Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Bersama Kejari dan Kepolisian, Dispendik Sosialisasi Hibah BOPDA 2014

      Selama beberapa hari, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya bersama pihak Kejaksaan dan Kepolisian sosialisasikan hibah BOPDA 2014 kepada sekolah-sekolah penerima bopda 2014. Acara tersebut berlangsung di empat titik yang berbeda yakni di SMP Angelous Custos, SMP Xing Zhong, SMPN 1 dan SMPN 28.

      Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si menerangkan salah satu tujuan diberikannya BOPDA kepada sekolah ialah menghapuskan biaya operasional sekolah dan meringankan biaya pendidikan bagi masyarakat.

      Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd ketika menutup sosialiasi hibah BOPDA 2014 di SMPN 28 menerangkan, peruntukkan hibah bopda bagi sekolah sebagai biaya alat tulis sekolah (ATS), biaya bahan dan alat habis pakai (BAHP), pemeliharaan dan perbaikan ringan, biaya transport, biaya konsumsi, biaya pembinaan siswa/ekstrakurikuler, biaya uji kompetensi, biaya praktek kerja industri, biaya pelaporan, biaya peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, biaya pengembangan kurikulum, pembelian/pengadaan sarana dan prasaranapembelajaran, biaya daya dan jasa.

        Eko menambahkan besaran BOPDA yang diberikan untuk siswa SD yakni Rp. 174.000,-/siswa/semester, untuk siswa SMP sebesar Rp. 423.000,-/siswa/semester, dan untuk siswa SMA/SMK sebesar Rp. 912.000,-/siswa/semester.

       Sedangkan Wissang Willatno  Satreskrim Tanjung Perak menuturkan sesuai  UU no. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri/orang lain/korporasi sehingga merugikan keuangan negara dapat dipidana seumur hidup dan tidak menutup kemungkinan untuk pidana mati serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp. 1 Milyar, ungkapnya. (Humas Dispendik Surabaya)

 

Bersama Koramil, SMPN 20 Buat Lubang Biopori

     Lubang resapan biopori tidak hanya berfungsi untuk memaksimalkan resapan air ke dalam tanah tetapi juga menambah volume air tanah, mengurangi  genangan air yang menjadi sarang nyamuk atau sumber penyakit , dan meningkatkan pertumbuhan tanaman di lingkungan sekitar.

      Sadar akan begitu banyaknya manfaat sekaligus sebagai upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan, kemarin (11/09) SMPN 20 bersama-sama anggota Koramil Lakarsantri membuat lubang resapan biopori di lingkungan sekolah.

      Melalui kader lingkungan yang di bina oleh SMPN 20 pembuatan lubang biopori dilakukan secara bersama. Pembuatan lubang biopori diawali dengan penanaman alat biopori yang terbuat dari paralon dengan ukuran diameter sekitar 30 cm, jarak antar lubang kurang lebih 50 -100 cm, tutur Dra. Fadjarijah Nurulita kepala SMPN 20 ketika memberi contoh kepada para anggota koramil dalam melakukan pembuatan lubang biopori.

      Fadjarijah menambahkan, melalui pembuatan lubang biopori bersama para kader lingkungan dan anggota koramil dapat menanamkan rasa kepedulian yang tinggi dalam menjaga kestabilan air tanah, sekaligus sebagai bentuk dalam menjaga kelestarian alam. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information