbps dengan jumlah port sesuai dengan jumlah komputer pada setiap setiap server, dan setiap server harus memiliki switch sendiri (tidak digabung dengan server lain). (Humas Dispendik Surabaya)

       Sebanyak 185 orang guru kelas 1 SD hari ini Kamis (09/03) menjalani pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran   di Aula  SMPN 3. Sedangkan untuk guru kelas 2 pelaksanaannya dijadwalkan mulai Jumat esok (10/03) serta guru kelas 3 pelaksanaannya pad hari Senin (13/03) ,guru kelas 4 Selasa (14/03) dan guru kelas 5 hari Rabu minggu depan (15/03).

 

       Drs.Sudarminto, M. Pd Kabid Sekolah Menengah dalam arahannya menekankan kualitas mutu siswa tergantung dari kualitas mutu sekolah,karena dengan mutu sekolah yang baik pasti managemen sekolah juga baik kualitas guru baik hasil yang didapat akan baik pula.

 

       Selain itu mantan kepala SMAN 16 surabaya itu juga memberikan arahan dengan berpedoman pada permen tentang tugas guru yaitu sebagai pengajar, pendidik, pelatih, dan pengevaluasi. Menurutnya, seorang guru tidak mengajar saja tapi harus mampu juga dalam mendidik, melatih, mengevaluasi sehingga seorang siswa tidak hanya pandai tapi memiliki budi pekerti dan memiliki ketrampilan.

 

       Drs. Sudarminto juga mengingatkan kembali  kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu Kompetensi Paedagogik,Kompetensi Sosial,Kompetensi Profesional,Kompetensi Kepribadian,sehingga dapat menjadi teladan bagi peserta didik .

 

       Sri wahyuni dosen dari UNESA memberikan tehnik penyusunan perangkat pembelajaran sehingga dapat di gunakan sebagai pedoman bagi guru dalam proses belajar mengajar di kelas.  

 

       "Jika perangkat pembelajaran sudah disiapkan lebih awal maka guru dapat bervareasi cara mengajarnya dan diharapkan peserta didik akan dapat belajar dengan menyenangkan". (Humas Dispendik Surabaya)  

Dalam rangka menjalankan fungsi legeslasi membentuk sebuah peraturan dan pengelolaan pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat, Komisi D DPRD dan Dinas Pendidikan Kota Semarang, pagi tadi Kamis (09/03) mengunjungi kantor Dinas Pendididikan Kota (Dispendik) Surabaya. Mereka datang untuk menggali informasi mengenai pembiayaan pendidikan bagi madrasah dan sekolah swasta.

 

Rukiyanto, salah satu anggota Komisi D DPRD Kota Semarang mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Surabaya guna membahas pembiayaan pendidikan terutama bagi sekolah madrasah dan swasta mulai dari sumber pendanaan, aturan-aturan, mekanisme, sampai dengan laporan pertanggungjawabannya.

 

“Kami berharap sepulang dari Surabaya mendapatkan banyak informasi mengenai pembiayan pendidikan tersebut”.

 

Pada kesempatan ini, Sekretaris Dispendik Surabaya Drs. Aston Tambunan, M. Si menjelaskan salah satu program pendidikan di surabaya yang telah berhasil dikembangkan yakni pendidikan gratis pada semua jenjang pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA. Pembiayaan pendidikan di Surabaya telah di-cover melalui anggaran pendidikan yang mencapai hampir 31 % dari APBD kota Surabaya.

 

 “Selain BOS dari pusat Surabaya juga memiliki BOPDA untuk kegiatan operasional sekolah”.

 

 Bantuan pendidikan tersebut diwujudkan melalui pemberian BOPDA serta penyediaan sarana dan prasarana kebutuhan siswa yang memadai. Selain itu, peningkatan mutu guru juga menjadi perhatian tersendiri dari Pemkot Surabaya, mulai dari berbagai pelatihan, pengiriman guru ke luar negeri, beasiswa, hingga tunjangan kinerja telah menjadi salah satu program peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya.

 

“BOPDA tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah negeri saja, namun sekolah swasta dan madrasah juga bisa mengambilnya”.

 

Besaran BOPDA yang  diberikan, yakni untuk siswa SD sebesar Rp. 29.000,-/siswa/bulan, siswa SMP Rp. 80.426-/siswa/bulan, dan siswa SMA/SMK sebesar Rp. 152.000/siswa/bulan namun karena SMA dan SMK telah beralih kewenangan maka BOPDA untuk SMA dan SMK ditiadakan.

 

Sedangkan untuk pengelolan BOS dan BOPDA di sekolah-sekolah, Kasubg Keuangan Nyono SH, mengungkapkan bahwa pengelolaan BOS dan BOPDA telah menggunakan sebuah sistem online yakni Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS).

 

“Mulai dari perencanaan sampai pelaporan pertanggungjawabannya dikerjakan lewat sistem tersebut”. (Humas Dispendik Surabaya).

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan