Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Lewat Es Blimbing Wuluh Tumbuhkan Jiwa Enterpreneurship

Pengertian  dari Preneur ( Wirausaha )  itu sendiri. Preneur  atau Wirausaha   adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir dan bathin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengejar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.

Blimbing wuluh merupakan ikon di SMP PGRI 6 Surabaya , dimana pada kegiatan Eco Preneur 2013 , Saya selaku ketua kader  memanfaatkan bahan – bahan alami yang ada di sekolah kita tercinta , dimana pada hari Senin (03/03) , Adik kelas kami Salsabilla hidayat , Ita Sugiarti , Yuni Kumalasari bersama Ibu mantan Kepala Sekolah kami tercinta meracik Es Blimbing  yang akan di jual kepada teman – teman kami kelas 9 , kelas 7, kelas 8 , dan adik – adik – adik kelas kami SDS “ AL-IKHLAS “ Surabaya. Dengan pengeluaran belanja pada pagi hari ini Gula Rp. 24.000 , dan Es Batu Rp. 1.000 ,- mampu membuat 52 gelas .

Yuni Ismaryati , S.Pd Pembina lingkungan hidup SMP PGRI 6 Surabaya , beliau sambil menjaga kegiatan Uji Kompetensi Lulusan ( UKL ) Kelas 9 , Adalah pembeli pertama dagangan kami tersebut. Wah rasanya manis buanget . “ Kata Ibu Yuni Ismaryati , S.Pd “ beliau bertanya kepada salsabila hidayat , berapa harga es blimbing wuluh . Kata  “Ibu Yuni “ . Harganya murah bu 1 gelas Cuma Rp. 1.000 ,- , alhamdulilah kegiatan Jualan Es Blimbing Wuluh  ini berhasil kami buat 52 gelas dimana kami mendapatkan uang Rp. 52.000 , - ( Lima Puluh Dua Ribu Rupiah ) , pada hari  ini kami kedatangan Kakak Tunas Hijau Indonesia yaitu Kak Sari , beliau sempat menikmati segarnya es blimbing wuluh buatan Spegrinam Surabaya, beliau juga mengkritik masik terasa serik , tapi segar dan manis , Kata “ Kak Sari “ ( Aktivis Tunas Hijau Indonesia ) , Kak Sari pada pagi hari ini juga mengajarkan Pembuatan Buku Kas , hasil Penjualan kami pagi ini langsung kami masukan buku kas dimana uang saldo dipakai untuk kegiatan lingkungan di SMP PGRI 6 Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Rencana Revisi Perda Pelayanan Pendidikan, Disdikpora Pekalongan Kunjungi Dispendik

      Untuk kedua kalinya, Komisi C  DPRD kota Pekalongan mengunjungi Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Kali ini, kunjungan Komisi C DPRD kota Pekalongan sekaligus beserta  jajaran dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, dan Bagian Hukum Pemkot Pekalongan.

      Kunjungan Rombongan Komisi C DPRD beserta  jajaran dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, dan Bagian Hukum Pemkot Pekalongan, dipimpin oleh Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Pemkot Pekalongan Sri Wahyuni, SH, MM dan Ketua Komisi C DPRD kota Pekalongan Ismet Inunu, SH, MH.

      Pada kesempatan ini, rombongan  kota Pekalongan diterima langsung oleh Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM bersama Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M.Si, Kabid. Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M.Pd, dan para Kasi dan staf di jajaran Dispendik Surabaya.

     Ismet, ketua Komisi C menuturkan kunjungan kali ini bertujuan untuk mempelajari lebih dalam tentang beberapa poin utama dalam mengembangkan pendidikan di kota Pekalongan yang nantinya bertujuan untuk merivisi perda pelayanan pendidikan di kota Pekalongan.

     Poin utama tersebut, meliputi tentang perda terkait pelayanan pendidikan di Surabaya, penerapan kurikulum 2013, rapor onlie, beasiswa kepada siswa tidak mampu, serta wajib belajar (wajar) 12 tahun.

     Sementara itu, Kadispendik Ikhsan menerangkan secara garis besar pengembangan pendidikan di Surabaya memiliki visi yang sama dengan pengembangan program yang dilakukan pemkot Surabaya, yakni bagaimana kita ingin masyarakat yang tidak mampu kemudian berkembang menjadi mampu.

    Untuk itu, misi pendidikan di Surabaya dapat digolongkan meliputi peningkatan kompetensi guru, peningkatan kompetensi siswa, ketersediaan layanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, serta peningkatan kualitas sekolah. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information