Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Jelang UKG, Dispendik Lakukan Sosialisasi

     Selama dua hari (25-26/02), Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya lakukan kegiatan sosialisasi kepada 1.429 calon peserta uji kompetensi guru (UKG) yang akan berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 4,5,6 Maret 2014.

     Kasi Tenaga Non Fungsional Dispendik Verawati, S.Sos menerangkan pada tahun ini, sebanyak 1.429 guru PNS dan guru tetap yayasan (GTY) akan mengikuti UKG pada tanggal yang telah ditetapkan LPMP. Mereka terdiri dari 406 guru TK, 454 guru SD, 221 guru SMP, 131 guru SMA, 201 guru SMK, dan 16 guru SLB.

     Pelaksanaan UKG tersebut berdasarkan data yang telah diambil dari aplikasi penetapan peserta sertifikasi guru (AP2SG) sertifikasi guru kemendiknas. Sedangkan tempat uji kompetensi (TUK) terbagi di delapan tempat di Surabaya.  TUK pelaksanaan UKG pada tahun ini akan berlangsung di SMAN 1, SMKN 1, SMKN 10, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 5, SMKN 7, dan SMKN 8. 

     Kabid. Ketenagaan Dispendik Ir. Yusuf Masruh menghimbau kepada para guru calon peserta UKG untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti UKG nantinya. Yusuf menambahkan agar para guru mulai awal untuk sedikit belajar tentang mengoperasikan komputer, karena pelaksanaan UKG akan berlangsung secara online. "Ya, kita ibaratkan menggunakan mouse seperti uleg-uleg saja", kelakar Yusuf didepan calon peserta UKG. 

     Acara yang berlangsung di aula SMKN 6 tersebut juga dihadiri oleh pihak dari LPMP untuk memberikan penjelasan lebih detail tentang pelaksanaan UKG tahun ini. Wahyu Nugroho perwakilan dari LPMP menghimbau agar data peserta UKG yang diinputkan ke LPMP nantinya, untuk diisi sendiri. "Jangan pasrah bongkokan kepada petugas TU, mereka harus didampingi". Sehingga apabila ada kesalahan data agar lebih mudah untuk diperbaiki, terangnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Bahas Pendidikan Gratis, Pemkab. Tulungagung Kunjungi Dispendik

     Pendidikan gratis dan berkualitas merupakan salah satu kebutuhan masyarakat. Pemerintah kota (pemkot) Surabaya melalui Perda no.16 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan pendidikan mewajibkan masyarakat usia 7-18 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar dan menengah sampai tamat.

     Hal tersebut membuat terselenggaranya pendidikan gratis di sekolah-sekolah negeri Surabaya dan mewajibkan siswa kurang mampu untuk tetap bersekolah di semua sekolah  Surabaya.

     Melihat itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung tertarik untuk belajar lebih dalam tentang pendidikan gratis, bermutu serta berkualitas yang telah diterapkan oleh kota Surabaya.

     Tadi pagi, bertempat di aula atas kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Jalan jagir Wonokromo 354-356 Surabaya. Dispendik menerima kunjungan rombongan Pemkab. Tulungagung.

     Rombongan Pemkab. Tulungagung yang dipimnpin oleh Asisten Bidang Kesra Bambang Y, SH, MH diterima oleh Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM didampingi Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M.Si, Kasubag. Keuangan Nyono, SH, Kasubag Umum dan Kepegawaian Retnowati, S.Sos, Kasi Kesiswaan Dikmenjur Aris Hilmi, dan Kasi Kurikulum Pendas Dwi Rinto.

     Pada kesempatan ini, Bambang mengemukakan dipilihnya Surabaya sebagai salah satu tempat kunjungan kerja tersebut, karena Surabaya telah berhasil mengembangkan pendidikan gratis di setiap jenjang, serta berbagai macam program pendidikan lainnya.

     Sementara itu, Kepala Dispendik Ikhsan memaparkan bahwa salah satu keberhasilan pendidikan gratis di Surabaya, yakni bukan saja akan dukungan APBD pada bidang pendidikan sebesar 34 % dari APBD kota. Melainkan juga, efisiensi terhadap anggaran pendidikan dengan dukungan sistem pengangggaran yang secara online dapat dipertanggungjawabkan melalui SIPKS  dan evalusai diri sekolah (EDS).

     "Jadi sekolah harus betul-betul melakukan penganggarannya sesuai hasil EDS yang dimana setiap kebutuhan sekolah berbeda sesuai dengan delapan standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan".

     Selain itu, dalam paparannya Ikhsan menyebutkan bahwa sebagai upaya menjadikan pendidikan di Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional. Pihaknya telah mengembangkan empat poin utama dalam memajukan serta mengembangkan pendidikan di Surabaya.

     Empat poin utama, yakni peningkatan kompetensi guru, peningkatan kompetensi siswa, ketersediaan layanan pendidikan yang bermutu serta berkualitas dan peningkatan kualitas sekolah. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information