Sebanyak 360 siswa SMP dari berbagai sekolah di Surabaya, pagi tadi Sabtu (11/03) mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kota yang diselenggarakan di gedung aula SMPN 1 Surabaya.

 

Kepala Bidang Sekolah Menengah Dispendik Surabaya Drs. Sudarminto, M. Pd mengutarakan masing-masing mata pelajaran (maple) yang terdiri dari matematika, IPA, dan IPS diikuti setidaknya 120 peserta.

 

 “Pada kegiatan ini tiap-tiap SMP mengirimkan wakilnya guna mengikuti seleksi OSN tingkat kota”.

 

Sudarminto menuturkan bahwa sebelum mengikuti seleksi ini, pembinaan dan peltihan telah dilakukan pada sekolah masing-masing, tinggal yang terbaik dari sekolah tersebut kemudian dikirim mengikuti seleksi.

 

Mantan Kepala SMAN 16 tersebut mengutarakan pelaksanaan OSN di Surabaya ini juga mendapat pantauan langsung dari Kemdikbud dengan menerjunkan timnya di SMPN 1. Menurutnya, untuk menghatarkan para siswa berhasil, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dispendik telah menyediakan berbagai macam saluran baik di bidang akademik maupun non akademik.

 

“Keberhasilan tidak ditentukan dari satu pintu saja, namun banyak pintu yang dapat menghatarkan anak-anak meraih kesuksesan, oleh karena itu mari kita terus mendorng para siswa berprestasi di segala bidang”.

 

Ia menambahkan,  agar peserta didik berkompetisi secara sungguh-sungguh yang akhirnya bisa digunakan untuk menjadi bekal kelak jika masuk sekolah  ke jenjang lebih tinggi melewati jalur prestasi. Dengan penuh semangat Kabid Sekolah Menengah itu juga memberikan yel - yel membakar semangat peserta OSN.

 

Sementara itu, Drs.Mahfud Yahya dari Kemendikbud Jakarta dalam sambutannya juga mengharapkan melalui olimpiade ini dapat menstimulus peningkatan mutu pendidikan dan menghasikan bibit unggul yang dapat berkompetisi di tingkat Nasional serta Internasional sehingga jika masuk perguruan tinggipun dapat dipertimbangkan.

 

Tidak hanya itu, OSN memiliki tujuan Secara khusus tujan diadakan seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP/MTs adalah menyediakan wahana bagi siswa SMP/MTs untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang matematika dan IPA sehingga dapat berkreasi dan berinofasi sesuai dengan kemampuannya, memotifasi siswa SD / MI agar selalu meningkatkan kemampuan intelektual, emosional dan spiritual berdasarkan norma-norma yang sehat sehingga dapat memacu kemampuan berfikir nalar, serta menjaring bibit unggul dan berprestasi sebagai calon peserta Internasional Mathematic and Science Olympiad (IMSO). (Humas Dispendik Surabaya)

Ada yang berbeda kali ini pada istighotsah rutin setiap sebulan sekali di SMP Negeri 43 Surabaya, pada kali ini Jum’at 10 Maret 2017 kegiatan istighotsah di SMP Negeri 43 Surabaya juga dilakukan kegiatan pembukaan untuk mengkatamkan Al-Qur’an atau sering disebut dengan khotmil Qur’an bersama-sama yang dilaksanakan oleh seluruh warga SMP Negeri 43 Surabaya yang beragama Islam, baik itu dari Kepala Sekolah, Guru serta siswa dan siswi SMP Negeri 43 Surabaya.

 

Kegiatan ini diawali pada pukul 06.00 dengan pembacaan istigotsah bersama yang dipimpin oleh bapak M. Muslich, S.Ag selaku guru Pendidikan Agama Islam. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih sekitar 45 menit setelah itu baru dilanjutkan dengan kegiatan khotmil atau kataman Al-Qur’an kurang lebih sekitar 30 menit yang dipimpin oleh bapak Imam Ashari, S.Ag. dan diakhiri oleh bapak Farid Mashudi, S.Pdi.

 

Kegiatan khotmil Qur’an sudah dirancang sejak awal bulan Pebruari 2017 dan secara teknis udah dibagi sejak 2 hari sebelum pelaksanaan, yakni setiap siswa akan membaca kurang lebih sekitar 3 sampai 4 halaman,sedangkan yang dianggap lebih mampu membaca bisa membaca sampai 6 atau 7 halaman.

 

Pada kesempatan kali ini, kegiatan khotmil Qur’an juga dihadiri oleh wakil ketua komite SMP Negeri 43 Surabaya Bambang Sunarko, beliau mewakili ketua Komite SMPN 43 Surabaya yang berhalangan hadir dan memberikan sambutan. Dalam sambutannya Bapak Bambang bangga dengan kegiatan khotmil Quran tersebut karena di dalam membangun karakter bangsa terutama pada akhlak adalah tidak semudah membalik telapak tangan atau seperti sulap bim salabim langsung jadi.

 

Dengan khotmil Qur’an diharapkan setelah SMPN 43 Surabaya yang sudah menyandang sedkolah sehat di Surabaya, akan mempunyai akhlak yang lebih sehat dan lebih baik lagi, harapan kedepan mudah-mudahan kedepan kegiatan khotmil Qur’an ini bisa juga diikuti oleh orang tua wali murid sehingga siswa-siswi lebih menyukai lagi untuk membaca Al-Qur’an, demikian ungkapan pak Bambang yang sekaligus juga menjadi Pembina UKS di SMPN 43 Surabaya.

 

Sedangkan dari Bapak Drs. Moch. Kelik SDj, M.Si. selaku Kepala SMP Negeri 43 berharap dengan kegiatan khotmil Qur’an ini siswa-siswi SMPN 43 lebih mencintai dan menjiwai Al-Qur’an, sehingga nantinya akan tumbuh generasi Indonesia yang Qur’ani, tangguh dan berakhlak mulia.

 

Antusias dari sebagian besar siswa sangat tinggi sekali, bahkan ada yang bangga menunjukkan musaf Al-Qur’an yang berukuran besar dari pada kepunyaan teman-temannya, sedangkan pak Imam sendiri selaku guru agama Isalam sekaligus Pembina OSIS bangga karena suasananya seakan-akan di pesantren.

 

Pada kesempatan ini pula siswa-siswi kelas 7  dan kelas 8 dimohon dengan ikhlas do’anya buat kakak-kakaknya kelas 9 yang akan menghadapi US-BK dan UNBK, semoga kelas 9 memperoleh nilai yang terbaik dan dapat melanjutkan kesekolah yang lebih baik lagi. (Humas Dispendik Surabaya)

Kegemaran membaca dan menulis harus ditanamkan sejak dini kepada para siswa, hal tersebutlah yang mendorong siswa-siswi SD Khadijah 3 untuk membuat gambar bercerita kemudian dibukukan dalam sebuah komik.

 

Komik Alif Rindu Muharram karya para siswa SD Khadijah 3 diserahkan langsung oleh Kepala SD Khadijah 3 Nurul Hidayati, S. Ag, M.Pd.I kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM di kantor Dispendik, siang tadi Jumat (10/03).

 

“Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya mendorong majunya gerakan literasi di Surabaya”, tutur Nurul Hidayati.

 

Nurul mengungkapkan buku yang berisi kumpulan komik siswa ini diterbitkan sebagai dokumen catatan proses peningkatan kemampuan membaca dan menulis siswa, selian itu bentuk apresiasi terhadap karya siswa, sekaligus menyambut  Tahun Baru Islam 1438 H.

 

“Sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan ide-idennya melalui cerita bergambar”.

 

Sementara itu, Kadispendik Ikhsan mengutarakan keberhasilan dan kesuksesan para siswa dalam menggapai cita-cita tidak hanya ditentukan melalui satu bidang saja, namun bagaimana kita terus berupaya memotivasi mereka dalam mengembangkan kemampuan bakat dan potensinya di bidangnya masing-masing.

 

Ikhsan menuturkan, kegiatan keliterasian yang dilakukan oleh-oleh sekolah merupakan kegiatan positif dalam rangka peningkatan kemampuan bakat dan potensi siswa di sekolah tentunya dapat menjadi sarana dalam menghantarkan para siswa menggapai masa depan yang gemilang.

 

“Untuk menjadi generasi emas bangsa yang memiliki akhlak mulia dibutuhkan adanya penanaman budaya karakter agar mereka menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya serta mampu bersaing menghadapi era globalisasi”. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan