Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Lomba TRP, Upaya Lestarikan Budaya Lokal

      Masih dalam rangka lomba Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi, Kemarin (24/01) bertempat di kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, Dispendik adakan lomba tata rias pengantin. Dengan mengambil tema mengangkat kebudayaan lokal, sekitar delapan LKP rias pengantin berlomba-lomba untuk menunjukkan hasil kreasi rias pengantin surabaya yakni, Manten Pegon.

      Kasi Penmas PLS, Thussy Apriliyandari, SE mengungkapkan lomba tata rias pengantin (TRP) ini merupakan lomba penutup dalam pelaksanaan Jambore PTK PAUDNI Berprestasi 2015. Selain sebagai kegiatan lomba, lomba TRP ini merupakan sebuah wujud upaya dalam melestarikan budaya daerah yang kian tergerus oleh zaman.

      Anita Kastur, peraih juara I dalam lomba TRP mengungkapkan tidak ada persiapan khusus dalam lomba yang diselenggarakan ini, namun perlu memperhatikan detail-detail dari budaya manten pegon yang akan ditampilkan.

    Setelah model dari LKP telah dirias, mereka dengan penuh percaya diri menunjukkan aksinya di catwalk dadakan yang disiapkan panitia di halaman tengah kantor Dispendik. Turut menyaksikan peragaan lomba TRP tersebut, Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya Drs. Eko Haryanto, MM didampingi Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM.

(Humas Dispendik Surabaya)

      

Bersama Kecamatan dan Puskesmas, Siap Sukseskan UKS

     Kesuksesan sebuah pelakasanaan program dibutuhkan adanya dukungan dari setiap pihak untuk bersama membangun serta memajukan program tersebut agar tercapai keberhasilan.

     Kemarin (24/02) bertempat di ruang aula PLS kantor Dinas Pendidian Kota (Dispendik) Surabaya,  perwakilan dari 31 kecamatan dan puskesmas yang tersebar di wilayah Surabaya mengikuti rapat kerja daerah (Rakerda) UKS. Rakerda UKS tingkat kota  dibuka secara resmi oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya Drs. Eko Haryanto, MM.

      Dalam sambutannya, Eko mengungkapkan kecamatan dengan puskesmas serta pihak dari sekolah diharapkan turut bersama mengimplementasikan delapan gol UKS. 

      Delapan golongan UKS yang bertujuan mencipatakan generasi muda sehat, cerdas, berkualitas, terbebas dari bahaya rokok, kenakalan remaja, narkoba, HIV/AIDS, kehamilan pra nikah/pergaulan bebas, cacingan, anemia, serta terbebas dari hepatitis B.

      "Jika ada siswa yang sakit di sekolah hendaknya harus terlebih dahulu dirawat oleh UKS kemudian apabila penyakitnya kian parah dapat dirujuk ke puskesmas terdekat atau rumah sakit daerah".

       Eko menambahkan, peranan kecamatan dan puskesmas sangat dibutuhkan dalam melakukan kegiatan pencegahan penyakit demam berdarah yang dewasa ini kian berkembang ditengah musim penghujan. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah koordinasi yang baik di setiap instansi.

       Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM mengemukakan bahwa dalam menyukseskan gerakan UKS di kota Surabaya dibutuhkan adanya sebuah dukungan, sehingga program tersebut dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

       Ikhsan menyampaikan,  saat ini yang paling penting ialah menanamkan perilaku/kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada siswa. Melalui pembentukan perilaku tersebut anak akan menjadi  tahu pentingya menjaga kesehatan dirinya sendiri. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information