Keindahan, kenyaman, serta kebersihan sebuah kota merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Kondisi pembatas jalan yang kurang terang apalagi warna cat sudah memudar sangat membahayakan bagi para pengendara kendaraan bermotor.

 

Tadi pagi (31/05) melalui gerakan Jumat Bersih yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Dinas Pendidikan (Dispendik) lakukan pengecetan pembatas jalan di depan Kantor Jemur Aandayani, tepatnya pada persimpangan menuju ke arah Rungkut Industri.

 

Kerja bakti dengan melakukan pengecatan pembatas jalan dipimpin lansung oleh Sekretaris Dispendik Drs. Aston Tambunan, M. Si.

 

Aston mengungkapkan selain kegiatan ini bertujuan untuk mempercantik sudut kota, juga memberikan kenyaman bagi pengguna kendaraan bermotor yang melintas karena rambu serta pembatas jalan dapat terlihat dengan jelas.

 

Tepat pukul 06.00, karyawan Dispendik dengan membawa sekaleng cat dan kuas langsung melakukan pengecatan, tanpa dikomando mereka silih berganti melakukan pengecetan pembatasa jalan yang belum di cat.

 

Agung, salah seorang staf Dispendik menuturkan, meskipun lalu linta tergolong cukup ramai dan padat namun tidak menyurutkan semangat untuk melakukan pengecatan. Dengan sigap pengaturan lalu lintas dibantu langsung oleh Dishub Surabaya dan DKP.

 

Menginjak pukul 08.00 suluruh pembatas jalan di depan Kantor Pos Jemur Andayani telah tercat semua, suasana bersih dan nyaman dapat dirasakan bagi pengendara kendaraan bermotor yang sedang melintas di kawasan tersebut. (Humas Dispendik Surabaya)

Perasaan bahagia dan senang menyelimuti 162 CPNS tenaga kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Ke-162 CPNS baru tersebut kini mendapatkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan e-Performance (uang kinerja). Mereka berasal dari para honorer kategori 2 (K II) yang telah lulus seleksi beberapa waktu lalu.

 

ePerformance adalah sistem informasi manajemen kinerja dalam rangka penilaian prestasi kinerja pegawai yang lebih objektif, terukur, akuntabel, partisipasif dan transparan, sehingga bisa terwujud pembinaan pegawai berdasarkan prestasi kerja dan sistem karier kerja pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya sesuai dengan Peraturan Walikota No. 21 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Uang Kinerja pada Belanja Langsung kepada PNSD di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

 

Kepala Bidang Ketenagaan Ir. Yusuf Masruh, MM menjelaskan Uang kinerja diberikan secara berkala setiap 3 (tiga) bulan sekali kepada Pegawai Negeri Sipil/CPNS dan disesuaikan dengan penilaian prestasi kerja Pegawai yang bersangkutan. Penilaian Kinerja Individu, selanjutnya masing-masing Pegawai secara rutin wajib mengisikan rincian aktivitas yang dilakukan sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

 

Secara teknis pengisian aktifitas Pengisian aktivitas di e-Performance maksimal 15 hari dari tanggal aktivitas dilaksanakan. Contoh : Aktivitas tanggal 1 Pebruari terakhir dimasukkan ke e-Performance tanggal 15 Pebruari. Aktivitas tanggal 2 Pebruari terakhir dimasukkan ke e-Performance tanggal 16 Pebruari dst.

 

Sementara itu, tekait mekanisme persetujuan Kasi Tenaga Non Fungsional Verawati, S. Sos menambahkan Setiap tenaga kependidikan mencetak seluruh aktifitas dalam 1 bulan, untuk mendapat persetujuan Kepala Sekolah. Hasil prin out aktifitas paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya diserahkan, untuk SD = Di koordinir masing-masing  oleh Koordinator setempat. SMP/SMA/K= Bidang Ketenagaan. Setiap tenaga kependidikan mengisi aktivitas  minimal ± 10.560 poin dalam 1 bulan berdasarkan jam kerja di hari kerja.

 

Penilaian atas kompetensi dinilai melalui aspek perilaku bekerja yang dilaksanakan dengan cara melakukan pengamatan yang dilaksanakan oleh atasan, relasi sejawat, dan bawahan yang penentuannya dilakukan  secara acak melalui ePerformance. Bobot terhadap Skor hasil penilaian kinerja adalah 20%. Test Kopetensi dilaksanakan pada bulan ke-3 tiap triwulan.

 

162 CPNS tersebut bertugas sebagai tenaga kebersihan, keamanan, serta tenaga tata usaha pada tiap-tiap sekolah tempat bekerja sesuai dengan Surat Perintah Tugas (SPT) pengangkatan CPNS. (Humas Dispendik Surabaya)

Pelakasanaan Uji Kompetensi Dasar Baca, Tulis, dan Hitung (UKD-Calistung) bagi para siswa kelas III yang naik kelas IV akan berlangsung pada tanggal 10-11 Agustus 2015 dibutuhkan sebuah persiapan yang matang.

 

Tujuan dari pada terselenggaranya UKD-Calistung ini ialah dapat memberi umpan balik bagi guru kelas I, II, III dalam mempersiapkan peserta didik dan memotivasi pada jenjang berikutnya, selain itu juga sebagai deteksi dini sekolah sejak tingkat berapa sebenarnya kelemahan peserta didik diketahui sehingga dapat segera dilakukan perbaikan dalam rangka memotivasi keselurahan program pembelajaran agar prestasi dapat ditingkatkan. UKD-Calistung juda dapat berfungsi untuk melakukan pemetaan kompetensi dasar disekolah-sekolah Surabaya.

 

Tadi pagi (30/07) bertempat di SMKN 6 Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya lakukan sosialisasi UKD-Calistung sekaligus pembagian kartu peserta kepada ratusan kepala SD dan UPTD-BPS se-Surabaya.

 

Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar Munaiyah, M. Pd menuturkan fungsi UKD-Calistung bagi Dispendik yakni juga sebagai bentuk program pembinaan peningkatan mutu pendidikan secara menyuluruh mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi program pembelajaran sehingga bagi sekolah-sekolah yang peroleh nilainya rendah aan dilakukan pembinaan/pelatihan peningkatan mutu guru sehingga mendapatkan pemahaman bagaimana memberikan pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung yang baik kepada anak.

 

Mantan pengawas TK/SD tersebut menambahkan selama dua hari para siswa kelas III tersebut akan mengikuti UKD-Calistung dengan materi membaca, menulis, dan berhitung. Jumlah soal membaca sebanyak 40 soal, menulis 40 soal, dan berhitung 30 soal. Sedangkan bentuk soal ialah pilihan ganda, isian, dan uraian singkat.

 

“Masing-masing soal memiliki waktu yang sama yakni 90 menit”.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dra. Eko Prasetyoningsih, M. Pd menyampaikan meskipun prestasi UN SD Surabaya menurun dibandingkan tahun lalu, namun prestasi pada bidang lain naik cukup signifikan. Jika pada tahun lalu terdapat kurang lebih 2.400-an prestasi maka pada tahun ini terdapat lebih dari 5.400 prestasi dari berbagai bidang.

 

Oleh karena itu, Eko berpesan agar para guru dan kepala sekolah terus melakukan pembinaan secara terus-menerus baik pada bidang akademis maupun non akademis. Ia juga menambahkan dalam memberikan sebuah materi pembelajaran kepada siswa hendaknya lebih bervariasi, tidak hanya didalam kelas saja namun juga dilakukan di luar kelas sebagai bentuk observasi lapangan.

 

Terkait teknik pelaksanaan UKD-Calistung, tugas dari pada UPTD-BPS Kecamatan ialah mempersiapkan data calon peserta kemudian mengirimkan ke Dispendik,selanjutnya mendistribusikan soal ke sekolah-sekolah sampai pada pengamanan soal dan melakukan koreksi secara obyekif dan jujur.

 

Untuk koordinator sekolah bertugas menerima nilai dari berbagai kompetensi selanjutnya menyerahkan rekapan nilai kepada UPTD-BPS. Sedangkan sekolah bertugas melakukan sosialisasi kepada orang tua/wali murid sampai pada mempersiapkan pelaksanaan UKD-Calistung se-Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Subcategories

Ini adalah berita dari Sekretariat Dinas Pendidikan