Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Lewat Pembelajaran Tematik, KBM Jadi Menyenangkan

     Suasana salah satu ruang kelas di SD Sekolah Alam Insan Mulia (SIAM) berubah tidak seperti biasanya. Tempat duduk serta meja kelas tertata apik layaknya sebuah restoran ataupun cafe. Para siswa  dengan cekatan mengambil masakan dari dapur mini di luar kelas, kemudian masakan tersebut mereka sajikan secara apik hingga menggugah selera kuliner.

     Siapa sangka, kegiatan pembelajaran memasak tersebut dilakukan oleh para siswa-siswi kelas IV SD SAIM. Isna guru pengajar di SD SAIM menuturkan bahwa kegiatan memasak ini merupakan rangkaian dari pembelajaran tematik yang diterapkan di sekolah tersebut.

      Awalnya para siswa terlebih dahulu menyiapkan ladang yang terletak di samping kelas, kemudian mereka menanam benih-benih sayuran mulai dari benih kangkung, bayam, dan sawi tertanam di situ. Mereka juga tak lupa merawat tanaman tersebut dengan memberikan pupuk dan menyiraminya setiap hari.

     Setelah kurang lebih satu bulan, tanaman tersebut mulai dapat dipetik. Nah, pada hari ini (29/10) para siswa panen tanaman tersebut dan kemudian memasakan secara bersama-bersama.

      Dalam kegiatan memasakan tersebut, para siswa dibagi menjadi 10 kelompok, tiap-tiap kelompok menyajikan masakan yang berbeda. Seperti Angga dan Farel, kedua siswa tersebut menyajikan mie sawi, omlet sawi, kentang goreng dan milkshake. Bahan-bahan sayuran tersebut mereka dapat dari hasil bercocok tanam kebun samping kelas. Tak lupa mereka memberi nama kelompok mereka dengan La-Cafe.

       Isna menambahkan, banyak pengalaman pembelajaran yang para siswa dapatkan dari kegiatan ini. Para siswa dapat mengenal bagian-bagian tanaman, seperti batang, tulang daun dan dapat membedakan jenis sayuran.

       Untuk kegiatan sosialnya yakni menanamkan kerjsama dan gotong royong yang kuat dalam sebuah kelompok. Mereka juga mempresentasikan sajian makan mereka kepada tim juri. Selain itu, mereka juga menghitung jumlah porsi makanan yang akan mereka sajikan, ditambah dengan penanaman nilai-nilai kejujuran lewat pelajaran aqidah.

      Ruangan kelas berubah tambah meriah ketika Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM bersama Kepala SD SAIM Agus Anang Fatoni menjdai juri dalam kegiatan tersebut.

       Ikhsan begitu mengapresiasi kegiatan cooking class ini, karena para siswa selain mendapatkan materi pembelajaran tematik, juga merupakan pengembangan potensi siswa di bidang non akademik.  "Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan banyak pengalaman belajar, semoga dapat menjadi bekal dikemudian hari kelak", tuturnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Seleksi Pelajar Pelajar Pelopor, Masuki Tahap FGD

     Suasana serius nan santai hiasi ruang aula atas kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya, sekitar 20 pelajar SMP dan SMA/K yang kemarin telah lolos seleksi tes tulis pemilihan pelajar pelopor 2014 mengikuti tes selanjutnya, yakni mengikuti focus group discussion (FGD) dan kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara.

     Kasubag Umum dan Kepegawaian Retnowati, S. Sos menjelaskan rangkaian pemilihan pelajar pelopor 2014, yakni dari 250 pendaftar yang melakukan pendaftaran secara online, kemudian diseleksi kembali portofolio yang mereka kumpulkan, nah kemudian dari seleksi portofolio yang masuk maka tinggal 50 peserta yang kemudian mengikuti seleksi tes tulis di SMPN 39.

      Kemarin (28/10), dari hasil seleksi tes tulis maka terpilihlah 20 pelajar SMP dan SMA/K yang mengikuti focus group discussion (FGD) dan kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara. "Dari 20 peserta tersebut nantinya akan dipilih 6 pelajar pelopor tingkat SMP dan 6 pelajar pelopor tingkat SMA/K, jadi total ada 12 orang yang akan menjadi para pelajar pelopor 2014".

     Martadi, salah seorang juri pelajar pelopor 2014 menuturkan, bahwa dalam tes wawancara para peserta memaparkan tentang berbagai macam konsep kepeloporan yang akan mereka lakukan.

     Seperti halnya, Elang Tri pelajar dari SMPN 22 tersebut memaparkan tentang pentingnya mencontohkan penerapan pendidikan karakter bagi anak seusianya. Menutunya dengan penanaman nilai-nilai agama serta karakter yang sesuai dengan keribadian bangsa, tindakan korupsi dapat dicegah sedini mungkin.

     Berbeda dengan Elang, Talitha Aurora pelajar asal SMPN 1 lebih condong mengulas tentang penanaman cinta lingkungan kepada teman sebayanya karena terinspirasi dengan sekolah adiwiyata yang berhasil ia kembangkan bersama teman-temannya di SMPN 1. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information