Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Dispendik Terima Kunjungan DPRD Banjarmasin

     Kemajuan serta berbagai macam inovasi dalam dunia pendidikan yang telah berhasil dikembangkan oleh Surabaya membuat daerah lain tertarik untuk mempelajarinya. Tadi siang, bertempat di  Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) Jalan Jagir Wonokromo 354-356 Surabaya, Dispendik Surabaya menerima kunjungan DPRD Kota Banjarmasin.

     Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Banjarmasin Drs. Abdul Muis dan diterima  oleh Sekretaris Dispendik Surabaya Drs. Aston Tambunan, M.Si di gedung atas kantor Dispendik.

     Menurut Muis, Surabaya dijadikan sebagai tempat kunjungan kerja karena Surabaya telah  dianggap berhasil dalam memajukan pendidikan, terutama terkait program unggulan yang telah berhasil dikembangkan diantaranya; seleksi kepala sekolah on-line, pendidikan gratis, pemerataan mutu pendidikan serta menerapkan pendidikan gratis dan wajib belajar (wajar) hingga 12 tahun.

     Oleh karena itu Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin ingin belajar lebih dalam tentang hal itu. "Diharapkan pada tahun 2014, Banjarmasin sudah bisa menerapkan pendidikan gratis dan wajar 12 tahun", ungkapnya.

     Hadir turut mendampingi kunjungan rombongan DPRD Kota Banjaramasin, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dr. Ruddy Winarko, MBA, MM dan Kepala Bidang Kesenian, Olahraga,dan PLS Drs. Dakah Wahyudi, M.Pd.

     Acara kemudian ditutup dengan berfoto bersama Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM didepan pendopo Kantor Dispendik. (Humas Dispendik Surabaya)

 

Bentuk Karakter Kejujuran Sejak Dini

     Dewasa ini, perkembangan kasus-kasus pidana korupsi yang  dilakukan oleh para koruptor telah banyak menghiasi berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Hal tersebut merupakan sebuah keprihatinan yang sangat mendalam bagi dunia pendidikan dalam mencetak generasi emas bangsa Indonesia. 

     Selama dua hari (18-19/09) di Hotel Mercure SurabayaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui program pencegahannya, bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) melakukan kegiatan workshop yang bertemakan "Menumbuhkan Karakter, Berani Jujur Hebat" kepada para guru PAUD sebagai upaya mencetak generasi emas  yang bebas korupsi.

     Tidak kurang dari 50 peserta menghadiri acara tersebut, mereka terdiri dari para guru PAUD, HIMPAUDNI, IGTKI, IGRA, guru SD (kelas 1 dan 2), pengelola TBM serta komunitas pendongeng. 

     Kegiatan workshop "Menumbuhkan Karakter, Berani Jujur Hebat" dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dispendik Surabaya Drs. Aston Tambunan, M.Si. Dalam sambutannya Aston mengungkapkan akan pentingnya menumbuhkan karakter kejujuran pada anak usia dini. Karena pada usia tersebut, merupakan usia emas terhadap tumbuh kembang anak.

    Senada dengan Aston, Dian Rahmawati perwakilan dari KPK menerangkan bahwa pada usia dini (golden age) sangat berpengaruh dalam menentukan nasib bangsa ke depan. "Target kami, 2045 Indonesia bebas korupsi", ungkapnya.

    Sementara itu, Dewan Pendidikan Kota Surabaya Ir. Yuli Purnomo, menambahkan bahwa tujuan kegiatan workshop ini, merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kejujuran pada usia emas anak Surabaya. "Nantinya para anak usia dini nanti, akan dibimbing oleh para pengajar/pengasuh dalam menumbuhkan karakter kejujuran". (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information