Pelaksanaan ujian sekolah (US) tingkat sekolah dasar (SD)/M yang sedianya akan berlangsung pada Senin (15/05) diikuti 860 lembaga. Berbagai persiapan juga telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya dalam mensukseskan terselanggaranya US.

 

Hari ini Jumat,  (12/05) soal US dari percetakan akan dibawa ke Dispendik untuk di pilah pilah persekolah per sub rayon, selanjutnya akan disimpan sementara di polsek dan pada pelaksanaan hari H-nya nanti sub rayon mendistribusikan soal ke sekolah-sekolah”.

 

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut menerangkan bahwa pelaksanaan US/M di Surabaya diikuti 42.622 siswa. Ia pun berpesan juga agar para siswa tetap menjaga nilai-nilai kejujuran (integritas) selama pelaksananaan US/M.

 

“Pada pelaksanaan US nanti diingatkan kepada ketua sub rayon, kepala sekolah dan  pengawas ruangan agar menjalankan  POS dengan baik”.

 

Sementara itu, Kasi Kurikulum Sekolah Dasar Munaiyah berujar bahwa pembuatan soal US telah melewati berbagai tahapan, mulai dari penyusunan soal, review soal, sampai dengan evaluasi soal dilakukan oleh tim yang sdh disiapkan. 

 

Untuk persiapan ujian sekolah ini,  para siswa juga telah melakukan latihan try out, baik yang melalui try out online Dispendik ataupun latihan try out bersama guru di sekolah. Dispendik sebelumnya juga telah menyediakan 34 paket soal latihan try out online.

 

“Kami berharap ketika pelaksanaan US nanti siswa sudah terlatih dan mampu mengerjakan soal dengan baik”. (Humas Dispendik Surabaya)

Gemaribung, sebuah akronim dari Gerakan Mari Menabung, yaitu satu gerakan yang digagas SMPN 23 mengajak para siswa dan warga sekolah untuk gemar menabung sejak dini. Gerakan dengan menggandeng Bank Jatim Capem Rungkut, menghadirkan Mobil ATM dan Kas Keliling di halaman sekolah, Selasa pagi (9/5).

 

Dra. Elly Dwi Pudjiastuti, M.Pd., Kepala SMPN 23, menuturkan bahwa uang adalah salah satu hal utama yang akan bersentuhan pada siapa pun, tidak terkecuali anak-anak. Para orangtua memiliki kecemasan tersendiri ketika anak sudah mengetahui tentang uang, tentang cara penggunaannya. Biasanya orangtua merasa bahwa anak akan menggunakannya dengan sesuka hatinya.

 

Untuk itu, sekolah berinisiatif mengajarkan para siswa dapat mengelola keuangan secara bijak. Satu di antaranya, yaitu mengajarkan anak untuk gemar menabung, tambah Elly.

 

Di sela-sela melayani nasabah para siswa, Corina Dyah P., Penyelia Operasional Bank Jatim Capem Rungkut, menuturkan bahwa Bank Jatim memberikan fasilitas program tabungan “Simpel”, atau Simpanan Pelajar. Keistimewaan simpel yaitu untuk buka rekening awal Rp5000,00, menabung berikutnya minimal Rp1000,00, serta tanpa potongan administrasi dan pajak, imbuhnya.

 

Masih menurut Corina, untuk pelayanan yang bersifat mobile, Bank Jatim melayani dengan Mobil ATM dan Kas Keliling. Mobil ini dilengkapi dengan Mesin ATM dan Mini Banking Hall, sehingga dapat melayani nasabah on the spot, nasabah tidak perlu repot-repot datang ke bank.

 

Disamping itu, mobil tersebut sebagai sarana promosi, praktik perbankan di lapangan, memberi kemudahan. Yang penting lagi, memberikan edukasi kepada siswa bagaimana bertransaksi dengan baik dan benar melalui ATM dan Counter Teller.

 

“Dengan membiasakan para siswa untuk gemar menabung, kelak mereka diharapkan dapat menjadi lebih kritis terhadap berbagai aktivitas yang berkaitan dengan keuangan. Di samping sebagai Penguatan Pendidikan Karakter, yaitu jujur, tanggung jawab, dan peduli sosial.”, pungkas Elly. (Humasa Dispendik Surabaya)

Pepatah megatakan waktu adalah uang artinya kita harus adapat menggunakan dan manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beraktifitas. Pepatah inilah yang dimanfaatkan anggota Pramuka Penggalang Tingkat Terap kelas 8 Gudep 03.2435 – 2436 pangkalan SMP Negeri 43 Surabaya pada saat liburan saat kakak-kaknya menjalani UNBK dengan melaksanakan giat pengembaraan sebagai  syarat untuk mencapai kecakapan Penggalang Garuda Merah.

 

Pengembaraan penggalang terap ini dilakukan setiap tahun dan selalu mengambil waktu pada saat liburan dimana siswa kelas 9 melakukan Ujian Nasional. Sedangkan kegiatan pengembaraan  pada kesempatan ini diikuti oleh 6 putri penggalang terap dan 6 putra penggalang terap.

 

Kegiatan pengembaraan ini dilaksanakan  mulai hari  Jumat tanggal 5-8 Mei 2017 dalam bentuk safari camp selama empat hari tiga malam. Rute yang dilalui wilayah Surabaya Barat dengan mengambil  start  SMP Negeri 43 - Koramil Lakarsantri – kwarcab Surabaya – Taman Jayeng Rono ( JMP ) - Koramil Bubutan. Seluruh peserta harus melaksakan tugas yang telah diprogramkan oleh pembina Pramuka gudep 2435 - 2436.

 

Kegiatan ini dibuka dan diberangkatkan oleh Pembina Utama yakni Kak Mudji (Drs.Mudjianto, MM), yang sekaligus mewakili Kamabigus (Kepala SMPN 43 Surabaya) berhalangan hadir. Sebagai anggota pramuka sukarela yang akan mencapai tingkatan tertinggi dari penggalang harus bisa mandiri dan melatih ketahanan untuk bisa tangguh di masyarakat, oleh karenanya semua anggota pramsuk yang melakukan pengembaraan ini  harus bisa melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan sesuai program dengan baik dan benar, demikian sambutan Kak Mudji pada saat pemberangkatan.

 

Ditempat terpisah Kak Mudji mengatakan bahwa manfaat  yang dapat diambil dari kegiatan pengembaraan ini  adalah melatih kemandirian, kerja sama, daya tahan pisik dan kecakapan berkomunikasi,  serta kebanggaan diri sendiri untuk mencapai Garuda Merah sehingga bisa mentauladani kepada teman-teman anggota pramuka sukarela yang lain maupun teman-temannya yang bukan anggota pramuka sukarela. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan