Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Jalin Sinergi, Dispendik Adakan Pertemuan Komite

'

     Kemajuan serta peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya, tidak lepas atas dukungan komite sekolah yang selama ini bersama-sama dalam mewujudkan Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional.

     Selama tiga hari (30 Mei-1 Juni), Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya adakan pertemuan rutin setiap tahunnya dengan para komite tingkat SD, SMP, SMA dan SMK se-Surabaya.

     Pertemuan tersebut membahas tentang upaya bersama dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan di Surabaya.

      Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM ketika membuka jalannya kegiatan rutin pertemuan komite menyampaikan, bahwa salah satu program terbaru yang akan dikembangkan Dispendik dalam rangka melakukan perlindungan anak dan mencegah permasalahan anak. Yakni melalui program perlindungan anak dan ekstrakurikuler konslor sebaya.

     Program perlindungan anak nantinya melibatkan sekitar 1.347 kepala TK se-Surabaya yang kemudian mereka dilatih dalam menangani kejahatan/kekerasan seksual pada anak yang akhir-akhir ini semakin marak.

     Para kepala TK dalam pelatihan ini diajarakan tentang bagaimana seorang anak dapat melindungi dirinya sendiri ketika bahaya mengancam, materi selanjutnya yakni pengasuhan yang cerdas dan perilaku hidup bersih dan sehat.

     Ikhsan menambahkan, selanjutnya setelah para kepala TK tersebut dilatih akan mengimbaskan kepada para guru, siswa, dan orang tua. Sementara itu, pada awal tahun ajaran baru ekstrakurikuler (ekskul) konselor sebaya akan mulai diberlakukan di sekolah-sekolah.

     Ekskul konselor sebaya merupakan pengembangan dari program konselor sebaya yang melibatkan sekitar 15.000 siswa secara serentak dilakukan di setiap wilayah Surabaya.

     Dalam ekskul konselor sebaya, para siswa akan mendapatkan pelatihan tentang penanggulangan narkoba, HIV/AIDS, serta kesehatan reproduksi.

      Tidak hanya itu lewat forum pertemuan ini, Ikhsan berharap agar komite sekolah memberikan masukan atas program-program Dispendik yang telah berjalan guna bersama-sama mengembangkan dan memajukan pendidikan di Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Materi Komite Sekolah Download disini...!!!

Sambut Surabaya Kota Literasi FKPS Bagikan SIPUS Kepada SMP Negeri Se-Surabaya

Dalam rangka menyambut Surabaya Kota Literasi dan memperhatikan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2009, FKPS (Forum Komunikas Perpustakaan Sekolah) SMP Negeri Se-Kota Surabaya bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Kota Surabaya membagikan SIPUS (Sistem Informasi Perpustakaan Surabaya) secara cuma-cuma kepada seluruh anggota FKPS yang terdiri atas 52 SMP Negeri Se-Kota Surabaya, di SMP Negeri 23, Rabu pagi (28/5).

SIPUS adalah sistem yang dibangun untuk memberikan kemudahan luar biasa kepada pengguna perpustakaan untuk mengakses informasi lintas batas perpustakaan. Di sisi lain, teknologi informasi dalam sistem jaringan perpustakaan, juga memberikan kemudahan bagi pengelola informasi atau pustakawan untuk mengolah, menyimpan, dan menyebarkannnya.

Sarana perpustakaan elektronik kehadirannya tidak bisa dihindari, terbentuknya jaringan informasi dan perpustakaan elektronik sangat diperlukan bagi sekolah-sekolah, khususnya di Surabaya.

Drs. Elok Susilo W., MM., Kasubbid Pembinaan Perpustakaan Surabaya, selalu Ketua Dewan Pembina FKPS, dalam sambutannya mengemukakan bahwa fungsi perpustakaan di sebuah sekolah adalah sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar bagi warga sekolah, pusat kegiatan literasi informasi, pusat penelitian, pusat kegiatan membaca, dan sebagai tempat kegiatan yang berunsur kreatif, imajinatif, inspiratif serta menyenangkan, tambahnya.

Menengok pentingnya fungsi perpustakaan, Elok memnghimbau agar dapatnya sekolah mengangkat kepala perpustakaan apabila memiliki lebih dari satu orang tenaga perpustakaan. Sedangkan kualifikasinya adalah berpendidikan minimal Diploma II Ilmu Kepustakaan, atau Diklat Sertifikasi Ilmu Perpustakaan, dan atau telah memiliki Sertifikat Kompetensi Pustakawan. Perpustakaan jangan diisi untuk pemenuhan jam mengajar bagi guru yang belum memenuhi 24 jam pelajaran, atau tempat tenaga buangan, maupun tempat bagi tenaga jelang purna tugas sebagai tempat bersantai, kelakarnya. Turut hadir mendampingi pada saat acara ini, Munawaroh, SS., M.Si, Pembina FKPS, dari STIESIA Surabaya.

Dalam sambutannya, Dra. Elly Dwi Pudjiastuti, M.Pd., Kepala SMP Negeri 23, mengatakan bahwa syarat sekolah menjamin anggaran sebesar 5% dari Tata Anggaran Sekolah untuk perpustakaan telah dipenuhi, bahkan terlampaui dari target tersebut. Total ada tiga ruang untuk perpustakaan, yaitu satu ruang koleksi, satu ruang baca dan pelatihan, dan satu ruang untuk akses internet. Alhamdulillah, SMP Negeri 23 sebagai Juara I Lomba Perpustakaan Tingkat Kota Surabaya Tahun 2014 ini, sedangkan pada tahun 2013 lalu SMP Negeri 23 sebagai Juara II Lomba Perpustakaan Tingkat Kota Surabaya, imbuhnya.

Sebagaimana diungkapkan Aulia R., Staf Pembina Badab Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya, bahwa dalam penyerahan SIPUS ini para kepala perpustakaan dari masing-masing sekolah diajak praktik mencoba memasukkan data-data buku ke dalam sistem. Harapan kedepannya, seluruh perpustakaan sekolah dapat tersambung dengan Perpustakaan Kota Surabaya dengan sistem jaringan sehingga pemenuhan bahan literasi akan sangat memadai bagi warga sekolah khususnya, maupun warga Surabaya secara umum, tambahnya.

Pada akhir pertemuan para peserta mengunjungi Ruang Perpustakaan SMP Negeri 23. Para peserta melihat dari dekat tentang sistem yang sudah dilakukan, perangkat apa saja, dan bagaimana sistem bisa berjalan sehingga dalam dua tahun SMP Negeri 23 mampu meraih predikat juara lomba perpustakaan tingkat Kota Surabaya.

     Di sela-sela mendamping para peserta, Kun Mariyati, S.Pd., Kepala Perpustakaan SMP Negeri 23, mengungkapkan bahwa koleksi buku pelajaran sebanyak 15 judul (11.817 eksemplar). Sedangkan koleksi penunjang pelajaran sebanyak 3.878 judul (10.100 eksemplar) yang di antarannya diperoleh dari sumbangan guru, siswa, donasi dari beberapa lembaga yang memberikan CSR-nya.  Jumlah pengunjung dan peminjam perhari rata-rata 210 orang, imbuhnya. (Humas Dispendik Surabaya) 

Additional information