Surya Online, 20 Mei 2010

SMAN RSBI juga Naik, Yang Reguler Turun

Tahun ini, pagu siswa SMPN dan SMKN naik. Untuk SMAN, yang naik hanya RSBI, sedangkan yang reguler turun.

Pagu SMPN tahun ini 13.480 atau meningkat 1.130 kursi dibanding tahun lalu (12.350). Sedangkan SMKN, tahun ini menyediakan 7.742 kursi bagi calon siswa, bertambah 440 dibanding tahun sebelumnya (7.302).

Ketua PSB Online Surabaya 2010 Ruddy Winarko menyatakan, tambahan pagu ini seiring adanya SMP baru, jurusan baru di SMK, dan perubahan status SMA RSBI. Yang paling banyak tambahan pagunya adalah SMP, karena tahun ini Dindik membuka empat SMPN baru, yakni SMPN 46, 47, 48 dan 49, Masing-masing sekolah ini menyediakan 114 bangku bagi siswa baru. Selain itu, beberapa SMPN lama juga menambah pagu karena kapasitas memadai.

Sejumlah SMKN juga membuka program keahlian atau jurusan baru, seperti beauty therapi di SMKN 6 dan teknik gambar bagunan di SMKN 7.

Di level SMAN, pagu untuk yang reguler tahun ini hanya 5.876, menurun 128 kursi jika dibandingkan tahun lalu (6.004 bangku). Yang meningkat justru SMAN RSBI, dari 576 menjadi 896 bangku tahun ini. Ini karena pada 2010 ini ada satu lagi SMAN yang menyandang status RSBI, yakni SMAN 2. Dengan demikian tahun ini ada tiga SMAN RSBI, yakni SMAN 5, SMAN 15, dan SMAN 2.

SMAN 2 dan 5 masing-masing menyediakan 288 bangku, sedangkan SMAN 15 sebanyak 320 bangku. Data pagu masing-masing sekolah tahun ini bisa dilihat secara langsung di website PSB Online www.psbsurabaya.com.


Peningkatan jumlah pagu sekolah-sekolah negeri di Surabaya tahun ini sebenarnya masih belum memadai jika dibanding jumlah lulusan SD (kelas VI) dan SMP (kelas IX). Pada 2010 ini saja ada sekitar 37.748 siswa kelas IX yang siap melanjutkan ke SMAN atau SMKN. Sedangkan lulusan SD yang siap melanjutkan ke SMPN 41.139 siswa.

Ketua II Dewan Pendidikan Surabaya Isa Ansori menyayangkan menurunnya pagu SMAN reguler. ”Dengan menurunnya pagu SMAN reguler, peluang masyarakat miskin untuk mendapat sekolah layak di sekolah negeri juga berkurang. Apalagi, kalau RSBI banyak diserbu siswa dari keluarga mampu yang juga bisa mendaftar lagi ke SMAN reguler, jika gagal di RSBI,” ujarnya.

Pendaftaran PSB online mulai berlangsung pada 21 Juni 2010. Jadwal pendaftaran dibagi dalam dua kelompok besar. Pendaftaran jalur RSBI, RSBI Prestasi, RSBI luar kota, Rekomendasi, PSB Prestasi, dan PSB inklusi dibuka lebih awal mulai 21 Juni hingga 23 Juni 2010. Pengumuman Penerimaan jalur khusus itu pada 25 Juni 2010. Khusus pengumuman RSBI luar kota dan jalur rekomendasi Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia, pengumuman diberikan pada 23 Juni 2010 dan 24 Juni 2010.

Gelombang berikutnya berlaku bagi jalur PSB regular yang dibuka 1-3 Juli 2010. Pengumuman penerimaan jalur reguler pada 5 Juni 2010. Tahun pelajaran baru 2010/2011 akan bergulir mulai 12 Juli 2010.(nrey)
Surya Online, 19 Mei 2010

Dindik Surabaya memberi peluang lebih bagi siswa berprestasi di bidang olahraga dan akademik untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.


Kalau pada tahun-tahun sebelumnya siswa berprestasi hanya berkesempatan melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri reguler melalui jalur khusus prestasi, tahun ini mereka bisa masuk sekolah RSBI negeri juga melalui jalur prestasi.

Jalur khusus RSBI prestasi itu resmi diberlakukan dalam sistem PSB Online 2010. Tapi, sayangnya tidak ada kuota calon siswa yang bisa diterima melalui jalur ini. Kuota hanya berlaku bagi calon siswa RSBI melalui jalur rekomendasi luar kota yang ditetapkan sebanyak lima persen. Tahun ini sekolah RSBI negeri yang siap menerima siswa baru adalah SMPN 1, SMPN 6, SMAN 2, SMAN 5, dan SMAN 15.

Jadwal pendaftaran jalur RSBI prestasi akan dibuka bersamaan dengan jadwal pendaftaran jalur RSBI umum mulai 21 Juni hingga 23 Juni 2010. Perbedaannya dengan sistem PSB online untuk jalur RSBI umum adalah bahwa pendaftar RSBI prestasi tidak perlu mengikuti tes seleksi pelajaran matematika dan IPA. Hanya tes bahasa Inggris. Selain itu, pendaftar juga harus memenuhi syarat nilai RSBI minimal rata –rata nilai UASBN dan unas 8,50 dan tidak ada nilai di bawah 7,5.

Sementara itu, batasan prestasi yang diterima di bidang olahraga di antaranya di 43 cabang olahraga sesuai MoU antara KONI dan Pemkot Surabaya dengan peringkat I hingga III Kejurda dan Kejurnas. Atlet yang mewakili tingkat nasional, juara I, II, III Popda, juara I, II, III POR SD Jatim, dan prestasi juara I, II, III Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN) tingkat Jatim. Prestasi akademik minimal juara olimpiade sains nasional (OSN) tingkat Jatim dan nasional.

Kabid Dikmenjur Dindik Surabaya Ruddy Winarko mengatakan, bagi siswa yang berprestasi akademik (mapel) bisa langsung mendaftarkan diri ke bagian Dikmen, sedangkan siswa prestasi bidang olahraga daftar ke bagian Pendidikan Luar Sekolah (PLS).

Dengan dibukanya jalur pendaftaran khusus dan penambahan satu SMA RSBI (SMAN 2) Dindik memperkirakan akan ada penambahan jumlah pendaftar. “Tahun lalu ada sekitar 2.500 pendaftar yang ikut tes sekarang kami mengantisipasi jumlah pendaftar mencapai 3.000-an,” ujar Ruddy.

Ketua II Dewan Pendidikan Surabaya Isa Anshori menyatakan tidak adanya kuota pasti di jalur RSBI prestasi berpeluang menimbulkan kecurigaan dan dugaan manipulasi. Sementara Kadindik Surabaya Sahudi menyatakan, persyaratan pendaftar jalur prestasi cukup ketat dan tidak semua siswa berprestasi memenuhi syarat ikut RSBI. (nrey)
Surya Online, 25 Mei 2010



Dindik Surabaya membuka lowongan pendaftaran calon kepala sekolah (kasek) SD, mulai Senin (24/5) hingga Kamis (27/5), di Kantor Dindik Surabaya.

Ada tiga tahap seleksi, yakni pendaftaran dan penyerahan berkas, tes portofolio, dan tes tertulis. Tes akan digelar bulan depan oleh tim independen, bukan staf Dindik Surabaya.

Kabid Ketenagaan Dindik Surabaya Yusuf Masruh menyatakan, seleksi calon kasek SD ini dilakukan karena banyak kasek yang akan pensiun.

Tes portofolio akan dilakukan melalui pengamatan dan penilaian dari rekan sejawat, kasek dan pengawas sekolah. Jika guru peserta seleksi lolos tes ini, baru masuk tes tulis. Ada empat hal yang dinilai lewat tes tulis, yakni aspek kepribadian, sosial, profesional dan pedagogis.

Kadindik Surabaya Sahudi menyatakan proses seleksi ini ketat karena pihaknya berupaya mendapatkan kasek yang benar-benar bermutu dan profesional. Kemampuan dan pengalaman guru dalam mengajar, pendidikan, tulisan, dan kemampuan sosial guru di sekolah dan luar sekolah juga akan dinilai dalam proses seleksi.

Penilaian lain juga ditujukan pada kemampuan memimpin serta merancang perencanaan sekolah, sekaligus melihat kepiawaian guru dalam mengambil keputusan.

”Semua guru yang memenuhi kriteria bisa mengikuti seleksi tahun ini. Pihak sekolah tidak boleh melarang gurunya ikut jadi calon kepala sekolah,” Sahudi.

Salah satu persyaratan bagi guru yang akan mengikuti sleksi kepala sekolah yakni usia maksimal 54 tahun, kepangkatan golongan IVA dan pernah menjadi guru di sekolah atau saat ini masih mengabdi di sekolah. (nrey)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan