Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

1.500 Guru Sains, Matematika dan Komputer Ikuti Seminar Nasional

     Upaya peningkatan mutu dalam rangka mencetak para ilmuwan-ilmuwan muda Indonesia tengah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik), salah satunya dengan menggelar "Seminar Nasional Guru Sains, Matematika, dan Komputer".

     Kemarin (26/09). Bertempat di gedung Aula SMA Kristen Petra 1 Surabaya, tidak kurang dari 1.500 para guru SMA/SMK yang mengajar bidang sains, matematika, dan komputer  mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

      "Seminar Nasional Guru Sains, Matematika, dan Komputer" menghadirkan narasumber dari para ilmuwan-ilmuwan tingkat Internasional yang berasal dari Indonesia. Mereka adalah Prof. Yohanes Surya, P.hD pelopor Tim Olimpiade Fisika Indonesia, Dr. Hendra Kwee, Surya Wijaya, M.Sc, dan Monica Roharti, M.Si dari SURYA University.

     Ketua Panitia Drs. Bahrun, ST, MM mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para guru sains, matematika dan komputer untuk dapat melahirkan para ilmuwan-ilmuwan muda Indonesia. 

     Acara "Seminar Nasional Guru Sains, Matematika, dan Komputer" dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM. Dalam sambutannya, Ikhsan mengungkapkan bahwa kegiatan seminar ini, dapat memberikan inspirasi kepada para guru untuk mencetak para peneliti belia Indonesia guna mewujudkan Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional. "Ini merupakan kegiatan yang luar biasa untuk diikuti, para guru dapat memperoleh pengalaman-pengalaman pembelajaran dari para ilmuwan-ilmuwan yang telah  menghasilkan banyak prestasi baik nasional maupun internasional dalam mencetak para peneliti belia Indonesia".

     Sementara itu, Prof. Yohanes Surya mengungkapkan bahwa kemajuan suatu bangsa, salah satunya terletak pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknolgi yang sedang berkembang di negara tersebut. Guna memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, diperlukan sebuah riset/penelitian yang diawali dari sekolah-sekolah. Untuk itu, riset/penelitian sangat penting dilakukan oleh para siswa dan guru dalam sebuah kegiatan pembelajaran. "Dalam sebuah penelitian, akan menghasilkan sebuah pengetahuan baru yang berdampak pada lahirnya inovasi-inovasi yang dapat berguna bagi masyarakat luas".

     Yohanes juga menegaskan, para guru memiliki sebuah peranan yang penting dalam membimbing siswa untuk melakukan sebuah penelitian. Guru bisa mengajarkan sebuah pola yang sederhana terlebih dahulu dalam mempelajari suatu ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, para guru dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan sebuah pembelajaran. (Humas Dispendik Surabaya)

 

Diklat Pim. IV Kab. Banggai Lakukan OL Ke Dispendik

      Dalam rangka kegiatan obeservasi lapangan (OL), tadi siang peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV (Diklat Pim IV) Kabupaten Banggai Kepulauan Propinsi Sulawesi Selatan mengunjungi Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) Jalan Jagir Wonokromo 354-356 Surabaya.

     Kunjungan peserta Diklat Pim IV Kab.Banggai diterima langsung oleh Kepala Bidang Ketenagaan Ir. Yusuf Masruh dan Kapala Sub Bagian Keuangan Dispendik Surabaya Nyono, SH, MM. Dalam kunjungan tersebut para peserta Diklat Pim IV ingin belajar lebih dalam tentang kemajuan-kemajuan pendidikan yang telah di capai oleh kota Surabaya, untuk selanjutnya dijadikan kajian dalam pembuatan laporan diklat.

    Kabid. Ketenagaan Ir. Yusuf Masruh menjelaskan bahwa dalam perkembangannya pendidikan di kota Surabaya telah melahirkan berbagai macam inovasi, baik itu untuk guru, siswa maupun sekolah. Lebih lanjut, Yusuf menambahkan bahwa saat ini sistem pendidikan di Surabaya sudah menggunakan sistem online, mulai dari tunjangan kinerja guru, penyusunan RKAS, try out online, hingga profil sekolah.

    Sementara itu, Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM yang datang disela-sela kegiatan berlangsung mengungkapkan, bahwa untuk rotasi guru yang telah dilaksanakan oleh Dispendik Surabaya beberapa waktu lalu sebagai wujud pemerataan mutu dan kulitas pendidikan di Surabaya kurang bisa diterapkan didaerah kepulauan seperti di  Kabupaten Banggai Kepulauan Propinsi Sulawesi Selatan. "Kondisi geografis mereka berbeda dengan Surabaya, Kab. Banggai memiliki banyak pulau yang sangat kecil sekali dimungkinkan untuk hal tersebut", ungkapnya. (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information