Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Implementasi Pelaksanaan Kurikulum 2013

       Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) bersama Universtas Negeri Surabaya mengadakan kegiatan pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Kegiatan ini bertujuan ini untuk melatih kesiapan  para guru dalam melakukan implementasi kurikulum 2013 kepada para peserta didik.

      Berlangsung di tiga tempat sekolah Surabaya, yakni SMA IPH, SMAK Anak Bangsa, dan SMA Al-Hikmah. Puluhan guru kelas X SMA dan SMK se-Surabaya mengikuti kegiatan pengembangan dan implementasi kurikulum 2013 yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun ini.

     Menurut salah satu tim pengembangan dan implementasi kurikulum 2013 UNESA Ali Muhfie mengatakan bahwa penerapan kurikulum 2013 yang saat ini penuh dengan kontroversi, hendaknya disikapi dengan bijak. Para guru diharapkan untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas kegiatan pembelajaran  secara berkesinambungan guna mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.

    Tidak hanya itu, dalam implementasi kurikulum 2013 yang akan dilaksanakan. Para guru-guru perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terkait. Oleh karena itu, Dispendik yang telah menerapkan beberapa program kerja terkait pengembangan kompetensi para guru di Surabaya dapat menjadi pelopor keberhasilan pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 di Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

1.624 Peserta Ikuti Periode II UNPK

     Tepat pukul 13.30 WIB Senin (01/07), 1.624 peserta yang berasal dari berbagai macam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di Surabaya mengikuti Ujian Nasional Program Kesetaraan (UNPK) periode II yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik).

     UNPK periode II  berlangsung selama tiga hari, yakni 1-3 Juli 2013 dan bertempat di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5 dan SMPN 1.

     Kasi. Pendidikan Masyarakat (Penmas) PLS Dispendik Surabaya Drs. Hairul Fatah mengungkapkan bahwa peserta UNPK periode II sebagian berasal dari mereka yang belum mengikuti  UNPK periode I yang telah dilaksanakan bulan April lalu. 

     "Untuk periode II ini diikuti 110 peserta dari program paket A, 380 peserta dari program paket B dan 1.134 peserta dari kejar C". Hairul juga menambahkan bahwa para peserta  ada juga yang berasal dari mereka yang tidak lulus unas formal, kemudian melanjutkan program kesetaraan. "Mereka diberi kesempatan untuk mengikuti ujian kejar paket", ungkapnya. (Humas Dispendik Surabaya)

     

Additional information