Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Melalui Nota Kesepahaman Lindungi Profesi Guru

     Niat tulus dan penuh kasih sayang dalam mendidik siswa, sering kali mendapat kekerasan, ancaman serta intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, menindaklanjuti nota kesepahaman perlindungan hukum yang telah di tanda tangani oleh Ketua Umum Pengurus Besar  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan Kepala Kepolosian RI (Kapolri) beberapa waktu lalu di Jakarta. PGRI Kota Surabaya dengan Polrestabes Surabaya mengadakan kegiatan sosialisasi. 

      Pagi tadi, bertempat di Gedung Bhara Wira Polrestabes Surabaya, PGRI Kota Surabaya bersama Polresrabes Surabaya mengadakan sosialisasi terkait nota kesepahaman perlindungan hukum antara Polrestabes Surabaya dengan PGRI Kota Surabaya.

       Setidaknya 400 orang hadir dalam acara tersebut. Mereka terdiri dari tiga orang perwakilan dari setiap plosek dan sepuluh orang perwakilan dari setiap cabang PGRI Kota Surabaya.

       Acara tersebut dihadiri oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Drs. Setija Junianta, SH, M. Hum beserta jajarannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) yang diwakili oleh Kabid. Ketenagaan Disependik Ir. Yusuf Masruh, MM dan Ketua PGRI Kota Surabaya Drs. Sumarto, MM.

     Kapolrestabes Surabaya Setija Junianta mengungkapkan akan pentingnya nota kesepahaman sebagai payung hukum yang jelas dalam melindungi tugas dan profesi guru sebagai pelayan masyarakat. "Tugas profesi guru itu sangat mulia, untuk itu perlu kita lindungi", ungkapnya.

    Sementara itu, Kadispendik Surabaya yang diwakili oleh Kabid. Ketenagaan Disependik Ir. Yusuf Masruh menerangkan bahwa tugas seorang guru saat ini adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, dalam mengemban tugasnya guru juga harus mendapatkan perlindungan hukum yang jelas. 

    Ada enam poin penting yang terdapat dalam ruang lingkup nota kesepahaman perlindungan hukum profesi guru, yakni perlindungan hukum kepada guru, perlindungan profesi guru, perlindungan keamanan kerja guru, sosialisasi kebijakan, tukar menukar informasi, dan pendidikan pelatihan. (Humas Dispendik Surabaya)

Wujudkan Sekolah Unggulan, Dispendik Terus Lakukan Pendampingan

     Kemarin (11/09) bertempat di Gedung Juang 45, para guru se-UPTD BPS Sawahan lakukan silaturahmi sekaligus mendengarkan langsung arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) terkait peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di kota Surabaya.

      Acara silatuhrami sekaligus penigkatan mutu kinerja tenaga pendidik dan kependidikan UPTD BPS Sawahan dihadiri oleh seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta se-Kecamatan Sawahan. 

      Dalam sambutannya, Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM mengajak para guru Surabaya untuk lebih bersemangat dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada para siswa, terutama dalam penerapan kurikulum 2013 di sekolah-sekolah Surabaya.

      Guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya. Dispendik akan terus melakukan pendampingan terus-menerus kepada sekolah-sekolah yang masih belum mengalami peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.

      Ikhsan juga menambahkan bahwa, saat ini para pengawas telah mempunyai sebuah strategi kerja yang dikhususkan bagi pengembangan dan peningkatan mutu serta kualitas pendidikan di masing-masing sekolah binaan. "Satu orang pengawas pada setiap kecamatan akan mendampingi delapan sekolah binaan, baik negeri maupun swasta".

      Dari hasil pendampingan nanti akan memunculkan akreditasi sekolah yang bertujuan untuk mengetahui tingkatan mutu serta kualitas pendidikan di masing-masing sekolah. "Pada sekolah-sekolah yang memperoleh akreditasi kurang bagus, maka pendampingan akan lebih diintensifkan lagi", terang Ikhsan dalam kegiatan silaturahmi sekaligus penigkatan mutu kinerja tenaga pendidik dan kependidikan se-UPTD BPS Sawahan. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information