Keberhaasilan Surabaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui efisiensi di berbagai sektor terutama dalam melakuan regrouping/merger sekolah menjadi sebuah daya tarik bagi daerah lain untuk mengkaji dan mempelajarinya.

 

Siang tadi, Kamis (08/06) DPRD Kab. Hulu Sungai Tengah kunjungi Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik). Rombongan diterima Dispendik di ruang rapat Kartini.

 

H. Nasruddin, salah seorang anggota Komisi I DPRD Kab. Hulu Sungai Tengah mengutarakan Kab. Hulu Sungai Tengah memiliki 261 SD yang rencana akan di merger sampai 105 SD, oleh sebab itu bersama rombongan pihaknya ingin belajar ke Surabaya karena Surabaya telah berhasil melakukan merger sekolah.

 

Pada kesempatan ini, Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si menerangkan hampir setiap tahun Dispendik melakukan merger sekolah, hal tersebut dilakukan untuk efisiensi karena banyak kepala sekolah yang telah pensiun dan habis masa periodesasi.

 

“Khusus tahun ini Dispendik melakukan merger dari 359 SDN menjadi 309 SDN se-Surabaya”.

 

Tidak hanya itu, Surabaya juga telah menerapkan wajib belajar 9 taahun serta sekolah gratis bagi siswa tidak mampu. Biaya pendidikan di Surabaya di topang dua sumber yang berbeda yakni BOS dari pusat dan BOPDA dari APBD Kota Surabaya.

 

BOPDA tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah negeri saja, namun sekolah swasta dan madrasah juga bisa mengambilnya. Besaran BOPDA yang  diberikan, yakni untuk siswa SD sebesar Rp. 29.000,-/siswa/bulan serta siswa SMP Rp. 80.426-/siswa/bulan”, ujar Aston.

 

Aston juga mengutarakan dalam melakukan pengelolaan keuangan, Dispendik telah menerapkan sistem E-Budgeting di sekolah yang dioperasikan oleh para tenaga operator sekolah yang juga disediakan oleh Dispendik melalui sistem tenaga kontrak.

 

“Setiap SDN kami menerjunkan tiga petugas yakni tenaga administrasi (operator), tenaga keamanan, dan tenaga kebersihan”, pungkas Aston. (Humas Dispendik Surabaya)

Mulai pukul 09.00 WIB pagi tadi, Kamis (08/06) Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) mulai membagikan Daftar Kolektif Nilai Ujian (DKNU) kepada UPTD BPS se-wilayah Surabaya guna untuk selanjutnya dibagikan kepada para ketua Sub Rayon.

 

Plt. Kepala Bidang Sekolah Dasar Drs. Sudarminto, M. Pd mengutarakan DKN menjadi dasar dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Menurutnya rerata hasil nilai Ujian Sekolah (US) dari seluruh mata pelajaran (mapel) di Surabaya terus meningkat.

 

“Jika tahun lalu hanya mencapai rerata 70,9 dari seluruh mapel maka tahun ini menjadi 74,3”, ujar Sudarminto.

 

Sudarminto merinci kenaikan rerata terjadai pada seluruh mapel yang diujikan pada US. Untuk mapel bahasa Indonesia tahun lalu dari 72,3 meningkat menjadi 75,2, sedangkan untuk mapel ipa daari 75,0 naik menjadi 77,4 dan yang paling mencolok adalah pada bidang matematika dari rerata 65,5 di tahun 2016 menjadi 70,6 di tahun 2017.

 

“Kita tidak tahu, kenaikan rerata mapel matematika yang cukup signifikan mungin salah satunya lewat tersedianya rumah matematika dan upaya guru yang optimal dalam memberikan bimbingan”.

 

Mantan Kepala SMAN 16 tersebut berujar setelah di bagikan ke sekolah, sekolah diharapkan melakukan penggabungan nilai dengan nilai ujian pratek dari tujuh mapel.

 

“Pengumuman akan dilakukan secara serentak pada 10 Juni mendatang, setelah melewati penggabungan mapel dan proses verifikasi”.

 

Pada kesempatan ini, Sudarminto juga berpesan agar guru dan sekolah untuk mendampingi para siswa memilih sekolah yang dipilih.

 

Sementara itu, Kasi Kurikulum Sekolah Dasar Munaiyah menyampaikan setelah dibagikan, besok Jumat (09/06) UPTD akan melakukan verifikasi, oleh sebab itu para ketua sub rayon diharapakan membuat rekapitulasi dalam satu sub rayon. (Humas Dispendik Surabaya)  

 

Satu kegiatan di antara ibadah puasa bagi siswa SMPN 23 adalah diadakannya Pondok Ramadan. Kegiatan membagikan takjil bagi pengguna Jalan Dr. Ir. Soekarno, atau dikenal Jalan MERR, merupakan satu agenda kegiatan tersebut. Acara yang dimotori pengurus OSIS, baik yang muslim maupun non-muslim, dan didampingi Pembina OSIS, Dra. Luky Riyadita, dilaksanakan Selasa sore (06/06), bertepatan jelang berbuka puasa.

 

Makna ibadah puasa sangat luas, dan sudah banyak kajian yang membicarakannya dari berbagai aspek dalam sudut pandang kehidupan. Namun dari luasnya aspek tersebut ada satu poin dari puasa tersebut yang memiliki makna yang paling dahsyat, yakni tentang berbagi yang tidak bisa dipisahkan dalam semangat berpuasa.

 

Dalam rangka menyemangati bulan Ramadan, dianjurkan bagi setiap manusia untuk saling  berbagi. Berbagi dalam hal ini banyak macamnya, seperti berbagi rejeki, kebaikan, infaq, sodaqoh, kesempatan, dan lain-lain. Adapaun nilai-nilai berbagi tersebut dipertegas dengan adanya zakat yang harus ditunaikan bagi yang mampu.

 

Abdulloh Mas’ud, S.Ag., guru PAI SMPN 23, bahwa semangat berbagi harus selalu kita gelorakan terus menerus dalam kehidupan kita, khususnya para siswa. Bulan Ramadan yang selalu hadir setiap tahun, menyadarkan kita kembali pentingnya mengimplementasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut. Dengan demikian diri kita selalu melakukan dekonstruksi nilai untuk menanggalkan terhadap budaya-budaya egoisme dan individualisme yang melekat pada diri kita, tambahnya.

 

Masih menurut Mas’ud, berbagi kepada sesama--merupakan sifat yang sangat mulia, karena sifat ini memiliki makna solidaritas yang kuat terhadap aktualisasi manusia dalam menjalankan agama. Dengan berbagi yang dilakukan dengan cara ikhlas, sekaligus menggugah kesadaran baru manusia bahwa sebenarnya dalam diri manusia tidak bisa bergantung kepada dirinya sendiri. Manusia harus mampu interaksi dengan manusia lainnya dalam segala aspek kehidupan. Sifat berbagi yang dimiliki manusia merupakan bentuk pengejewantahan perekat manusia dengan manusia yang lain, pungkasnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan