Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Keterbatasan Bukan Penghalang Kreatifitas

     Pengembangan bakat dan kreatifitas bagi para siswa  dapat dilakukan oleh siapa saja, tak terkecuali para anak berkebutuhan khusus. Melalui halal bi halal dan silaturahmi keluarga besar pendidikan khusus kota Surabaya yang bertempat di gedung "Jati Asih" YPAC Jalan Semolowaru Utara V/2-A Surabaya. Pada kesempatan ini para siswa SLB menunjukkan kepiawaiannya dalam bermain musik dan bernyanyi dihadapan para tamu undangan.

     Kegiatan halal bi halal dan silaturahmi keluarga besar pendidikan khusus kota Surabaya dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM. Ikhsan sangat terharu melihat penampilan para siswa yang sedang melantunkan sebuah lagu, sembari menyemangati mereka dengan bertepuk tangan. 

     Melalui halal bi halal dan silaturahmi keluarga besar pendidikan khusus kota Surabaya, Ikhsan menyampaikan kepada para guru-guru sekolah luar biasa (SLB) untuk terus bersemangat dalam membimbing dan memberikan pendidikan kepada para siswa berkebutuhan khusus. "Para anak-anak ini, membutuhkan perhatian yang lebih dari anak-anak lainnya, oleh karena itu dibutuhkan semangat dan dedikasi yang tinggi dalam membimbing mereka".

     Tidak hanya itu, pada kesempatan ini, Ikhsan mengapresiasi penampilan band dari siswa YPAC. "Anak-anak ini sungguh luar biasa, walaupun mereka memiliki keterbatasan tetapi mereka mempunyai kelebihan bermain musik seperti orang dewasa pada umumnya". (Humas Dispendik Surabaya)

46.529 Siswa Ikuti UKD Calistung

     Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang berperan sangat penting karena melandasi jenjang pendidikan menengah dan seterusnya. Pendidikan dasar terdiri dari jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

     Pentingnya pendidikan dasar bagi generasi muda membuat Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) berupaya menjaga agar kualitas pendidikan dasar di Surabaya mampu memenuhi kualifikasi standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan.

     Untuk bisa mengukur mutu tingkat ketercapaian proses pendidikan, sebagai dasar pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan, maka Dispendik Surabaya mengadakan Uji Kompetensi Dasar (UKD) membaca, menulis dan menghitung (calisutung) pada siswa sekolah dasar (SD) kelas rendah, yaitu kelas 1, 2, dan 3.

      Tadi pagi sebanyak 46.529 siswa SD mengikuti UKD calistung yang berlangsung selama dua hari yakni 27-28 Agutus 2013. Para peserta UKD calistung terdiri dari 29.235 siswa SDN, 12.892 siswa SDS, 148 siswa MIN dan 4.254 siswa MIS.

     Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Pendas) Dispendik Surabaya Dra. Eko Prasetyoningsih, M.Pd menerangkan bahwa hari pertama pelaksanaan UKD calistung para siswa menjalankan tes membaca dan menulis, sedangkan hari keduanya baru tes berhitung. "UKD calistung bukan penentu kelelusan siswa, tetapi hal ini dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Surabaya".

      Sementara itu, Kasi Kurikulum Pendas Dispendik Surabaya Drs. M. Masykhur, MM menambahkan bahwa UKD calistung dapat berguna sebagai bahan evaluasi bantuan kesulitan belajar peserta didik atau kesultian mengajar ketika guru bertanggung jawab di kelas bawah. "Yang pasti tahun ketiga pelaksanaan calistung ini, akan bisa dilihat hasilnya ketika peserta didik dalam menghadapi ujian nasional (unas). (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information