Mulai tanggal 29 Mei-2 Juni 2017 Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SDN tahun ajaran 2017/2018 melalui sistem online yang dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui laman sd.ppdbsurabaya.net.

 

“Pendaftaran dapat dilakukan melalui sekolah  juga melalui sistem online”, ujar Kadispendik Ikhsan, Senin (29/05).

 

Ikhsan mengutarakan untuk melayani masyarakat dalam melakukan pendaftaran, sekolah-sekolah juga telah menyiapkan pelayanan kepada orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dituju.

 

Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah M. Aries Hilmi, S. STP mengutarakan bahwa ada sedikit perubahan mekanisme PPDB SD dengan tahun lalu, jika tahun lalu skor usia dengan skor alamat tempat tinggal calon peserta didik yang terletak pada kelurahan yang tidak terdapat SDN masih belum terdapat didalam mekanisme pendaftaran, maka tahun ini ditambahkan dengan skor 5,5.

 

 “Hal tersebut bertujuan agar para siswa dapat bersekolah di sekolah yang terdekat meskipun dalam satu kelurahan tidak ada SDN-nya”.

 

Menurutnya, PPDB 2017/2018 ada beberapa jalur yang disiapkan, pertama untuk jenjang SD melalui jalur umum dan mitra warga (semi online melalui sekolah), sedangkan untuk jenjang SMP ada lima jalur diantaranya jalur prestasi (online), jalur mitra warga (semi online melalui sekolah), jalur inklusi (offline), jalur kawasan (online), dan jalur umum (online).

 

Sementara itu, Kepala SDN Ketabang I Siti Rahayu menerangkan, bahwa mulai sejak pagi para wali murid sudah banyak yang datang ke sekolah karena ingin mendaftarkan anaknya dan mencari informasi terkait PPDB SD.

 

“Bersama tim PPDB sekolah yang telah kami siapkan kami berupaya melayani masyarakat dengan optimal”, pungkas Siti Rahayu. (Humas Dispendik Surabaya)

Menyambut pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan yang jatuh kurang beberapa hari lagi, Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) akan melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah S.W.T.

 

“Ada beberapa kegiatan seperti khatam quran, buka bersama, sampai sholat Tarawih ang dilakukan di masjid Nurul Faizin Dispendik Surabaya”, tutur Kadispendik Ikhsan ketika memberi arahan kepada seluruh staf Dispendik, pagi tadi Jumat (26/05).

 

Ikhsan berpesan momentum bulan puasa Ramadhan dapat dimanfaatkan  sebaik mungkin dengan menambah pahala.

 

Menurutnya, memperbanyak pahala dapat juga dilakukan dengan melayani masyarakat dengan ikhlas dan sepenuh hati ditambah lagi saat ini tengah berlangsung Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2107/2018.

 

“Bagi para staf yang memberikan pelayanan, diharapkan dapat mempelajari sistem dan aturan PPDB secara seksama”.

 

Selain itu, Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut juga berujar tidak hanya PPDB, dalam bulan Ramadhan sekolah-sekolah juga akan melakukan pembagian rapor, oleh sebab itu diharapkan untuk memantau rapor online, sehinnga dalam pelaksanaannya nanti berjalan dengan lancar.

 

Pengarahan ditutup dengan saling bermaaf-maafan antara para pimpinan dan staf dilingkungan kantor Dispendik sebelum memasuki bulan Ramadhan. (Humas Dispendik Surabaya) 

Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mencetak generasi emas bangsa yang mampu menghadapai tantangan zaman tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan sarana dan prasarana pembelejaran yang memadai saja namun juga terus memotivasai siswa agar ke depan mereka meraih kesuksesan.

 

“Yang menunjukkan kualitas seseorang berhasil atau tidak, bukan dari baju atau sepatu baru namun bagaimana kita bisa meyakinkan seseorang untuk bisa maju dan berhasil”, ujar Walikota Surabaya Trirismaharini ketika bertemu para siswa di SMPN 10, pagi tadi Rabu (24/05).

 

Risma -panggilan Walikota- juga menceritakan ketika bertemu pangeran Charles di London pada Launch New Plastic Economy Innovation Prize. Acara digelar di Saatchi Duke of York's HQ Kings Road, London pada Kamis, 18 Mei 2017 lalu. Menurutnya, prestasi besar Surabaya juga sudah dikenal hingga mancanegara.

 

“Buktinya, kemarin aku disuruh bicara di hadapan Pangeran Charles di Inggris tentang keberhasilan kota Surabaya,” ungkapnya.

 

Risma juga berujar keberhasilan tergantung dari mau atau tidak untuk bekerja keras bukan dari fasilitas dan sarana yang lengkap. Menurutnya para siswa tidak usah malu jika orang tua  tidak bisa membelikan handphone (HP),  baju,  dan sepatu baru karena hal tersebut tidak ada hubungannya dengan prestasi yang dapat menghantarkan meraih kesuksesan.

 

“Siapapun orang tua kalian, kalian tidak boleh untuk minder”.

 

Walikota paling berprestasi versi World Mayor Prize (WMP) tersebut berujar bahwa tidak mudah untuk menjadi orang yang sukses namun hal tersebut dapat diwujudkan melalui kerja keras serta tidak mudah putus asa.

 

Walikota yang juga alumnus SMPN 10  tersebut menyampaikan bahwa di tengah-tengah keterbatasan para siswa harus mampu lebih dari pada yang lainnyaa, karena Tuhan itu adil jadi jangan patah semangat meskipun kalian hanya anak tukang kayu para siswa harus berprestasi. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan