Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Kadispendik Lepas 98 Atlit Untuk Mengikuti POR SD Jawa Timur

     Sebanyak 98 atlit dan 20 official dilepas secara resmi dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr, Ikhsan, S.Psi, MM di Kantor Dispendik Surabaya Jalan Jagir Wonokromo 354-356 Surabaya untuk mengikuti Pekan Olah Raga (POR) SD tingkat provinsi yang diadakan di Gresik selama lima hari, Minggu (28/10).

    Sembari memotivasi para atlit dengan menyerukan yel-yel pelajar Surabaya. Kadispendik Ikhsan  menghimbau para atlit untuk tetap selalu menjaga kekompakan, patuh kepada arahan pelatih dan guru, disiplin waktu dalam mengikuti jadwal pertandingan serta dapat menjadi tauladan bagi daerah-daerah lain.

    Sementara itu, Kepala Bidang Kesinan OR, dan PLS Dispendik Surabaya Drs. Dakah Wahyudi, M.Pd menerangkan bahwa selama kurang lebih satu bulan Dispendik Surabaya telah mempersiapkan para atlit dengan berbagai macam pembinaan, pelatihan serta diklat. Tidak hanya itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan baik antara para atlit, orang tua, pelatih, guru. "Target kami menjadi juara umum". 

    Melati, atlit  cabang olah raga (cabor) bulu tangkis dari SDN Karah 1 mengaku bangga bisa mengikuti POR SD tingkat provinsi. Dirinya mengaku bahwa selama ini telah mendapatkan pembinaan dengan baik dari para pelatih. "Kami harus bisa mempersembahkan medali untuk Surabaya", ungkapnya.

    Pada kesempatan ini, Kadispendik Ikhsan turut meninjau langsung ke dalam bus, guna memastikan apakah para atlit sudah terfasilitasi dengan baik. Didalam bus, Ikhsan juga mengarahkan para atlit untuk menempati tempat duduk yang telah dipersiapkan."Kami ingin para atlit terlayani dengan baik, sehingga nantinya mereka dapat lebih bersemangat untuk meraih juara". (Humas Dispendik Surabaya)

Pengelolaan Anggaran yang Sesuai Kebutuhan, Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan

     Pengelolaan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan sebagai upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan merupakan sebuah upaya Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya dalam mewujudkan sebuah pendidikan yang berkualitas untuk semua dan demi tercapainya Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional.

     Melalui evaluasi diri sekolah (EDS) yang nantinya sebagai dasar dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran sekolah (RKSA) serta sebagai wujud implementasi kurikulum 2013, diharapkan penggunaan keuangan sekolah dapat benar-benar dipergunakan sesuai dengan kebutuhan dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan sebuah sekolah.

    Jumat (26/10), bertempat di Hotel Royal Orchids, Batu. Dalam rangka seminar tentang Kajian Problematika Pembiayaan Pendidikan yang diadakan oleh Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dispendik Surabaya ditunjuk sebagai salah satu percontohan terkait pembiayaan pendidikan.

    Ditunjuknya Surabaya sebagai percontohan terkait pembiayaan pendidikan, karena selama ini Dispendik Surabaya telah berupaya dalam mewujudkan sebuah pengelolaan anggaran sekolah yang sesuai kebutuhan.

    Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM dalam paparannya dihadapan para kepala dinas se-Jawa Timur mengungkapkan bahwa saat ini pengembangan pendidikan di Surabaya terfokus pada tiga hal. Yakni, pengembangan guru, siswa dan sekolah. 

    Ikhsan menambahkan, khusus untuk pengelolaan anggaran sekolah, Surabaya telah menerapkan sistem EDS yang mengacu kepada penyusunan RKAS. Dari hasil penilaian EDS yang sesuai dengan delapan standar nasional pendidikan, maka nantinya akan terlihat mana-mana yang perlu ditingkatkan. Sehingga anggaran sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan. (Humas Dispendik Surabaya)

 

Additional information