Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Borong Piala dalam Lomba Debat dan Menulis Artikel

 

     Prestasi para pelajar Surabaya memang patut untuk dibangggakan di berbagai kejuaran-kejuaran. Empat piala dalam lomba debat, menulis artikel, yang diselenggarakan  oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) bersama Kementrian Perdagangan (Kemendag) berhasil diraih oleh para siswa-siswi SMAN 2.

     Dengan dihantar oleh kepala SMAN 2 Kasnoko, Syafri Muhammad, Aulia Dewi, dan Salsabila Dona Sunandi (Juara I lomba debat BUMN tingkat Provinsi Jatim). One Media Hapinesa dan Teguh Andi Andi R(Juara I dan III lomba menulis artikel Ekonomi Kreatif Kemendag) untuk menemui Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM.

     Kedatangan rombongan para pelajar berprestasi ini, kemarin (15/11) diterima dengan hangat oleh Kadispendik Surabaya Ikhsan di ruang kerja beliau. Menurut Ikhsan, prestasi para pelajar Surabaya ini patut untuk dibanggakan dan terus dijaga serta dikembangkan.

     Tidak hanya itu, dalam upaya pengembangan kreatifitas para pelajar ke depan Dispendik akan terus berupaya dalam memfasilitasi kreatifitas para pelajar. "Artikel kamu nanti akan juga kami masukkan kedalam Surabaya Belajar (website dispendik, red) untuk memotivasi para pelajar lain agar terus berkarya", ungkapnya.

    One Media Hapinesa menuturkan, bahwa dirinya berhasil menyabet juara I dalam lomba  menulis artikel Ekonomi Kreatif Kemendag, karena terinspirasi tentang pemberdayaan ekonomi kreatif terhadap anak jalanan di Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Juri LLSS Akan Nilai Sekolah Surabaya

Kota Surabaya yang sebelumnya sempat tertidur di bidang kesehatan sekolah, kini mulai menggeliat seiring keberhasilan TK Petra 9 Surabaya menjadi juara di tingkat nasional dalam lomba lingkungan sekolah sehat (LLSS) 2013. Prestasi itu diharapkan bisa berlanjut di tahun 2014 mendatang. Artinya, sekolah di Kota Surabaya diharapkan kembali jadi juara di tingkat nasional.

Nah, proses menuju ke sana dimulai sekarang. Beberapa sekolah pilihan di Kota Surabaya, mendapat penilaian dari tim penilai LLSS tingkat provinsi Jawa Timur. Penilaian akan dilakukan selama dua hari, 15-16 November 2013.

Asisten IV Sekkota (membidangi Kesra), Eko Hariyanto yang menyambut tim penilai LLSS di kediaman walikota, Jumat (15/11)mengatakan, untuk tahun ini, jumlah sekolah yang diusulkan untuk mengikuti penilaian LLSS lebih banyak dibanding sebelumnya. Beberapa sekolah di Surabaya yang akan dinilai oleh tim penilai LLSS yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) AT Taufiq, SMP Negeri 4, TK Agrlpina, SDN Tenggilis Mejoyo I serta SMK Negeri 10.

Dijelaskan Eko, dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, ada beberapa poin yang harus diperhatikan. Diantaranya mengubah perilaku sehat di lingkungan sekolah, kebersamaan sekolah dengan lingkungan di sekitarnya, juga kerja sama dengan masyarakat sekitar. Dan untuk mewujudkan itu, tidak bisa hanya dilakukan oleh satu instansi dinas saja. Tetapi terintegrasi antar dinas seperti Dinas Pendidikan (Dispendik), Dinas Pertanian (Distan)dan juga Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya. Apalagi, untuk penilaian tingkat pusat, juga melibatkan beberapa kementrian seperti Kementrian Pendidikan, Kementrian Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Agama.

“Kalau Dispendik memfasilitasi UKS (Unit Kesehatan Sekolah) di sekolah, Badan Arsip dan Perpustakaan memfasilitasi perpustakaan di sekolah dan Distan mengembangkan tanaman toga yang dibagikan ke sekolah-sekolah,” jelas Eko.

Ketua tim penilai LLSS tingkat provinsi Jawa Timur, Susanto mengatakan, ada delapan orang anggota tim juri yang akan berkeliling ke sekolah di Surabaya untuk melakukan penilaian. Menurutnya, Surabaya sudah mulai menggarap UKS. Sebagai bukti adalah keberhasilan TK Petra 9 tampil sebagai juara dalam lomba LLSS tingkat nasional. Dia juga mengaku senang ada Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang ikut maju setelah sebelumnya hanya SD negeri atau swasta.

“Sebelumnya Surabaya seperti tertidur, tetapi setelah TK Petra 9 bisa jadi juara di tingkat nasional ini tanda Surabaya sudah pikirkan UKS. Harapan kami, UKS digarap jangan hanya karena ada lomba, tetapi merupakan kebutuhan,” tegas Susanto. 

Susanto mengatakan, sebagai warga Surabaya, dirinya berharap Surabaya bisa mewakili Jawa Timur di tingkat nasional. Dia berharap Surabaya bisa menjadi contoh atau ikon lingkungan sekolah sehat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di level internasional. Dia juga meminta agar Pemerintah Kota Surabaya memperhatikan keberadaa UKS di pondok pesantren karena untuk tingkat nasional juga menjadi poin penilaian. “Tetapi yang jelas, meski berasal dari Surabaya, kami tidak ada KKN,” sambung Susanto.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan mengatakan, tujuan akhir dari penilaian lomba lingkungan sekolah sehat ini bukan hanya menjadi pemenang. Tetapi bagaimana menjadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman bagi siswa/siswi.

“Kalau juara itu kan efeknya saja, tetapi yang jelas kita sangat berharap sekolah kita sebagai sekolahnya manusia. Artinya, anak-anak kita nyaman di sekolah  dan berkembang di sekolah.  Bagaimana sekolah jadi pusat anak-anak berkreatifitas,” tegas Ikhsan.

Dijelaskan Ikhsan, untuk menyiapkan siswa/siswi menjadi generasi harapan masa depan, yang diperlukan bukan hanya pencapaian akademis semata. Tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana mengembangkan kompetensi mereka. “Jadi bukan hanya ngomong matematika dapat nilai berapa. Tetapi juga agar siswa/siswi berkembang. Misalnya yang bisa nyanyi yah nyanyi, olahraga atau science. Itu konsep sekolah yang kita kembangkan di Surabaya,” sambung Ikhsan.

Tidak hanya itu, kedatangan juri LLSS di kediaman walikota disuguhi dengan penampilan paduan suara di SDN Medokan Ayu II yang mempersembahkan  lagu “Indonesia Jaya”. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information