Meski belum secara resmi diluncurkan aplikasi versi 3.1.0 Dapodik PAUD oleh Ditjen PAUD Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan namun Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) lakukan sosialisasi tentang hal-hal terbaru yang nantinya akan diperbaharui dalam aplikasi tersebut.

 

“Jadi ketika aplikasi tersebut telah benar-benar diluncurkan, baik operator dan pendidik PAUD telah siap untuk melakukan pembaharuan data”, ujar Kasi Pendidikan Keluarga dan PAUD Dwi Wahyu Novita, S. Psi, tadi pagi Rabu (09/08) di ruang Wahidin.

 

Novita mengingatkan agar operator dan para pendidik PAUD untuk tidak tergesa-gesa mengisi aplikasi yang banyak beredar di dunia maya karena belum tentu kebenarannya, menurutnya lebih baik menunggu versi resmi yang akan dikeluarkan oleh Ditjen PAUD Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

“Kami berharap jika ada kendala para operator dan pendidik PAUD dapat langsung berkomunikasi dengan Dispendik”.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Kepala Bidang PAUD, Penmas, Kesenian dan Olahraga Pendidikan Siti Asiyah Agustini mengungkapkan bahwa tanpa adanya dukungan dari semua pihak mulai dari tenaga pendidik, operator, sampai dengan pengelola lembaga program-program pendidikan yang ada di Surabaya tidak mungkin dapat maju dan berkembang seperti sekarang ini. 

 

“Meskipun demikian program yang ada harus berjalan sesuai dengan  aturan”.

 

Nantinya, ada beberapa poin utama pembaharuan data terkait aplikasi versi 3.1.0 Dapodik PAUD yang akan diluncurkan, untuk lembaga terdapat penambahan sekolah aman dan penambahan anggota panitia sekolah aman. Sedangkan pada sarana prasarana terdapat penambahan keterangan pada input kondisi serta persentase tingkat kerusakan.

 

Pada kolom PTK terdapat penambahan referensi kepercayaan kepada Tuhan YME & perubahan  label menjadi agama dan kepercayaan, penambahan menu NPWP, dan penambahan riwayat jabatan pendidik/tenaga kependidikan, kompetensi & riwayat karir guru. Kemudian pada kolom peserta didik (PD) terdapat penambahan  NIK Ayah dan Ibu  dan penambahan kesejahteraan peserta didik pada data rinci. (Humas Dispendik Surabaya)

Puluhan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) rumpun seni budaya, kesehatan dan kecantikan yang telah lolos level 2 sertifikasi kompetensi, hari ini Senin (07/08) dapatkan pelatihan guna menyiapkan uji sertifikasi kompetensi level 3 dan 4.

 

“Di Surabaya terdapat 7 rumpun LKP, setiap tahunnya Dispendik melakukan pemerataan skill di tiap-tiap LKP”, Thussy Apriliyandari Kasi Penmas Dispendik di ruang Ki Hajar Dewantara.

 

Thussy mengungkapkan pelatihan ini juga sekaligus merefresh kemampuan lembaga agara memiliki standard yang sama dengan LKP-LKP professional lainnya sehingga diharapkan dapat mencetak para peserta didik yang terampil dan mampu bersaing mengikuti perkembangan zaman.

 

Pada kesempatan ini, Kadispendik Surabaya Ikhsan menuturkan melalui workshop LKP yang digelar selama dua hari yaitu 7-8 Agustus 2017 merupakan sebuah upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam meningkatkan kualitas lembaga dalam melayani masyarakat terutama dalam pendidikan non formal.

 

“Kita ingin nantinya semua lembaga memiliki standard yang sama sehingga kualitas pendidikan di Surabaya menjadi lebih baik”.

 

Ikhsan berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum pelatihan ini untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya, sehingga sepulang dari pelatihan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas lembaga masing-masing.

 

“Banyak hal serta trik-trik yang bisa dapatkan melalui pelatihan ini, oleh sebab itu manfaatkanlah dengan sebaik mungkin”.

 

Sementara itu, Ruth Candra salah seorang penelola LKP menyampaikan bahwa dibutuhkan sebuah persepsi yang sama dalam menghantarkan lembaga untuk mengikuti sertifikasi kompetensi di level selanjutnya.

 

“Etika dan kepribadian peserta didik merupakan salah satu kunci  keberhasilan untuk lolos ke level selanjutnya”.

 

Ruth menuturkan, tiga poin yang perlu diperhatikan terkait etika dan kepribadian diantaranya, penampilan dan kepribadian peserta ujian, sikap dan etika, serta mempersiapkan kosmetik dan peralatan untuk melaksanakan ujian sesuai dengan jenis materi yang diuji.

 

 

Workshop rumpun kesehatan dan kecantikan diakhiri dengan praktek langsung dengan menggunakan model tentang bagaimana melakukan perawatan dan perbaikan terhadap kulit wajah. (Humas Dispendik Surabaya) 

Siswa Surabaya kini tak perlu repot-repot lagi untuk menyalurkan kemampuan bakat dan minatnya di bidang seni. Mulai bulan Juli 2017 lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) gelar pentas seni yang dapat dinikmati masyarakat langsung setiap hari Sabtu sore di Taman Jayengrono.

 

Mulai dari penampilan tari, puisi, musik ensemble sampai dengan pertunjuk seni lainnya turut menyemarakkan pertunjukan seni siswa di taman Jayengrono.

 

 

"Selama bulan Juli hingga Desember nanti pertunjukkan seni siswa akan terus digelar", tutur Ikhsan Kadispendik Surabaya Sabtu (05/08).

 

Ikhsan berujar Gebyar Seni Kreatifitas siswa dimulai pukul 15.30 - 17.00 WIB untuk penampilan siswa SD, sedangkan SMP berlangsung mulai pukul 18.30 - 20.00 WIB.

 

Menurutnya ini merupakan sebuah keseriusan Pemkot Surabaya dalam mengembangkan bakat dan potensi siswa, tidak hanya di bidang akademik namun juga dibidang non akademik turut menjadi perhatian.

 

 

"Untuk bidang akademik pada 22-23 Agustus nanti akan diselenggarakan Lomba Peneliti Belia".

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut menambahkan melalui pengembangan bakat dan siswa di berbagai bidang itu diharapkan mampu menjadi bekal anak Surabaya menjadi pelajar berprestasi yang siap lahir menjadi calon-calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

 

Sementara itu, penampilan musik enesemble dipadu dengan tari Tanduk Majeng asal kota garam Madura mampu menghibur penonton yang sedang mengunjungi Taman Jayengrono.

 

Penampilan yang di suguhkan oleh para siswa siswi asal SD Badrus Salam tersebut merupakan salah satu contoh bahwa siswa Surabaya mampu mengembangkan kemampuan potensi bakat dan minatnya di bidang seni. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan