Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Tingkatkan Kualitas Mengajar, Dispendik Latih Para Tutor

     Guna meningkatkan kualitas pendidikan di kota Surabaya, khususnya bagi para tutor yang mengajar kejar paket A. Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para tutor kejar paket A.

      Bertempat di SMPN 39 Surabaya (27/06). Sebanyak 60 tutor dari berbagai pusat kegiatan masyarakat (PKBM) yang menyelenggarakan kejar paket A di Surabaya mendapatkan pembinaan dan pelatihan.

     Kasi Pendidikan Masyarakat (Penmas) PLS Dispendik Surabaya Drs. Hairul Fatah mengungkapkan, pembinaan dan pelatihan yang diberikan kepada para tutor ini bertujuan untuk memotivasi para tutor agar terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme. "Harapan kami dengan pelatihan yang diberikan, para tutor dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswanya,".

     Hairul juga menambahkan, bahwa dengan meningkatnya kualitas dan profesionalisme pengajaran, diharapkan nantinya menjadikan Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional.

    Tidak hanya itu, Edi Basuki dari BP-PAUDNI 02 Surabaya juga mengajak para tutor untuk terus bersemangat dalam memberikan pendidikan kepada masyakarat, khususnya untuk para tutor yang mengajar kejar paket. "Walaupun saat ini, peminat siswa yang mengikuti kejar paket A  menurun, kita tidak boleh berkecil hati, terus tingkatkan mutu dan kualitas pengajaran kepada siswa", ungkapnya.  (Humas Dispendik Surabaya)

Dispendik Bagikan 26.282 Blanko Ijazah SD

     Dalam rangka pembagian ijazah SD yang akan dilakukan oleh SD se-Surabaya. Kemarin (27/06), bertempat di gedung aula PLS Dispendik Surabaya, sebanyak 26.282 blanko ijazah SD telah dibagikan kepada 31 kepala UPTD-BPS, ketua sub rayon dan pengawas SD menerima blanko ijazah SD untuk selanjutnya didistribusikan ke SD se-Surabaya.

    Pada kesempatan ini, Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar (Pendas) Dispendik Surabaya Drs. M. Masykhur, M.Si menghimbau kepada para kepala UPTD-BPS, ketua sub rayon dan pengawas SD agar ketika menuliskan data siswa ke dalam blanko ijazah harus menggunakan pena yang tintanya tidak mudah hilang, serta tidak boleh di print. "Ini sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan Pustendik Kemdikbud", tandasnya.

    Masykhur juga menambahkan bahwa sebelum blanko ijazah dibagikan kepada sekolah-sekolah. Kepala UPTD-BPS, ketua sub rayon dan pengawas SD wajib melakukan verifikasi blanko ijazah. "Nanti para kepala UPTD-BPS, ketua sub rayon dan pengawas SD yang telah menerima blanko ijazah, langsung dilakukan verifikasi blanko ijazah disini, sebelum di bawa keluar ruangan". (Humas Dispendik Surabaya)

 

Additional information