Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

1.624 Peserta Ikuti Periode II UNPK

     Tepat pukul 13.30 WIB Senin (01/07), 1.624 peserta yang berasal dari berbagai macam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di Surabaya mengikuti Ujian Nasional Program Kesetaraan (UNPK) periode II yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik).

     UNPK periode II  berlangsung selama tiga hari, yakni 1-3 Juli 2013 dan bertempat di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5 dan SMPN 1.

     Kasi. Pendidikan Masyarakat (Penmas) PLS Dispendik Surabaya Drs. Hairul Fatah mengungkapkan bahwa peserta UNPK periode II sebagian berasal dari mereka yang belum mengikuti  UNPK periode I yang telah dilaksanakan bulan April lalu. 

     "Untuk periode II ini diikuti 110 peserta dari program paket A, 380 peserta dari program paket B dan 1.134 peserta dari kejar C". Hairul juga menambahkan bahwa para peserta  ada juga yang berasal dari mereka yang tidak lulus unas formal, kemudian melanjutkan program kesetaraan. "Mereka diberi kesempatan untuk mengikuti ujian kejar paket", ungkapnya. (Humas Dispendik Surabaya)

     

Satukan Stakeholder, Guna Pemberantasan Korupsi

     Tindak pidana korupsi dewasa ini semakin berkembang pesat di Indonesia. Kasus demi kasus korupsi telah banyak diungkap oleh KPK. Mulai dari pejabat negara hingga pengusaha. Triliunan rupiah kerugian negara yang diakibatkan oleh tindak pidana korupsi, membuat rakyat menjadi sengsara. Uang yang seharusnya bisa dipergunakan untuk membantu ribuan siswa yang tidak mampu membayar biaya sekolah, terbuang sia-sia karena korupsi terus merajalela.

      Pagi hari tadi (28/06), bertempat di Hotel Santika. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melalui Deputy Pencegahan Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat, mengadakan kegiatan workshop bersama para stakeholder yang sebagian besar berasal dari bidang pendidikan guna melakukan pencegahan tindak korupsi semakin meluas.

      Deputy Pencegahan KPK Ryan Herviansyah menerangkan bahwa workshop "Kolaborasi Semua Bisa Berantas Korupsi"  merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan  KPK  dalam rangka untuk mengajak masyarakat untuk melakukan antisipasi, memberikan kotribusi serta partisipasi dalam usaha bersama melakukan pemberantasan korupsi.

      Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM yang ditunjuk KPK sebagai perwaklian  kepala dinas pemkot Surabaya mengungkapkan bahwa bersama KPK kegiatan  pencegahan tindak pidana korupsi telah dilakukan di beberapa sekolah di Surabaya, namun pada tahun ini KPK ingin melebarkan sayapnya ke berbagai stakeholder. Oleh karena itu Dispendik mengajak beberapa stakeholder untuk mengikuti kegiatan ini.  "Jadi workshop ini nanti komplit, ada dari dewan pendidikan, PGRI, para mahasiswa, ibu-ibu PAUD, dan Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya (Baprus)".

     Irawati, staff  Deputy Pencegahan KPK mengungkapkan bahwa dikumpulkannya para stakeholder bertujuan untuk mewujudkan kota Surabaya yang bebas korupsi."Nanti KPK bersama para stakeholder akan menyelenggarakan sebuah aksi yang bertujuan membuat Surabaya terbebas dari korupsi", ungkapnya (Humas Dispendik Surabaya)

 

Additional information