MERDEKA !!! Balaikota Surabaya terus mempercantik diri menjelang detik-detik upacara bendera 17 Agustus 2017. Pagi ini suasana Balaikota ramai oleh aneka bendera dan hiasan warna merah-putih. Panggung hiburan dan tenda bagi para tamu sudah tertata rapi. Upacara tahun ini mengusung tema "Indonesia Kerja Bersama".Tepat pukul delapan pagi 17 Agustus 2017 seluruh peserta yang terdiri dari Forpimda kota Surabaya, tokoh masyarakat, pimpinan parpol dan ormas, kepala OPD, siswa  pelajar Surabaya dan para tamu undangan bersiap untuk memulai Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia. Bertugas sebagai inspektur Upacara Walikota Surabaya Tri Rismaharini tampak siap dan tegap mengenakan seragam putih berdiri di atas podium.

 

Selain itu, usai upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, Wali Kota juga menyampaikan beberapa hal kepada warga Surabaya. “Kita sudah belajar dari sejarah bahwa kita pernah sulit merdeka sehingga sampai dijajah 350 tahun. Hal itu terjadi karena saat itu warga Indonesia terpecah belah dengan politik devide et impera,” kata Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya usai acara Peringatan Hari Kemerdekaan di Balai Kota.

 

Untuk itu, dirinya berpesan kepada warga Surabaya untuk tidak terpecah belah kembali. Hal ini sudah disepakati dalam Sumpah Pemuda di Tahun 1928 lalu yang menyatakan Satu Bangsa, Tanah air dan Bahasa Indonesia. “Jika kita berbicara perbedaan lagi, kita akan mundur ke belakang,” kata Tri Risma.

 

Wali Kota Surabaya juga menambahkan, penjajahan di masa depan sangat berbeda dengan penjajahan di masa lalu.  Bentuknya, mungkin secara individu merdeka tetapi masyarakat akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, susah mencari uang dan makan. “Untuk itu, jangan sampai terulang kembali. Jangan sampai kita mulai kembali dari nol. Kita harus maju dan jauhi perpecahan,” tambah Wali Kota Surabaya.

 

Selanjutnya, kata Wali Kota Surabaya, di masa depan juga memiliki tantangan lebih berat karena musuh yang dihadapi tidak terlihat. Contohnya saja seperti tantangan dari segi ekonomi atau narkoba yang menyerang anak-anak muda. Terlebih lagi, apabila kalau saling menjelekkan di media sosial.

 

“Kalau kita habiskan waktu dengan menjelek-jelekkan orang lain, itu berarti kita mundur. Padahal di tempat lain berjalan maju. Ini berarti kita dijajah kembali,” kata Wali Kota. Oleh sebab itu, benteng untuk menghadapi permasalahan dan tantangan di masa depan, yaitu disiplin, kerja keras dan bergandengan tangan.

 

Sebelumnya, Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 Tahun di Taman Surya Balai Kota Surabaya berlangsung sangat meriah. Dalam upacara kali ini, tidak hanya sekedar pengibaran bendera saja tapi ada juga penampilan dari ratusan pelajar Surabaya yang tampil memukau. Selain itu, beberapa penghargaan diberikan kepada beberapa pihak yang sudah membantu Pemerintah Kota Surabaya selama ini.

 

Acara pun ditutup dengan penampilan drama kolosal oleh 700 pelajar SMP Se-Surabaya. Dalam drama kolosal ini, para pelajar menampilkan suasana Surabaya ketika Proklamasi dibacakan oleh Presiden Pertama RI Soekarno. Selain itu, dalam drama ini juga para pelajar juga menyanyikan lagu perjuangan Indonesia dihadapan para tamu undangan dengan sangat meriah.

Saat menyanyikan lagu perjuangan ini, Wali Kota Surabaya juga diajak ikut menyanyi dan bergandengan tangan dengan para pelajar yang menunjukkan eratnya kebersamaan. Bahkan, salah satu penyanyi yang bernama Febria, merupakan pelajar disabilitas yang memiliki kekurangan tidak bisa melihat. Usai bernyanyi, Wali Kota mengapresiasi Febria yang tampil dihadapan banyak tamu undangan yang hadir dengan sangat bagus.

 

“Febria, saat ini kamu gak sendiri. Sekarang kamu punya banyak teman, didepanmu ada para tamu undangan dan para veteran termasuk teman-teman pelajar lainnya,” ujar Wali Kota Kepada Febria.

 

KARTU PELAJAR DAN RUMAH UNTUK VETERAN

 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan, dengan adanya Kartu Pelajar Surabaya ini, nantinya pelajar Surabaya bisa menikmati berbagai macam fasilitas yang ada di Kota Surabaya. Seperti halnya untuk memasuki ruangan Co-working Space dan kolam renang. Kartu pelajar ini akan dibagikan kepada seluruh pelajar SD dan SMP di Kota Surabaya.

 

 “Jadi, nantinya kolam renang itu akan benar-benar diperuntukan untuk pelajar di Surabaya. Caranya ya dengan menunjukkan Kartu Pelajar Surabaya ini,” kata Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya (17/8).

 

Kolam renang ini sedang dipersiapkan oleh Pemkot Surabaya yang akan disebar di beberapa titik. Menurut Wali Kota Surabaya, kolam renang ini akan dibagi menjadi dua tipe, yaitu kolam renang untuk anak kecil dan kolam renang aquatic seperti halnya olimpiade. Lokasinya, kolam renang aquatic direncanakan akan dibangun di Balas Klumprik. Sedangkan kolam renang anak kecil akan tersebar di Selatan, Timur dan Utara Kota Surabaya.

 

Seperti diketahui, Kartu Pelajar Surabaya ini memiliki NIK yang tertera di kartunya. Sehingga, ketika terjadi sesuatu, bisa diketahui nama orang tua dan alamat tempat tinggal pelajar tersebut. Hal ini berbeda dengan kartu pelajar biasanya, yang hanya menunjukkan alamat dan nama sekolah saja. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya Kartu Pelajar Surabaya ini, para pelajar bisa membawanya setiap waktu seperti halnya membawa KTP.

 

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya juga mengatakan, ada 50 unit rumah baru yang diberikan kepada para veteran yang ada di Surabaya. Sementara, masih belasan rumah tersebut yang sudah dihuni oleh para veteran.

 

“Ini karena Pemkot Surabaya tidak mempunyai hak menentukan siapa saja veteran yang akan menempati. Verifikator untuk bisa menghuni berasal dari Korem dan veteran. Nantinya rumah tersebut juga bisa dihuni oleh para veteran sampai beliaunya meninggal,” kata Wali Kota. (Humas Dispendik Surabaya)

Menanaman jiwa nasionalisme kepada para siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yakni dengan menanamkan pentingnya menjaga lingkungan sekolah untuk tetap bersih dan sehat.

 

“Para siswa kami ajarkan untuk memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan”, ujar Banu Atmoko Kepala SMP PGRI ketika mendampingi siswa-siswinyaa membersihkan selokan, pagi tadi Rabu (16/08).

 

Banu menuturkan selain membersihkan selokan, para siswa ada juga yang menyapu halaman sekolah sampai me-”ngosek” kamar mandi. Tidak hanya itu, para siswa juga mampu mengolah limbah plastik menjadi hal bermanfaat untuk kegiatan ecopreneur.

 

“Mereka juga  mengumpulkan gelas dan botol air mineral yang tidak terpakai untuk kegiatan pelestarian lingkungan”.

 

Banu menambahkan, selain itu tujuan dari kegiatan ini sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme dari peserta didik  serta mengikuti berbagai  program pelestarian lingkungan yang dicanangkan pemerintah. (Humas Dispendik Surabaya)

Peningkatan mutu dan kualitas Lembaga Kursus dan Pelatihan  (LKP) dalam memberikan layanan pendidikan non formal yang berkualitas terus dilakukan Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) melalui beragam pembinaan.

 

 

“Pembinaan ini bertujuan tidak hanya kepada lembaga namun juga para instrukturnya”, ujar Kasi Penmas Dispendik Thussy Apriliyandari, pagi tadi Rabu (16/08) di ruang Bung Tomo.

 

Thussy menjelaskan ada dua  rumpun yang mendapatkan pembinaan dari tujuh rumpun yang ada. Pertama, rumpun jasa dan rumpun teknik dan TIK menurutnya semua rumpun nantinya mendapatkan pembinaan yang serupa agar memiliki standard yang sama.

 

Sementara itu, Bidang PAUD, Penmas, Kesenian dan Olahraga Pendidikan Siti Asiyah Agustini berujar ada beberapa materi yang akan disampaikan oleh narasumber ketika pembinaan berlangsung.

 

Mulai dari bagaimana memberikan sebuah layanan prima, pelatihan komunikasi yang efektif, sikap dan etika sampai dengan pelatihan kewirausahaan.

 

     “Narasumber profesional di bidangnya kami datangkan untuk menjadikan LKP di Surabaya semakin berkualitas”. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan