Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

34.000 Masker Dibagikan ke Sekolah

     Tadi pagi, debu vulkanik akibat erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Kediri mengakibatkan dampak pencemaran udara yang sangat luar biasa di Surabaya. Hal tersebut tentu membahayakan kesehatan para siswa yang hendak pergi sekolah.

     Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM mengambil langkah dengan menginstruksikan sekolah-sekolah di Surabaya untuk meliburkan sementara para siswanya sampai kondisi benar-benar membaik.

     Tidak hanya itu, Dispendik juga membagikan sebanyak 34.000 masker kepada sekolah-sekolah di Surabaya. Pembagian masker yang berasal dari Dinas Kesehatan tersebut dimpin langsung oleh Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M.Si.

    Pada kesempatan ini, Aston mengecek dan mendata langsung sekolah-sekolah yang menerima bantuan masker tersebut. Tampak pada gambar di atas, para staf dilingkungan Dispendik turut membantu membagi ribuan masker kepada sekolah-sekolah di Surabaya.

    Tujuan pembagian masker ini, merupakan langkah pertama yang diambil oleh Dispendik dalam melindungi serta menjaga kesehatan para siswa dari pencemaran udara yang diakibatkan oleh debu vulkanik Gunung Kelud. (Humas Dispendik Surabaya)

Jelang Adisiswa Fiesta 2014, Dispendik Lakukan Gelar Konferensi Pers

     Kemarin, (14/02) Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya menggelar konferensi pers bersama para wartawan baik cetak maupun elektronik di ruang rapat kantor Dispendik Surabaya.

     Koordinator acara Adi Siswa fiesta 2014 Thussy Apriliyandari menerangkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh kurang 3200-an pelajar berprestasi dari berbagai jenjang mulai dari SD hingga tingkat SMA. "Sampai hari ini (kemarin, red), panitia telah mengumpulkan data sebanyak 3.200-an pelajar breprestasi, dan mungkin jumlah itu akan terus bertambah hingga hari penutupan (Jumat 14/01)".

     Terkait tentang siswi hamil yang mengikuti unas, pada kesempatan yang sama Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM bersama perwakilan RSUD dr. Soewandhie dan Bapemas & KB Kota Surabaya menerangkan bahwa Dispendik didukung RSUD dr. Soewandhie dan Bapemas & KB Kota Surabaya akan melakukan pendampingan kepada siswi hamil agar siswa tidak mengalami stres yang bertubi-tubi ketika menghadapi unas.

     "Sebelumnya mereka sudah stres ketika mengetahui dirinya hamil, lalu  stres lagi ketika kehamilannya diketahui orang. Dan kini mereka harus belajar untuk unas. Jadi stresnya makin bertubi-tubi." kata Ahli Kandungan RSUD dr Soewandhi dr Masyhudi, SpOG.

      Dari sisi kesehatan, ibu hamil yang mengalami stres akan berdampak sangat buruk terhadap dirinya maupun janin yang dikandung bahkan dapat berakibat fatal sehingga bisa mengancam jiwa ibu dan janinnya.

     Ikhsan memastikan tidak akan menghalangi hak anak untuk mendapat pendidikan, termasuk mengikuti ujian nasional (unas). Tetapi sebelum itu, dia harus memastikan dahulu kondisi fisik dan mental psikologis anak.

     " Jangan sampai dia mengikuti unas hanya semata-mata desakan orang tua atau pihak lain tanpa mempertimbangkan kondisinya". Kami juga telah menyiapkan kejar paket untuk mereka. "Jangan dianggap remeh kejar paket tersebut, karena saat ini banyak siswa home schooling, sekolah internasional yang ujiannya lewat kejar paket". (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information