Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Dispendik Gelar Seleksi Calon Kepala TK Negeri

Kamis (22/01), Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya selenggarakan seleksi calon kepala TK Negeri Pembina Surabaya. Acara tersebut berlangsung di gedung aula PLS kantor Dispendik Surabaya.

 

Kasi Tenaga Non Fungsional Verawati, S. Sos menjelaskan seleksi ini bertujuan untuk mengisi kursi calon kepala TK Negeri Pembinan yang sebentar lagi memaasuki masa pensiun. Penjaringan peserta calon kepala TK yang berasal sebagian berasal dari guru DPK telah dilakukan semenjak bulan Oktober tahun lalu melalui pengumuman website. Salah satu kriteria yang menjadi syarat untuk mengikuti seleksi calon kepala TK ini ialah mengumpulkan portofolio.

 

Dari hasil pengumpulan portofolio yang dihimpun oleh Dispendik Surabaya, maka sebanyak empat orang guru DPK Negeri mengikuti tes tulis yang diselenggarakan, Hari Ini  (22/01). Keempat peserta calon Kepala TK tersebut mengerjakan sebanyak 120 soal. Soal-soal  berisi tentang berbagai uji kompetensi layaknya seleksi calon  guru berpretasi.

 

“Dalam kesempatan ini, para guru yang mengikuti tes tulis tampak bersemangat menjawab pertanyaan dari soal-soal pilihan ganda”, ujar Vera ketika memantau langsung pelaksanaan tes tulis calon kepala TK Negeri Pembina.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagaan Ir. Yusuf Masruh mengungkapkan rangkaian seleksi calon kepala TK meliputi seleksi portofolio, kemudian tes tulis, lalu selanjutnya tes wawancara sekaligus pemaparan program pengembangan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan khususnya bagi pengembangan TK Negeri Pembina.

 

“Seleksi ini untuk menjaring calon kepala TK Negeri Pembina yang bermutu dan berkualitas”.

 

Yusuf menambahkan dari keempat calon peserta tersebut akan dipilih satu kandidat yang nantinya akan menjadi kepala TK Negeri Pembina di periode kepemimpinan mendatang. (Humas Dispendik Surabaya)

Sekolah Bebas Narkoba, Remaja Harapan Bangsa

Makin tingginya angka pengguna narkoba (narkotika dan obat-obatan berbahaya)  dikalangan remaja,  dewasa ini  menuntut kepedulian bersama untuk segera melakukan pencegahan. Dari data BNN Pusat yang bekerjasama dengan Universitas Indonesia, pengguna narkoba tahun 2015 mencapai 5 juta orang lebih. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti dalam sosialisasi penanggulangan narkoba kepada puluhan guru BK SMPN  se-Surabaya di ruang aula bawah kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, tadi (22/01).

 

Suparti menambahkan sesuai dengan dengan UU Narkotika No.  35 Tahun 2009 pasal 54, korban pecandu atau pengguna narkotika dapat direhabilitasi. Secara teknis, penyidik dari kepolisian yang telah memeriksa selama kurang lebih tiga hari dan dinyatakan korban sebagai pengguna dapat mengajukan surat kepada BNN untuk segera dilakukan asessmen. Sebelum mendapatkan rehabilitasi korban pecandu narkoba tersebut terlebih dahulu dilakukan asessmen, setelah itu BNN akan memberikan pendampingan kepada korban pecandu narkotika tersebut.

 

Lebih lanjut Suparti menerangkan, saat ini BNN memiliki sebuah institusi yang bertugas melakukan rehabilitasi kepada para pencandu narkoba yakni Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Masyarakat yang mengetahui orang terdekat ataupun saudaranya sebagai korban penyalahgunaan narkotika diharapakan melapor melalui IPWL ini. Suparti menjamin akan merahasiakan data diri korban tersebut untuk selanjutnya dilakukan rehabilitasi.

 

“Saya harap pengetahuan ini dapat disampaikan kepada para siswa dan orang tua sebagai upaya penyelamatan  generasi muda penerus bangsa dari bahaya narkotika”, ungkapnya.

 

AKBP Firmansyah dari BNN Propinsi mengungkapkan program penanggulangan bahaya narkotika dikalangan pelajar merupakan tanggungjawab bersama, oleh karena itu nantinya dalam kegiatan penyuluhan bahaya narkotika di sekolah-sekolah akan diisi beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut diantaranya FGD, pembentukan satgas anti narkoba, kemudian pembinaan satgas tersebut.  Dalam penyuluhan ke sekolah-sekolah, selain sosialisasi juga akan di lakukan tes urin kepada para siswa.

 

“Saat ini paling marak peredaran narkoba di kalangan para siswa, yakni pil koplo. Untuk itu kami siap melakukan penyuluhan kapan saja, sekolah dapat menghubungi saya langsung di  no. 081333599959”, tuturnya.

 

Badi, narasumber BNN Kota Surabaya menguraikan, peran guru dalam hal ini ialah memperhatikan perilaku siswa yang dianggap telah menyimpang, dapat melakukan razia jika ada yang dicurigai menggunakan narkoba, serta memberikan pembinaan kepada siswa terhadap bahaya narkotika.

 

Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menyampaikan para guru BK yang mendapatkan penyuluhan ini berasal dari pembina ekstrakurikuler konselor sebaya yang telah dilatih. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan wawasan yang luas tentang penanganan pencegahan penyalahgunaan narkotika di sekolah masing-masing.

 

Acara penyuluhan penanggulangan narkotika  ini ditandai dengan penyematan pin yang dilakukan oleh Kasi Penmas Thussy Apriliyandari, SE kepada salah satu guru BK.  (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information