Jelang diumumkannya hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD hari ini, Rabu (07/06) mulai pukul 08.00 baik melalui internet maupun sekolah, Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) lakukan verifikasi berkas pendaftar PPDB SD.

 

“Sebelum diumumkan kami terlebih dahulu melakukan pencocokan data oleh tim IT Dispendik, agar data tersebut benar-benar valid”, ujar Kadispendik Ikhsan di SMPN 39, kemarin Selasa (06/06).

 

Ikhsan menuturkan setelah diumumkan para siswa ataupun orang tua/wali murid dapat melakukan daftar ulang langsung di sekolah paada tanggal 7-8 Juni 2017 mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

 

“Para wali murid dapat melihat pengumuman di website sd.ppdbsurabaya.net ataupun di sekolah”.

 

Sementara itu, Plt. Kabid. Sekolah Dasar Sudarminto, M. Pd menerangkan mekanisme verifikasi ialah sekolah mencetak hasil pengumuman dari website PPDB kemudian selanjutnya diserahkan ke petugas IT untuk dilakukan pencocokan data.

 

 Hasil verifikasi tersebut kemudian di paraf oleh Kasi Peserta Didik Tri Aji Nugroho selanjutnya Plt. Kabid. Dikdas memberikan paraf untuk nantinya ditandatangani oleh Kadispendik Surabaya Ikhsan,  hasil tersebut kemudian diumumkan pada sekolah-sekolah.

 

Bagi calon peserta didik baru yang belum beruntung bisa diterima belajar di SDN  jangan berkecil hati, karena Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk memberikan perhatian yang sama antara sekolah negeri dengan sekolah swasta. (Humas Dispendik Surabaya)

Puluhan Instruktur Nasional (IN), tutor, serta mentor program Guru Pembelajar Surabaya, hari ini Senin (05/06) mendapatkan pembinaan dan pengarahan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) di ruang Bung Tomo.

 

“Para tutor ini diharapkan mampu untuk mendampingi serta memfasilitasi peserta yang mengikuti pembelajaran Guru Pembelajar dengan moda daring sehingga memperoleh has ail yang maksimal”, tutur Mamik Suparmi Kabid. GTK Dispendik.

 

Mamik menerangkan, program Guru Pembelajar ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi guru melalui Pengembangan Keporofesian Berkelanjutan (PKB). Ada 3 macam model atau metode pelatihan dalam program guru pembelajar ini yakni, Tatap Muka (TM), campuran atau kombinasi antara tatap muka dan online (blended), dan full daring atau online.

 

Selain itu, tugas para IN/tutor tidak hanya memberikan pendampingan namun juga memberikan semangat untuk menyelesaikan tugas daring yang diberikan serta memberikan umpan balik terhadap tugasa yang diunggah peserta.

 

Mamik menghimbau kepada para instruktur untuk tidak meninggalkan kewajiban jam mengajar di sekolah hanya untuk mengurus administrasi seperti kesalahan password untuk login ke system Guru Pembelajar ataupun yang berkaitan dengan urusan pribadi.

 

“Kami nanti akan berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk mendata permasalahan administrasi guru dan kemudian mengirimkan petugas operator sekolah ke Dispendik”. (Humas Dispendik Surabaya)

Bertempat di ruang sidang walikota, balaikota Surabaya, Sabtu (3/6) Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyambut Tim verifikasi lapangan Kota Layak Anak.

 

Sebagai informasi, Kabupaten/kota Layak Anak adalah Kabupaten/Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

 

Tri Rismaharini, walikota Surabaya menjelaskan, dalam penerimaan tim verifikasi lapangan turut serta Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kejaksaan Negeri Surabaya dan kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, Dewan Pendidikan, Forum Anak Surabaya, LSM peduli anak.

 

Walikota menambahkan, Pemerintah Kota Surabaya memberikan makanan tambahan untuk 33.737 paud dan 903 pos paud. Pelayanan akte kelahiran dilakukan secara gratis dan pengurusan dapat dilakukan secara online. Akte kelahiran dikirim melalui pos. Pihaknya juga memberikan permakanan gratis untuk 4.806 difabel.

 

Masih menurut walikota, terdapat 15 lokasi puskesmas ramah anak yang dilengkapi dengan taman bermain. Terkait sekolah inklusi 50 SD dan 20 SMP, transpor guru, pelatihan guru, alat peraga, pembinaan keterampilan dan sebagainya. Ia menambahkan, sekolah gratis mulai SD hingga SMP, 5% abak kurang mampu diterima tanpa tes, pendidikan untuk semua (termasuk penyandang difabilitas.

 

Ernanti, tim verifikasi lapangan Kota Layak Anak, kali ini kunjungan diikuti oleh lima orang dari tim verifikasi lapangan Kota Layak Anak. Pihaknya bertugas untuk melakukan verifikasi lapangan ke Surabaya. Pihaknya telah menerima laporan melalui aplikasi. Menurutnya, Surabaya telah lolos administrasi sehingga hari ini dilakukan kunjungan ke lapangan. Ia menambahkan, ada 24 poin yang nantinya akan dinilai saat kunjungan lapangan.

 

Rencananya, tim verifikasi lapangan akan mengunjungi 20 titik secara acak dalam dua hari ini,  Sabtu (3/6) dan Senin (5/6). Beberapa di antaranya perpustakaan Balai Pemuda, Puspaga, Command Center, SMPN 3, shelter laki-laki dan perempuan,  Kampung Pemenang IKAS. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan