Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Berikan Pelatihan Guna Bekal Masa Depan

(Pelatihan Pendidikan Life Skill di International Master Gourmet Academy - OTTIMO)

     Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Surabaya. Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) bersama beberapa lembaga kursus dan pelatihan mengadakan kegiatan pendidikan kecakapan hidup (life skill) kepada para siswa tidak mampu serta para siswa-siswi SMA/SMK lainnya.

     Kegiatan tersebut dilaksanankan di beberapa lokasi diantaranya bertempat di pelatihan dan kursus tata boga Internasional Ottimo yang diikuti oleh para siswa-siswi dari SMAN 10, SMA Gema 45, SMA Hangtuah 4, SMA Tanwir, SMAN 19, SMA Mariam, SMA Mujahiddin, SMAN 11, SMA Muhammdiyah 1, SMAK Santo Yusuf, SMAN 18, dan SMA Muhammadiyah 3.

(Pelatihan Pendidikan Life Skill Broadcasting di Professional Broadcasting School)

     Sedangkan untuk pendidikan kecakapan hidup pada keahlian broadcasting (penyiaran) dilakukan ada lembaga Professional Broadcasting School (Probes) dan diikuti oleh para siswa dari SMA Kertajaya, SMAN 6, SMAN 13, SMAN 10, SMAN 21, SMKN 4, SMAN 8, SMKN 1, dan SMA Kusuma Negara.

(Pelatihan Pendidikan Life Skill Teknik Jaringan LAN di Inzagi Girgantara)

    Pada bidang keahlian  teknik jaringan LAN juga telah dilaksanakan di lembaga Inzagi Girgantara dan diikuti oleh para siswa-siswi dari SMA PGRI 3, SMA Triguna Bakti, SMKN 10, SMK Teknik PAL, SMAN 8, SMKN 4, SMK Al-Amal, SMA Tanwir, SMA Muhammadiyah 3, dan SMA Hangtuah 4.

(Pelatihan Pendidikan Life Skill Pemasaran dan Desain Produk di UBAYA)

    Serta pada bidang keahlian tentang pelatihan desain produk telah dilaksanakan di Universitas Surabaya (Ubaya). Pada kesempatan ini para siswa juga diajarkan tentang pemasaran sebuah produk secara online. Melalui cara online ini dapat mengefisienkan waktu, biaya serta tenaga. Dan juga pelatihan broadcasting juga diadakan di BC Broadcast UNAIR Surabaya.

    Kasi. Kesiswaan Dikmenjur Dispendik Surabaya M. Aries, SMTP mengungkapkan bahwa sebagai upaya mewujudkan Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional, Dispendik tengah melakukan upaya dalam peningkatan kompetensi siswa, yakni melalui pendidikan kecakapan hidup (life skill).

    Aries juga menambahkan, bahwa dalam kegiatan pendidikan kecakapan hidup (life skill) ini para siswa SMA/SMK mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang tidak mereka dapatkan di sekolah, sehingga kedepannya nanti akan dapat menjadi bekal hidup dalam mencari pekerjaan di kemudian hari. (Humas Dispendik Surabaya)    

Sukseskan UNAS, Para Guru MGMP Siap Dampingi Siswa

     Sebagai upaya meningkatkan prestasi akademik siswa, terutama dalam menghadapi ujian nasional (unas) nantinya, ratusan para guru yang tergabung pada musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMP Kota Surabaya akan mendampingi para siswa guna memberikan bimbingan belajar secara cuma-cuma untuk meningkatkan prestasi siswa Surabaya. 

Suasana gerah dalam Gedung Pertemuan SMK Negeri 6 Surabaya tidak mengendorkan semangat 400 lebih guru SMP Negeri Kota Surabaya untuk mengikuti pengarahan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Bimbingan Belajar Ujian Nasional 2014 yang diselenggarakan oleh MKKS bekerjasama dengan MGMP SMP Kota Surabaya, Kamis (9/1). Keempat ratus lebih guru tersebut merupakan guru pilihan dari 52 SMP Negeri Kota Surabaya. Masing-masing sekolah mengirimkan 8 orang guru yang terdiri atas 2 orang guru Bahasa Indonesia, 2 orang guru Matematika, 2 orang guru IPA, dan 2 orang guru Bahasa Inggris.

Bimbingan Belajar Ujian Nasional 2014 yang akan diluncurkan pelaksanaannya pada tanggal 11 Januari 2014 sampai dengan 27 April 2014, setiap hari Sabtu dan Minggu, merupakan upaya untuk mempersiapkan kompetensi siswa Surabaya dalam menghadapi Ujian Nasional 2014 mendatang. Sebagaimana dipaparkan Sofyan, ketua pelaksanaan program ini, bahwa sasaran program Bimbingan Belajar Ujian Nasional 2014 adalah mengantarkan siswa Surabaya sukses Ujian Nasional 2014. Sofyan menambahkan, secara teknis bimbingan dilaksanankan dengan beberapa kali tatap muka, kemudian ada tryout untuk mengevaluasi daya serap dan tingkat kesiapan peserta untuk menghadapi Ujian Nasional.

Pelaksanaan bimbingan disebar per-wilayah Surabaya, sekolah yang berada di Wilayah Surabaya Utara ditempatkan di SMP Negeri 11, Wilayah Surabaya Barat di SMP Negeri 28, Wilayah Surabaya Pusat di SMP Negeri 1, Wilayah Surabaya Timur di SMP Negeri 19, dan Wilayah Surabaya Selatan di SMP Negeri 32. Masing-masing SMP Negeri diwajibkan untuk mengirimkan 4 orang siswa pilihan.

Dr. Ikhsan, S.Psi., MM,  Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini diluncurkan atas dasar yang  mengacu pada Permen Dikbud Nomor 97 Tahun 2013 yaitu tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Pendidikan SMP.

Tahun Pelajaran 2013/2014. Iksan menambahkan, jika sekitar 200-an siswa pilihan dibimbing oleh 400-an guru pilihan, maka harapan siswa Surabaya sukses Ujian Nasional bisa diwujudkan. Para siswa peserta bimbingan diharapkan bisa mengimbaskan apa yang diperolehnya  kepada teman-temannya di sekolah masing-masing, sehingga pemerataan kompetensi kelulusan untuk siswa Surabaya dapat terpenuhi.

Dalam rangka menyemangati para guru, sambil berkelakar Ikhsan mengatakan, mari wujudkan visi hidup kita, “Mati dengan Senyum”. Insyaallah para guru kelak ketika mati wajahnya akan bersih dan tersenyum, hal ini karena para guru telah memberikan ilmu yang bermanfaat kepada para siswa. “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.”, tambahnya.

Sementara pada sambutan sebelum itu, Drs. Shohibur Rochman, M.Pd., Ketua MKKS SMP Surabaya, mengatakan bahwa pelaksanaan Bimbingan Belajar Ujian Nasional 2014 ini adalah tanggung jawab kita bersama. Para guru diharapkan siap singsingkan lengan baju untuk berupaya secara maksimal demi peningkatan prestasi pendidikan di Kota Surabaya.

Sebelum acara pengarahan dimulai, acara dibuka oleh, Ir. Yusuf Masruh, MM., Kabid Ketenagaan Dispendik Kota Surabaya. Yusuf menghimbau agar para guru meningkatkan disiplin kerja, kurangi izin tidak mengajar, hal itu berkait dengan model DP3 tahun 2014. DP3 tahun 2014 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, satu di antaranya ada penilaian sasaran kinerja guru, penilaain ini tidak ada pada DP3 dahulu, imbuhnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information