Dihadapan para juri Widi Astuti paparkan program sekolah satu persatu. Kepala SDN Karah III tersebut bersama 13 SD lainnya tengah lakukan presentasi Lomba Sekolah Budaya Mutu hari ini, Sabtu (12/08) di ruang Ki Hajar Dewantara kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) Jl. Jagir Wonokromo 354-356.

 

“Sebanyak 14 SD baik negeri maupun swasta tengah ikuti proses presentasi Lomba Budaya Mutu”, tutur Agnes Warsiati Kepala Bidang Sekolah Dasar.

 

Agnes menjelaskan Budaya mutu sekolah merupakan faktor yang penting dalam membentuk siswa menjadi manusia yang memiliki sikap penuh optimisme, berani, terampil, berperilaku kooperatif,  ulet, disiplin, beretos kerja tinggi, dan pandai menangkap peluang.

 

Menurutnya, sekolah yang memiliki keunggulan budaya mutu dapat dilihat dari beberapa variabel seperti perolehan nilai akademik, perilaku siswa, proses pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler, kondisi fisik sekolah, kinerja perpustakaan, lingkungan sekolah,  budaya sekolah, lingkungan sekolah sehat, dan manajemen sekolahnya, yang berpengaruh terhadap kinerja individu dan mutu sekolah itu sendiri.

 

Lomba Budaya Mutu di Sekolah Dasar merupakan apresiasi dan motivasi yang bermuara mewujudkan prestasi, pengembangan bakat, maupun kepribadian siswa”.

 

Sementara itu, Martadi salah seorang juri mengugkapkan nafas dari Lomba Budaya Mutu itu sendiri terletak pada mendorong percepatan dan pemerataan mutu dan kualitas pendidikan pada sekolah-sekolah di Surabaya.

 

Pakar pendidikan asal UNESA tersebut berujar sekolah budaya mutu itu sendiri tidak hanya mengimplementasikan proses pembelajaran secara parsial namun harus komprehensif, mulai dari budaya sekolahnya, progam lingkungan, MBS, sampai dengan program kesehatan lewat UKS.

 

“Budaya mutu merupakan wujud penggambaran sekolah ideal”, jelas Martadi.

 

       Martadi menambahkan Budaya Mutu Sekolah tercermin pada: (1) Mutu pembelajaran;  (2) Mutu ekstrakurikuler, (3) Mutu MBS, (4) Mutu pengelolaan perpustakaan dalam menumbuh kembangkan budaya literasi, dan (5) Mutu Sekolah Sehat. (Humas Dispendik Surabaya)

Sekolah Adiwiyata Nasional dan juga juara Surabaya Eco School SDN Kaliasin I (Kalsa) Surabaya menggelar aksi tebar benih ikan dalam rangka Hari Pramuka ke-56 dan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Aksi tebar benih ikan itu digelar di Sungai Kalimas dari Taman Prestasi Surabaya, Kamis (10/8).

 

Jumlah ikan yang ditebar sekitar 15.000 ekor. Jenis ikannya beragam. Ada ikan nila emas, sepat, patin, lele, bandeng, mujaer, dan jenis yang lainnya. “Ikan-ikan itu dibawa oleh masing-masing anggota Pramuka Gugus Depan kami dari rumah masing-masing,” ujar Kamabigus 363-364 yang juga kepala SDN Kaliasin I Surabaya Sujilah. Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2016 dan 2017 juga turut serta mendampingi pelaksanaan aksi tebar benih ikan itu.

 

Sujilah menjelaskan bahwa aksi lingkungan hidup untuk mengajak individu anggota gugusdepannya peduli lingkungan hidup. “Bahwa sebagai anggota Pramuka, kami juga harus peduli lingkungan hidup dengan aksi nyata sesuai Darma kedua yaitu Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia,” kata Sujilah.

 

Aktivis Senior dan Presiden Tunas Hijau Mochamad Zamroni yang hadir pada aksi itu sangat mengapresiasi aksi lingkungan hidup itu. “Aksi ini adalah salah satu bentuk pengenalan ekosistem sungai kepada peserta didik. Dengan aksi ini mereka jadi lebih mengenal keadaan sungai yang ada di sekitar mereka,” kata Zamroni, yang juga andalan urusan lingkungan hidup Kwarda Jatim.

 

Fenomena banyaknya ikan yang mendadak mati dalam wadah sementara sebelum penebaran benih ikan itu ke sungai ditanggapi Zamroni. Menurutnya, hal itu karena terbatasnya oksigen. “Kita juga harus memastikan oksigen di sungai cukup buat ikan dan biota lainnya. Caranya dengan memastikan aliran sungainya lancar dan tidak membiarkan ada sampah di sungai,” tambah Kak Zamroni.

 

 

Sementara itu, beragam kegiatan dilakukan Gudep Surabaya 363-364 dalam rangka Hari Pramuka ke-56. Pagi hari sebelum aksi tebar benih ikan, anggota Pramuka Penggalang gudep ini melakukan ziarah dan tebar bunga di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Surabaya. Aksi bersih-bersih fasilitas umum juga mereka lakukan beberapa hari sebelumnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Selama beberapa hari, Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) bekali kemampuan tambahan guru untuk melakukan analisa terharadap Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KIKD) pada mata pelajaran yang diampu.

 

“Kegiatan ini dalam rangka mencocokkan antara implementasi dilapangan dengan kesesuaian kurikulum”, ujar Sudarminto Kepala Bidang Sekolah Menengah ketika membuka workshop padi tadi Jumat (11/08).

 

Sudarminto menerangkan, materi-materi essensial yang didapatkan guru nantinya berfungsi dalam penyusunan bahan ajar. Selanjutnya, guru juga menganailisis kurikulum dengan materi essensial kemudian dikomparasikan dengan materi UNAS.

 

“Dari hasil komparasi yang didapat nantinya dipergunakan guru dalam  penyusunan  soal High Order Thinking Skill (HOTS)”.

 

Mantan Kepala SMAN 16 tersebut mengungkapkan guru juga harus mampu menjadi figure yang mampu menjadi penyemangat siswa untuk menguasai materi pelajaran dengan baik. Menurutnya, guru jangan hanya saja mampu menguasai materi namun juga mampu memotivasi anak meningkatkan kemampuan belajarnya.

 

Syifa salah seorang narasumber pelatihan menunturkan, dalam mengembangkan lembar kegiatan peserta didik salah satu hal utama ialah  bagaimana mengembangkan indikator pencapaian kompetensi untuk mengembangkan instrument penilaian.

 

“Lembar kegiatan siswa tersebut merupakan sebuah alat yang digunakan dalam memberikan pengalaman latihan, sehingga ketika siswa menjalani tes instrument belajar diharapkan memperoleh hasil yang maksimal”. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan