Pramuka Kwatir Ranting Kecamatan Rungkut menggelar upacara dalam rangka memperingati  Hari Pancasila Ke-56 Tahun 2017 di Lapangan Tengah SMPN 23 pada hari Senin pagi (14/08). Bertindak sebagai petugas upacara Penggalang SMPN 23.

 

Upacara diikuti oleh 440 peserta Penggalang dari 22 Pangkalan SD Negeri dan Swasta se Kecamatan Rungkut. Hadir pula Camat Rungkut sekaligus sebagai Pembina Upacara, Drs. M.Syafik, M.Si., Ketua Kwaran Rungkut, Drs. Zainal Mahmudi, segenap Kepala Sekolah, Pengawas, dan Pembina Pendamping, serta Dra. Elly Dwi Pudjiastuti, M.Pd., sebagai tuan rumah.

 

M. Syafik, dalam kata sambutannya menuturkan bahwa pada era globalisasi ini penuh dengan kemajuan dalam bidang Imtek, akan tetapi manusia tetap merupakan faktor penentu yang paling utama. Untuk itu, dengan pramuka kita membangun manusia yang memiliki karakter dan memiliki watak yang kuat. Bukan hanya membangun kaum muda yang cerdas menguasai Iptek, namum mereka harus tangguh kepribadian, luhur budi pekerti, hidup rukun, kompak, bersatu menjunjung kesatuan dan persatuan bangsa, imbuhnya.

 

Masih menurut M. Syafik, pada dasarnya fungsi pramuka, sebagaimana sudah kita sadari bersama merupakan kegiatan menarik bagi anak atau pemuda. Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu, permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja.

 

“Kita mengetahui, saat ini generasi muda lebih cenderung lari dari masalah dan hidup menghindari tantangan, akibatnya ketika kehidupan tidak lagi bersahabat dengan mereka, maka merekabakan sangat mudah jatuh, stres, galau dan sebagainya. Dengan pramuka, diharapkan dapat menangkal itu semua, hal ini sesuai dengan implementasi Dasa Dharma Pramuka.”, pungkasnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri puncak Hari Anak Nasional (HAN) di Halaman Taman Surya, Minggu pagi. Risma hadir mengenakan kaos putih dan tiba di Halaman Taman Surya  sekitar pukul 08.00 WIB. Kedatangan Risma disambut paduan suara disusul tari remo.

 

Acara tersebut dihadiri sekitar 1000 anak se-Surabaya, anak-anak juga bersalaman dan meminta swafoto dengan wali kota perempuan pertama di Surabaya.

 

Beberapa perangkat daerah juga terlihat mendampingi wali kota diantaranya Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A),Nanis Chaerani, Kepala Bagian Administrasi dan Kerjasama, Dewi Wahyu Wardani dan Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, Erna Purnawati.

 

Mengangkat tema "Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga" dengan pesan utama "Saya Anak Indonesia, Saya Gembira", Risma berpesan kepada para guru dan orang tua untuk tidak memaksakan bakat dan minat anak.

 

“Biarkan anak-anak itu berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya, jika mereka tidak suka Matematika tetapi suka olahraga dan musik biarkan saja, jangan dipaksakan. Sebab, sikap ini akan mempengaruhi tumbuh kembangnya ke depan dengan harapan bisa menorehkan prestasi,” kata Risma di sela-sela sambutan, Minggu, (13/8/2017).

 

Dengan memahami dan mengerti bakat minat anak, Risma optimis ke depan anak-anak ini mampu bersanding sejajar dengan anak-anak di dunia. “Itu mimpi saya, karena bagaimanapun mereka adalah penerus bangsa ini, bukan kita,” tegasnya.

 

Usai sambutan, Risma mengajak seluruh anak yang hadir untuk naik ke panggung bernyanyi lagu Surabaya oh Surabaya dan lagu nasional Indonesia Tanah Pusaka yang diiringi alat musik keyboard.

 

Usai menyanyi, Risma berbincang dengan salah satu pemain musik bernama Ibar yang merupakan siswa difabel. Ketika berbincang, Risma menawarkan kepada Ibar untuk mau tampil pada salah satu acara internasional di Surabaya.

 

“Sebentar lagi ibu kedatangan tamu dari negara-negara internasional, Ibar mau ya tampil dan ngiringi musik buat ibu dan tamu undangan,” ajak Risma kepada Ibar yang diiringi tepuk tangan dari peserta.

 

Melalui Ibar, Risma memberi pesan kepada para orang tua dan guru bahwa setiap anak yang lahir telah dikaruniai bakat dan minat tersendiri oleh Tuhan.

 

“Jadi jangan sekali-kali mengatakan anak itu bodoh atau tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya butuh pengertian dan dukungan dari kita supaya ke depan mereka mengerti arah dan tujuan kehidupannya,” ungkap wali kota sarat akan prestasi tersebut.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A),Nanis Chaerani menambahkan Surabaya terpilih dan menerima penghargaan sebagai kota layak anak karena komitmen yang kuat untuk membangun wilayahnya menjadi wilayah ramah kepada anak.

 

 

“Tentu penghargaan yang kita dapat merupakan wujud kerja keras dari seluruh elemen masyarakat, LSM dan pemerintah serta stakeholder lain, sehingga Surabaya terpilih dan meraih penghargaan ini bersama dengan 126 kabupaten dan kota lainnya,”  ujar Nanis. (Humas Dispendik Surabaya) 

Puncak peringatan HUT RI ke-72 di Surabaya akan berlangsung melalui upacara bendera di Halaman Taman Surya. Tidak hanya upacara namun acara juga akan diisi dengan pagelaran operet dan konser musik siswa.

 

“Usai pulang sekolah, setiap harinya para siswa berlatih dengan serius”, ujar Damaris Padmiasih Kasi Kesenian dan Olahraga Pendidikan Dispendik ketika mendampingi para siswa latihan, Sabtu (12/08) di halaman kantor Dispendik.

 

Damaris mengungkapkan, bahwa sebanyak 700 siswa terlibat dalam operet yang bertajuk “Indonesia Tanah Airku” tersebut. Pada operet tersebut nantinya akan menampilkan kolaborasi antara paduan suara, konser musik, dan drama siswa.

 

“Kami berharap melalui pertunjukkan operet tersebut juga mampu menanamkan rasa nasionalisme kebangsaan yang merupakan salah satu pendidikan karakter siswa”.

 

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD, Penmas, Kesenian dan Olahraga Pendidikan Siti Asiyah Agustini menyampaikan bakat dan keterampilan siswa di bidang seni patut untuk terus kita dorong dan apresiasi bersama. Keberhasilan para siswa tidak hanya dapat diraih melalui prestasi akademik saja, namun non akademik kini juga menjadi peluang dalam meraih impian masa depan.

 

“Ini merupakan wadah dalam mengembangkan kemampuan siswa, mari kita dorong bersama”.

 

Selain itu, Asiyah juga menerangkan akan pentingnya menanamkan nilai-nilai nasionalisme salah satunya lewat bidang kesenian. Menurutnya, rasa nasionalisme  kepada siswa yang kini mulai luntur akabit tergerus kemajuan zaman yang semakin modern.

 

“Salah satu filter yang saat ini dianggap paling tepat yaitu lewat implementasi dari pendidikan karakter itu sendiri baik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat luas”, pungkas Asiyah (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan