Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Sambut Walikota dan Cetak Rekor Muri, 1.000 Siswa Padati Halaman Taman Surya

Surabaya tampaknya mulai akrab dengan penghargaan level internasional. Beberapa award dari luar negeri sudah menghiasi lemari-lemari di balai kota. Setelah Asian Townscape Award (ATA) 2013 dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang diberikan kepada Taman Bungkul sebagai taman kota terbaik, terbaru Surabaya dianugerahi Socrates Award dari Europe Business Assembly (EBA).

EBA adalah perusahaan independen berbasis di Inggris yang memberi perhatian terhadap pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya. Sebagai organisasi non-pemerintah, EBA mempromosikan transformasi ekonomi praktis, pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan. Setiap tahunnya, EBA menyelenggarakan London Summit of Leaders yang merupakan forum para pengusaha jasa konstruksi, produsen bahan bangunan, perusahaan arsitektur, lembaga penelitian, organisasi komersial, arsitek dan desainer, serta investor dari lebih dari 30 negara di Eropa, Asia, Afrika dan Amerika. Di sela-sela forum tersebut juga dilakukan penyerahan Socrates Award kepada para pemenang.

Pada penyelenggaraan kali ini, Surabaya berhasil meraih Socrates Award untuk kategori City of the Future: Innovations (Kota Masa Depan: Inovasi). Di samping itu ada pula kategori lain di antaranya, Best Construction Company, Best Architect of the Year, Best Innovative Building Product of the Year, Best Construction Project of the Year, dan Best Design Product. Capaian tersebut tentu sangat membanggakan bagi publik Kota Pahlawan mengingat Socrates Award merupakan penghargaan yang sangat prestisius bertaraf dunia.

Pada kesempatan tersebut, Risma -sapaan Tri Rismaharini- menyampaikan tentang bagaimana Surabaya mengelola manajemen perkotaannya. Sektor pendidikan, ekonomi, infrastruktur, dan lingkungan menjadi fokus utama paparan walikota.

Minggu (20/04), Kedatangan Walikota Surabaya Tri Rismaharini dengan membawa penghargaan Socrates Award disambut hangat oleh elemen warga Surabaya yang sudah sejak pagi menanti di Halaman Taman Surya. Tak mau ketinggalan ratusan siswa dari berbagai sekolah turut menyambut datangnya penghargaan tersebut.

Selain menyambut kedatangan Risma -sapaan Tri Rismaharini-, para siswa tersebut berkumpul dalam rangka pemecahan rekor Muri pegelaran tari buku dengan peserta terbanyak. Tidak tanggung-tanggung sekitar 1.000 siswa turut serta dalam pagelaran tari buku tersebut.

Dihadapan para siswa, Risma memotivasi  agar para pelajar Surabaya terus berupaya meraih kesesuksesan yang lebih tinggi dari pada yang ia raih saat ini. Kunci kesuksesan tersebut terletak pada kerja kerja keras dan pantang menyerah. “Kalau ingin berhasil jangan sekali-sekali nyontek”, tuturnya.­­ Turut hadir pada kesempatan ini, Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM.

Pada kesempatan ini, Ikhsan menghimbau agar para siswa dapat mengembangkan kemampuan bakatnya secara optimal, baik bakat di bidang akademik maupun non akademiknya. "Banyak prestasi para pelajar Surabaya yang telah di hasilkan dari pengembangan bakat ini". (Humas Dispendik Surabaya)

Peringati Hari Kartini, DWP Kantor Dispendik Adakan Festival Rujak Uleg

Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April, diperingati secara meriah oleh para ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya.

Tadi pagi (17/04), mereka menggelar festival lomba rujak uleg, tata rias wajah, serta peragaan busana guna menyemarakkan peringatan Hari Kartini tersebut. Ketua DWP Kantor Dispendik Murni Aston Tambunan menerangkan, festival lomba rujak uleg ini diikuti oleh para staf UPTD BPS se-Wilayah Surabaya serta  staf  Dispendik sendiri. Dalam lomba rujak uleg diikuti ini, diikuti oleh 18 tim, masing-masing tim terdiri dari lima orang.

Sementara itu, Ketua DWP Dispendik Shinta Setia Ikhsan dalam sambutannya mengungkapkan, makna dalam peringatan Hari Kartini tahun ini, yakni dengan semangat Kartini kita kembali kepada pancadarma wanita.

Lebih lanjut, Shinta menerangkan bahwa sebagai seorang istri wanita memilki arti yang penting, yakni sebagai pendamping suami, ibu rumah tangga, penerus keturunan dan pendidik anak, pencari nafkah tambahan, dan sebagai warga negara dan anggota masyarakat, ungkapnya.

Kegiatan festival lomba rujak uleg, dibuka resmi oleh Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM kemudian dilanjutkan dengan lomba rujak uleg. Bersama sekretaris dan para kepala bidang, Ikhsan turut membuat rujak yang bahan dasarnya terbuat dari petis tersebut.

Kemeriahan semakin bertambah ketika sorak-sorai pendukung masing-masing tim memakai beranaka ragam kostum, turut berjoget bersama para peserta dengan diiringi musik dangdut dari penyanyi electon.

Tidak berhenti sampai disini, suasana panas seolah tak dihiraukan oleh para penonton menanti para peserta lomba tata rias turun dari aula atas kantor Dispendik setelah mereka mengikuti lomba tat rias wajah. Para peserta tata rias  ini, dengan pernuh percaya diri berjalan di karpet merah memperagkan busana yang mereka bawa dihadapan para juri dan penonton yang hadir.

Acara ditutup dengan penyerahan hadiah lomba kepada para pemenang oleh Ketua DWP Dispendik, Ketua DWP Kantor Dispendik, Kadispendik, dan Sekretaris Dispendik Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information