Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Mantapkan Kurikulum 2013, 52 Kepala SMPN Ikuti Raker

    “Suasana tampak sangat berbeda pada pertemuan kali ini, Bapak/Ibu Kepala Sekolah beserta para anggota tim yang mendampinginya sangat  serius menatap laptop masing-masing.”, ujar Andi, saat mengomentari akan dilaksanakan pembukaan acara Rapat Kerja (Raker) Kepala SMP Negeri se-Kota surabaya.

     Rabu (21/8), di Aula SMK Negeri 6 Surabaya. Suasana semakin berasa saat dikumandangkan lagu kebangsaan Indoresia Raya sebagai pembuka acara.Raker yang dibuka oleh Drs. Aston Tambunan, M.Si, Sekretaris Dinas  Pendidikan Surabaya, merupakan sebagai tindak lanjut dari Raker sebelumnya tentang Implementasi Kurikulum 2013, khususnya penyusunan kurikulum dokumen satu, dan penyusunan rencana kerja anggaran sekolah (RKAS), Kamis (1/8), di SMP Negeri 39 Surabaya.

     Demi percepatan kesiapan pelaksanaan pembelajaran di sekolah dengan arah dan sasaran yang tepat, dokumen satu Kurikulum Sekolah dan RKAS harus sudah dikonsultasikan oleh para Pengawas Pembina masing-masing. Hal ini untuk memperoleh data apakah ada unsur-unsur penting yang belum ada dalam jabaran kurikulum tersebut. Kurikulum 2013 mendorong para siswa lebih produktif, kreatif, inovatif dan afektif.

     Raker yang dihadiri oleh jajaran pejabat Dinas Pendidikan Kota Surabaya, juga menghadirkan dua orang konsultan pendidikan dari Unesa Surabaya, menampilkan paparan kurikulum dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 51 sebagai sampling acak. Di samping itu, masing-masing sekolah diminta menyusun RKAS yang didasarkan pada proses penganggaran melalui Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan target yang akan dicapai.

      Acara rapat kerja kepala SMP negeri se Surabaya ditutup dengan penyerahan “Kurikulum 2013..., yes! RKAS siaappp...!”, suara yel-yel serempak dari seluruh peserta yang dipimpin oleh Kasi Tenaga  Fungsional Andi Pramono, mengakhiri sekaligus penutupan seluruh rangkaian kegiatan rapat kerja. (Humas Dispendik Surabaya)

 

       

JPIP Lirik Kemajuan Pendidikan Surabaya

     Kemajuan pengembangan pendidikan di kota Surabaya, terutama dalam hal pelayanan pendidikan kepada masyarakat telah menarik perhatian The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) untuk melakukakan penilaian dan kajian lapangan terhadap pengembangan  pendidikan di kota Surabaya.

    Kemarin siang, (19/08). Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) menerima kedatangan juri JPIP. Dengan didampingi oleh staf Bappeko Kota Surabaya, Novi juri JPIP diterima oleh Kasubag. Umum dan Kepegawaian Retnowati, S.Sos, MM, Kasi. Kesiswaan Pendidikan Dasar (Pendas) Dwi Esti Rahayu, M.Pd, Kasi. Kesiswaan Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) M. Aries serta Kasi. Pendidikan Masyarakat (Penmas) PLS Drs. Hairul Fatah di ruang pertemuan Kantor Dispendik Surabaya Jl. Jagir Wonkromo 354-356 Surabaya.

     Menurut Novi, ada beberapa aspek yang akan dinilai dalam penilaian nanti, diantaranya penggunaan BOPDA terhadap pengembang mutu pendidikan siswa, pemanfaatan mobil training unit (MTU) dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat serta sekolah kawasan.

     Setelah melakukan kunjungan ke Kantor Dispendik, rombongan menuju ke SMKN 1 guna mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang pemanfaatan MTU bagi masyarakat. Kepala SMKN 1 Drs. Soegiono, M.Pd menerangkan bahwa pemanfaatan MTU ini telah dirasakan oleh masyarakat luas, tidak hanya dipergunakan para siswa dan guru dalam memperoleh pengetahuan IT, tetapi juga para ibu-ibu PKK juga telah mendapatkan pelatihan IT di mobil ini. " Ini sesuai dengan renstra kemendikbud, yakni peningkatan mutu dan perluasan akses kepada masyarakat".

     Sementara itu, di sekolah kawasan SMPN 19. Rombongan diterima oleh kepala SMPN 19 Drs. M. Kohar, MM. Kohar menyebutkan bahwa sebagai sekolah kawasan pihaknya akan mengimbas kepada sekolah-sekolah lain dalam hal peningkatan mutu dan kualitas pendidikan secara bersama dan merata. "Guru-guru di sekolah kami, telah lama membina hubungan yang baik dengan guru-guru lain, terutama dalam hal peningkatan mutu dan kualitas mengajar secara bersama-sama".

    Tidak hanya itu, SMPN 19 juga telah berturut-turut memperoleh peringkat sepuluh besar Jatim dalam perolehan nilai UNAS dan menjadi jujugan bagi sekolah-sekolah lain di luar Surabaya dalam hal pengembangan sekolah berbasis lingkungan atau yang lebih dikenal dengan sekolah adiwiyata. (Humas Dispendik Surabaya)

 

 

Additional information