Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Olah Sampah Pasar Untuk Isi Biopori

Selasa (25/03), Tim kader lingkungan SMP PGRI 6 (Spegrinam) lakukan  grebek pasar guna mengumpulkan sisa sampah untuk dimasukkan ke dalam biopori. Sampah-sampah tersebut berasal dari sampah sayur yang terdapat pada pasar Bulak banteng Surabaya.

 Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh kepala SMP PGRI 6 Banu Atmoko, S.Pd bersama tim tunas hijau. Menurut Banu, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk penanaman kepedulian lingkungan kepada para siswanya.

Tidak hanya itu, dengan kegiatan grebek pasar ini mengajarkan para siswa untuk mengetahui tentang mana-mana sampah yang dapat diolah menjadi  bahan pupuk organic dan mana yang tidak bisa.

Setelah para siswa mengumpulkan sampah-sampah sayur tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam lubang biopori yang telah disediakan di sekolah mereka. Pembuatan lubang biopori tersebut bertujuan untuk menjaga keseimbangan kandungan air tanah. (Humas Dispendik Surabaya)

Ikuti Lomba Story Telling, Para Siswa Kenakan Beraneka Ragam Busana

     Tadi pagi, bertempat di aula belakang kantor Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya. Dispendik adakan lomba story telling yang diikuti oleh para pelajar tingkat SMP  dalam rangka festival lomba seni siwa nasional (FLS2N).

     Dawson, pelajar SMP St Agnes tampak mengenakan pakaian adat khas dari Sumatera Utara, dengan tampil percaya diri ia menceritakan tentang legenda "Malin Kundang"  menggunakan bahasa Inggris. Sama seperti Dawson, Wafa Alhatiri peserta nomor urut satu itupun tampak dengan meyakinkan membawakan cerita "Timun Mas" menggunakan bahasa Inggris dan setengah mandarin. "Saya berharap melalui lomba story  telling ini dapat memperoleh banyak pengalaman", ujar siswi SMP Al-Irsyad tersebut.

    Sementara itu, Kasi Kesenian dan Olah Raga Damaris Padmiasih menerangkan kegiatan lomba story telling ini merupakan sebuah rangkaian lomba seni siwa nasional (FLS2N) yang diselenggarakan tingkat kota untuk menyaring para pelajar berprestasi di bidang seni, guna kemudian apabila lolos tingkat kota akan diikutkan dalam FLS2N tingkat provinsi ataupun ke tingkat lebih tinggi, yakni nasional.

    Dalam lomba ini, para peserta harus juga mematahui tata tertib yang ditetapkan panitia. Salah satu tata tertib tersebut, yakni setiap peserta menyampaikan dua cerita, cerita lokal/daerah tertentu dan cerita asing atau dari negara lain di seluruh dunia.

    Tidak hanya itu, tiap-tiap peserta hanya diberi waktu 10-12 menit dalam meyampaikan ceritanya. Penilaian story telling terdiri dari komunikasi, ekspresi dan kekreatifan. Bertindak sebagai juri pada lomba ini, yakni Dra. Emi Ismiati, M.Pd dari UPN dan Drs. Sutanto Kastaredja, M.Pd dari UNIPA. (Humas Dispendik Surabaya)

     

Additional information