Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Sinergi Cetak Bibit Atlit

Surabaya memfasilitasi Pelantikan 12 Pengurus Kabupaten/Kota Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Se-Jawa Timur Masa Bhakti Tahun 2014-2018. Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Wanita Kota Surabaya, Kamis (20/11). Sebanyak 12 Kabupaten Kota yang dilantik pada hari ini.


 Ibu Hendro Gunawan, Ketua Perwosi Surabaya mengatakan, akan bersama-sama dengan pemerintah menyehatkan masyarakat. Menurutnya, Perwosi menjadi wadah bagi ibu-ibu untuk menggerakkan keluarga. 


 Sunardi, KONI Surabaya berharap hubungan antara Perwosi kedepan menjadi lebih baik. Perwosi dapat melakukan seleksi untuk bidang olahraga prestasi. Menurutnya, Perwosi lah satu-satunya yang dapat mencari bibit-bibit atlet berprestasi. 


 Sedangkan, Fatma Saefullah Yusuf, Ketua Pengurus Perwosi Jatim mengatakan, ia menyambut baik dan gembira atas pelantikan pengurus Perwosi Kabupaten/kota yang baru. Ia berharap ajang tersebut dapat mewujudkan efisiensi biaya dan menjadi ajang silaturahim untuk bertukar pikiran dan pengetahuan.

 

Perwosi diharapkan mampu berperan serta dalam mencari bibit-bibit atlet. Perwosi dapat menghubungkan ke KONI setempat untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

 

Sementara itu, Ibu Shinta Setia Ikhsan menjabat sebagai ketua II Perwosi Kota Surabaya. Turut hadir dalam kesempatan ini Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM.


Hendro Gunawan, Sekretaris Daerah Kota Surabaya menghimbau agar pengurus Perwosi yang baru berjalan dengan baik. Ia juga berharap Perwosi dapat bersinergi dengan KONI untuk mencetak bibit-bibit atlet. (Humas Dispendik Surabaya)

Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 Lewat Angket

     Guna mengkaji pelaksanaan dan pendampingan kurikulum 2013 yang saat ini tengah berlangsung di sekolah-sekolah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPM) UNESA melakukan monitoring dan evaluasi kepada beberapa siswa dan tenaga kependidikan.

      Pagi tadi (20/11), pelaksanaan monitoring dan evaluasi dengan menggunakan metode penyebaran angket dilakukan kepada para siswa, guru, kepala sekolah, serta pengawas. Acara tersebut berlangsung di aula belakang kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya.

       Petugas pelaksana monitoring UNESA, Dr. Raharjo, M. Si menjelaskan secara garis besar, materi penelitian yang terdapat di angket meliputi pelaksanaan pelatihan guru, pelaksanaan pelatihan kepala sekolah/pengawas, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pendampingan, dan pengadaan buku sasaran.

       "Hal tersebut kami lakukan sesuai dengan Surat Sekretaris Jenderal Kemdikbud No. 10242/SAM-UKMP3/KR/2014 tentang Monitoring Implementasi Kurikulum 2013", imbuhnya.

        Sementara itu, Kasi Kurikulum Dikmenjur Mamik Suparmi, M. Pd menjelaskan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kurikulum 2013 di surabaya diikuti oleh setiap perwakilan  jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK.

       Lebih lanjut, Mamik menambahkan dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum 2013, Dispendik telah melakukan pendampingan kepada semua guru, melalui dari pelatihan calon guru pendaming hingga pelaksanaan di lapangan.

        "Apa bila para guru mengalami kesulitan dalam memahami serta melaksanakan kurikulum 2013, Dispendik telah menyediakan klinik kurikulum 2013 guna membahas hal tersebut secara online". (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information