Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Melalui LOS, Berbagi dengan Sesama...

     Monggo..., ini sekedar buat takjil berbuka puasa, Pak..., Bu!”, teriak beberapa siswa  peserta LOS 2013, pengurus OSIS SMP Negeri 23 Surabaya  di Jalan DR. Ir. Sukarno atau yang lebih dikenal dengan MERR IIC, di ruas jalan bagian barat, Rabu jelang Maghrib, 17/7. Rombongan siswa SMP Negeri 23 yang didampingi oleh Kaur Kesiswaan, Siti Halimah, S.Pd., dan beberapa guru, berjalan beriringan menempuh jarak kurang lebih 1 Km dari lokasi SMP Negeri 23 Surabaya.

     Kegiatan ini disebut student movement,  sebagai bagian kegiatan Layanan Orientasi Siswa (LOS) bagi siswa baru, sekaligus sebagai bentuk tindak lanjut dari himbauan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya pada saat Workshop Kesiswaan tentang LOS di Gedung Indosat, Selasa 17/6, dan di Gedung Wanita Surabaya, Kamis 11/7.

      “Kegiatan ini bertujuan agar para siswa dapat mengembangkan dan meningkatkan rasa kepekaan sosial terhadap sesama.”, kata Elly Dwi Pudjiastuti, Kepala Sekolah SMP Negeri 23,  “Apalagi saat ini dalam Bulan Ramadhan, saat yang tepat untuk melatih para siswa untuk lebih peduli.”, tambahnya.

       Sementara itu, di SMP Negeri 34 Surabaya kegiatan LOS diisi dengan menumbuhkan semangat nasionalisme, semangat belajar bahkan untuk menumbuhkan rasa cinta pada sesama dalam bentuk bakti sosial di panti jompo dan pembagian takjil gratis di Jalan Raya Menganti-Wiyung.

      “Kegiatan ini bertujuan agar para siswa dapat mengembangkan dan meningkatkan rasa kepekaan sosial terhadap sesama.”, kata Elly Dwi Pudjiastuti, Kepala Sekolah SMP Negeri 23,  “Apalagi saat ini dalam Bulan Ramadhan, saat yang tepat untuk melatih para siswa untuk lebih peduli.”, tambahnya. (Humas Dispendik Surabaya)

 

Puluhan Mahasiswa Universitas Dong Ei Busan, Lakukan KKN Sebagai Guru di Surabaya


     Bertempat di gedung aula SMKN 6 Surabaya. Dinas Pendidikan Surabaya (Dispendik) menerima  puluhan mahasiswa yang berasal dari Universitas Dong Ei Busan Korea Busan. Para mahasiswa tersebut akan melakukan  “Kuliah Kerja Nyata” (KKN) ke beberapa sekolah di Surabaya.


     Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dispendik Surabaya Dr. Rudy Winarko, MBA menerangkan bahwa ada 31 mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Dong Ei Busan Korea Busan yang akan melaksanakan KKN sebagai guru di Surabaya.


     Kedatangan 31 mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Dong Ei Busan Korea diterima langsung oleh Kepala Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Ifron Hady Susanto bersama Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dispendik Surabaya Dr. Rudy Winarko, MBA, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dikmenjur Dispendik Drs. Sigit Priyo Sembodo, MM dan Kepala SMKN 6 Surabaya Dra. Siti Rochanah.

 

     Total ada 34 duta Universitas Dong Ei Korea yang datang ke Surabaya. Tiga diantaranya adalah dosen yang berperan sebagai pendamping. Mereka akan berada di Surabaya selama sekitar dua minggu, terhitung dari 16 Juli hingga 29 Juli 2013. Selama itu, mereka akan berkeliling untuk mengajar di enam SMA/SMK.  Keenam sekolah itu adalah SMK 1, SMK 6, SMK 8, SMA 16 dan SMA Barunawati. Kegiatan mengajar itu akan dilakukan mulai Kamis (18/7). Menurut Ifron, selama mengajar, mereka tidak akan didampingi penerjemah (translator) bahasa Korea karena mereka akan menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi.  


     “Jadi, selama dua minggu, mereka akan KKN dengan mengajar untuk menerapkan ilmu yang mereka dapat di kampus. Mereka mengajar bahasa korea, budaya korea seperti tari-tarian, memasak dan juga Taekwondo. Mereka ini pintar bahasa Inggris. Kalau untuk bahasa Inggris masing-masing sekolah tidak ada masalah,” ujar Ifron.


       Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 6 Surabaya, Siti Rochanah mengatakan,  pihaknya menyambut baik antusias program ini. Khusus di SMKN 6, para mahasiswa ini nantinya akan diminta mengajar di tiga kelas, utamanya di kelas II. Jamnya akan digilir selama dua jam. “Tiga kelas itu kita ambilkan dari anak-anak yang mau dan serius mengikuti kegiatan ini, serta siap mentalnya. Kelas dua saja,” ujarnya.


      Diakui Siti Rochanah, selama ini di SMKN 6 belum ada program bahasa Korea yang diajarkan kepada siswa. Namun, murid-muridnya disebutnya sangat memahami budaya Korea seperti K-Pop maupun joget Korea, Gangnam Style. Ke depan, Siti mengakui tertarik untuk menjadikan bahasa Korea sebagai materi yang harus dikuasai anak didiknya. 


     “Selama ini beluma ada (pelajaran bahasa Korea). Tetapi kita punya jurusan busana, dan garmen dari Korea sangat menarik untuk dipelajari. Untuk masuk ke sana, tentu kita harus belajar bahasa Korea,” sambung perempuan berjilbab ini. (Humas Dispendik Surabaya)

 

 

Additional information