Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Rapor Online, Menuju 9 Besar Sinovik

     Setelah beberapa waktu lalu  rapor online menduduki 42 besar  sistem informasi inovasi pelayanan publik (sinovik) yang diselenggarakan oleh Kemenpan dan RB. Kini rapor online memasuki penilaian 33 besar sinovik dan finalnya akan di saring menjadi 9 besar dari 500  karya sinovik dari berbagai daerah di Indonesia.

     Pagi tadi dalam kegiatan sosialisasi unas tingkat SD di SMKN 6. Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM mengemukakan bahwa rapor online kini memasuki 33 besar sinovik dan semoga dapat melaju ke 9 besar sinovik.

    Rapor online tidak hanya sebagai sistem informasi inovasi pelayanan publik, tetapi juga merupakan solusi terhadap penilaian/evaluasi terhadap keberlangsungannya penerapan kurikulum 2013 saat ini. "Hal tersebut telah dibahas dalam rembug pendidikan nasional beberapa waktu lalu, dan rencananya akan direkomendasikan sebagai solusi terhadap implementasi kurikulum 2013".

     Pada kesempatan ini, Ikhsan juga mohon doa restu dan berterimakasih kepada para guru yang selama ini telah bersama-sama mengembangkan penggunaan rapor online di Surabaya sebagai wujud implementasi kurikulum 2013.  (Humas Dispendik Surabaya)

Sambut Unas, Dispendik Lakukan Sosialisasi Kepada Para Kepsek SMP dan SMA Sederajat

     Pelaksanaan ujian nasional (unas) yang sebentar lagi bergulir secara serentak membutuhkan persiapan yang betul-betul matang baik terhadap para siswa, guru, sekolah serta pihak-pihak terkait, hal tersebut dilakukan demi kesuksesan terselenggaranya unas di Surabaya.

     Pagi sampai sore tadi, demi  kesuksesan terselenggaranya unas di Surabaya. Dinas Pendidikan (Dispendik)  mengadakan kegiatan sosialisasi tentang petunjuk teknis pelaksanaan unas. Acara tersebut diikuti oleh para kepala SMP dan SMA Sederajat se-Kota Surabaya dan berlangsung di SMKN 6 Surabaya.

     Dalam sambutannya, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM mengutarakan beberapa poin penting terkait pelaksanaan unas di Surabaya nanti. Ikhsan menghimbau agar para sekolah tidak mendongkrak nilai siswa yang kurang demi mencapai kelulusan yang tidak semestinya. "Anak Surabaya, boleh tidak lulus kalau memang belum waktunya".

    Sementara itu, terkait penanganan siswi hamil agar diprioritaskan keselamatan ibu dan anaknya. Dalam hal ini, Pemkot Surabaya akan memfasilitasi dan mendampingi para siswi hamil tersebut dengan menyediakan dokter kandungan, para psikolog serta ahli gizi guna memantau kesehatan ibu dan janin yang dikandung tersebut.

    Ia juga mendorong para siswi untuk tetap melanjutkan sekolah melalaui kejar paket yang telah disediakan. "Kami saat ini lebih mengutamakan kondisi kesehatan dan psikologisnya".

    Pada kesempatan yang sama, Ia menghimbau kepada sekolah Sekolah  untuk tidak menahan ijazah kepada para siswanya, apabila masih ada sekolah yang menahan ijazah, izin operasionalnya akan dicabut.

    Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri juga oleh plt. Kabid Dikmenjur Ir. Yusuf Masruh, Kabid Pendas Dra. Eko Prasetyoningsih, M.Pd dan pengawas satuan pendidikan dari UNESA Dr. Ali Muhfie. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information