Tak salah jika Surabaya bukan hanya sekedar sebagai barometer namun juga telah mampu menginspirasi daerah-daerah lain untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Indonesia. Berbagai inovasi dan prestasi menjadi daya tarik tersendiri, sebut saja seperti Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah Online (SIPKS), try out online, seleksi kepala sekolah, sampai PPDB online.

 

Siang tadi (08/03) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya menerima kunjungan dari Dinas Pendidikan Kab. Tangerang. Rombongan yang teridiri dari lima orang tersebut diterima Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si di ruang H.O.S Cokroaminoto.

 

Kepala Disdik Kab. Tangerang Drs. H. Hadisa Masyuhur yang turut serta dalam kunjungan ini menuturkan bahwa Surabaya menjadi salah satu contoh pilot project ketika rembug nasional pendidikan beberapa waktu lalu, untuk itu pihaknya ingin mempelajari banyak hal bagaimana meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

 

“Ada beberapa hal yang ingin kami pelajari yakni bagaimana mekanisme penggajian GTT dan PTT serta pengelolaan BOS daerah”.

 

Aston mengungkapkan bahwa penggajian GTT dan PTT di sekolah  diambilkan dari BOS dan BOPDA yang besarannya setara dengan UMK Surabaya sebesar 3,2 juta per bulan. Selain BOS dari pusat Surabaya juga memiliki BOPDA untuk kegiatan operasional sekolah. Besaran BOPDA yang  diberikan, yakni untuk siswa SD sebesar Rp. 29.000,-/siswa/bulan serta siswa SMP Rp. 80.426-/siswa/bulan.

 

Sedangkan untuk pengelolaan BOS dan BOPDA sekolah-sekolah di Surbaya telah menggunakan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS). Melalui sistem tersebut sekolah dapat merancang kebutuhannya lewat RKAS yang disesuaikan dengan hasil EDS.

 

“Mulai dari perencanaan sampai dengan laporan pertangggungjawaban dapat dilakukan secara online”, pungkas Aston.

 

Aston menambahkan, selama kurun waktu empat tahun Dispendik telah menghasilkan beragam inovasi pendidikan. Menurutnya,  ada 19 inovasi program pendidikan melalui aplikasi online. Sembilan belas inovasi program pendidikan di Surabaya, diantaranya Profil Sekolah, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS),  Seleksi Calon Kepala Sekolah, Jurnal Online, Surabaya Belajar, Multimedia Pembelajaran, Rapor Online, Try Out Online, PPDB Online, Sahabat Dispendik,  Klinik Kurikulum, Kenaikan Pangkat Online, Tantangan Membaca 2015, P2KGS, Profil LKP dan PKBM,  Aplikasi Gaji Online, JOSS (Jejaring Obrolan Siswa Surabaya), UNBK 100 persen, dan perijinan online. (Humas Dispendik Surabaya) (Humas Dispendik Surabaya)

Keberhasilan Surabaya dalam mengembangkan berbagai sistem online pada dunia pendidikan menjadi sebuah daya tarik bagi daerah lain, salah satunya yakni sistem kenaikan pangkat guru online. Pagi tadi Rabu (08/03) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya menerima kunjungan dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

 

Kepala Bidang PTK, Data dan Sistem Informasi Disdik Yogyakarta Samiyo menjelaskan bahwa kedatangannya ke Surabaya adalah untuk saling bertukar wawasan dan sekaligus mempelajari sistem kenaikan pangkat guru online yang telah dikembangkan Dispendik Surabaya.

 

“Tidak hanya belajar mengenai kenaikan pangkat online, kami juga ingin belajar mengenai mekanisme pemberian  bantuan kepada siswa”.

 

Pada kesempatan ini, Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si mengutarakan bahwa sistem kenaikan pangkat guru secara online bertujuan untuk membantu para guru mengurus kenaikan pangkat, menurutnya sistem tersebut telah dirintis sejak tahun 2013 lalu serta terus mengalami penyempurnaan-penyempurnaan.

 

“Dalam sistem tersebut juga terintigrasi dengan tunjangan kinerja guru, penilaian angka kredit, serta data base guru”.

 

Terkait bantuan kepada para siswa, Aston menjelaskan salah satu program pendidikan di surabaya yang telah berhasil dikembangkan yakni pendidikan gratis di semua jenjang mulai dari tingkat SD hingga SMP. Pembiayaan pendidikan di Surabaya telah di-cover melalui anggaran pendidikan yang mencapai hampir 31 % dari APBD kota Surabaya.

 

 “Selain BOS dari pusat Surabaya juga memiliki BOPDA untuk kegiatan operasional sekolah”.

 

Bantuan pendidikan tersebut diwujudkan melalui pemberian BOPDA serta penyediaan sarana dan prasarana kebutuhan siswa yang memadai. Selain itu, peningkatan mutu guru juga menjadi perhatian tersendiri dari Pemkot Surabaya, mulai dari berbagai pelatihan, pengiriman guru ke luar negeri, beasiswa, hingga tunjangan kinerja telah menjadi salah satu program peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya.

 

“Besaran BOPDA yang  diberikan, yakni untuk siswa SD sebesar Rp. 29.000,-/siswa/bulan serta siswa SMP Rp. 80.426-/siswa/bulan”. (Humas Dispendik Surabaya)

Dengan didampingi guru pembimbing tiga orang siswa SMP Kristen Gloria 2, siang tadi Selasa (07/03) mengunjungi kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Mereka adalah Gustav Dasa Sitompul (8A), Levin Theolin (8F), dan Stephani Gabriellla (8F).

 

Kedatangan ketiga siswa tersebut bukan tanpa sebab, melainkan untuk melalukan peliputan dan wawancara  dalam rangka Teenizen Journalism dengan tema “ Sparkling Surabaya” yang diselenggarakan DWP, Dispendik, serta BIOS TV.

 

“Ada dua tema yang diangkat yakni mengenai persiapan UNBK dan Try Out Online”, tutur Florentin guru pembimbing ekstrakurikuler jurnalistik SMP Kristen Gloria 2”.

 

Kedatangan tim jurnalistik SMP Kristen Gloria 2 ditemui langsung oleh Kepala Bidang Sekolah Menengah Dispendik Drs. Sudarminto, M. Pd di ruang kerjanya. Sudarminto mengungkapkan, selain meningkatkan kemampuan bakat siswa di bidang jurnalistik juga melatih keberanian anak untuk bertanya dan menambah wawasan.

 

Tekait perisapan UNBK tingkat SMP, Sudarminto menjelaskan bahwa untuk mempersiapkan para siswa dalam mengerjakan soal-soal latihan Dispendik telah menyediakan try out online yang terdiri dari 52 paket soal. Melalui try out online ini anak dituntut untuk belajar mandiri dan tidak menggantungkan kepada orang lain.

 

“Materinya telah disesuaikan dengan SKL UN, untuk itu kami mendorong sekolah-sekolah memotivasi siswanya mengerjakan try out online”.

 

Mantan Kepala SMAN 16 tersebut menambahkan bawa try out online merupakan bagian dalam rangka mensukseskan UNBK 2017. Tidak hanya itu guna menyiapkan UNBK Dispendik juga telah melatih para proktor dengan mendatangkan narasumber baik dari tingkat pusat maupun daerah serta bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti PLN dan Telkom agar pelaksanaan UNBK berjalan dengan lacar tanpa kendala yang berarti.

 

“UNBK gak 100 persen online, proses online berlansung pada saat pengunduhan soal sebelum ujian dimulai dan setengah jam selesai ujian guna  upload jawaban ke server pusat, sedangkan untuk pengerjaan soal-soalnya berlangsung secara offline menggunakan jaringan internal”.

 

Sudarminto juga menghimbau kepada siswa agar ketika mengikuti UNBK jangan sampai salah memasukkan data, siswa harus dapat membedakan mana no. ID dengan no. UN yang dibutuhkan pada saat login.

 

“Agar komunikasi antar proktor sekolah, inti, tingkat kota ataupun dengan Puspendik kami memanfaatkan media social Telegram sebagai sarana untuk berkoordinasi, sehingga jika ada kendala dapat segera diatasi”.

 

 

 Pelaksanaan UNBK tingkat SMP di Surabaya melibatkan 374 sekolah dan 100 persen berbasis komputer. (Humas Dispendik Surabaya) 

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan