Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Kadispendik Buka Pameran Karya Siswa

     Kreatifitas dan semangat para siswa dalam menghasilkan karya-karya/produk yang memiliki daya saing ditunjukkan melalui sebuah pameran yang bertemakan "15 Wajah dalam 1 Rupa".

     Berbagai bentuk karya mulai dari kriya, lukisan hingga bidang multimedia turut menyemarakkan pameran tugas akhir siswa kelas XII SMKN 12 yang diselenggarakan selama dua hari yakni, tanggal 4-5 Juni di gedung Convention Hall Jatim Expo.

     Kepala SMKN 12  Drs. Abdul Rofiq menuturkan selain memamerkan hasil karya para siswa, pameran ini bertujuan sebagai pengenalan serta unjuk kebolehan kepada masyarakat bahwa hasil karya siswa tidak kalah dengan produk-produk lainnya yang beredar di pasaran.

     Kegiatan ini juga merupakan titik awal dalam mencari pengakuan dari dunia usaha, dunia industri, seniman, dan instansi sebagai stakeholder dan masyarakat umum untuk membelah rimba persaingan bebas.

     Pemeran karya siswa SMKN 12 dibuka secara simbolis oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Dr. Ikhsan, S. Psi, MM dengan memukul gong sebanyak tiga kali.

      Dalam sambutannya, Ikhsan begitu mengapresiasi karya-karya siswa yang dipamerkan karena memiliki mutu serta kualitas yang boleh dibilang cukup baik. Selain itu melalui pameran ini, para siswa secara tidak langsung telah mempersiapkan diri dalam menyongsong persaingan paasar bebas atau AFTA 2015.

     Ikhsan menambahkan, peminat karya siswa ini sesungguhnya cukup banyak, oleh karena itu dibutuhkan sebuah pengelolaan yang matang agar ketika masyarakat membutuhkan  suatu produk, sekolah mempunyai database karya-karya tersebut sehingga tidak hilang begitu saja ketika pameran ini berakhir. "Kami ingin nantinya dari pameran ini terus berkelanjutan tuturnya".

     Acara pembukaan ditutup dengan kunjungan ke stan-stan pameran karya siswa. Tampak Kadispendik Ikhsan turut larut memainkan drum bersama band SMKN 12 Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Pentingnya Perubahan Paradigma Mengajar Dalam K 13

     Penerapan kurikulum 2013 yang saat ini telah diberlakukan pada setiap sekolah, menuntut para guru untuk lebih terampil dalam memberikan kegiatan pembelajaran pada siswa di kelas. Menyikapi hal tersebut, kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Surabaya menggelar pelatihan implementasi kurikulum 2013 kepada guru sasaran pendidikan  agama islam (PAI).

      Tadi siang (03/06), bertempat di gedung Wisma Sejahtera pelatihan perubahan paradigma mengajar terkait implementasi kurikulum 2013 diadakan.

     Bertindak sebagai narasumber dalam pelatihan ini, yakni Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM. Menurut Ikhsan perubahan paradigma mengajar guru kini merupakan sebuah kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran.

     Hal tersebut bertujuan agar menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman bagi siswa. "Guru hendaknya menjadi gurunya manusia, disekolahnya manusia yang juga dipimpin oleh kepala sekolahnya manusia", tuturnya.

     Selain perubahan cara mengajar, dukungan akan inovasi dan perkembangan teknologi juga diperlukan dalam memajukan pendidikan di Surabaya. Ikhsan menambahkan berbagai macam program pendidikan dalam rangka implementasi kurikulum 2013 telah berhasil dikembangkan oleh Dispendik Surabaya.

    Salah satunya keberhasilan rapor online yang telah masuk ke dalam 15 besar kompetisi sistem inovasi pelayanan publik (sinovik) dan juga sebagai salah satu solusi pemecahan masalah  implementasi kurikulum 2013 di Kemdikbud. "Ini merupakan berkat kerja keras panjenengan semua", tukasnya.

      Tidak berhenti sampai di situ, bahwa terdapat beberapa program pengembangan pendidikan yang menarik perhatian pemerintah pusat ataupun daerah di Indonesia untuk mempelajari serta mengkaji tentang program-program tersebut.

      Mulai dari sistem pengelolaan keuangan sekolah online (SIPKS), seleksi calon kepala sekolah online, jurnal online multimedia pembelajaran online, try out online, media center, hingga klinik kurikulum 2013 telah berhasil dikembangkan dispendik. (Humas Dispendik Surabaya) 

Additional information