Login

Situs Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Cetak PAUD Berprestasi, Dispendik Lakukan Pembinaan

     Sebagai upaya meningkatkan prestasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Surabaya, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya melakukan pembinaan kepada para penilik, gugus PAUD unggulan dan lembaga PAUD, Selasa (28/01).

     Acara yang berlangsung di aula atas kantor Dispendik, dibuka secara resmi oleh Kabid. kesenian, OR, dan PLS Drs. Dakah Wahyudi, M.Pd. Menurut Dakah, sala satu tujuan diadakannya pembinaan ini ialah memberikan dukungan, motivasi, serta penghargaan bagi gugus PAUD di tingkat kecamatan dan tingkat kota Surabaya yang dipersiapkan untuk model atau percontohan bagi gugus PAUD lainnya di lingkungan Dispendik Surabaya.

    Dakah menambahkan, bahwa output yang diharapkan dalam pembinaan ini yakni adanya prestasi dari gugus PAUD unggulan baik, di tingkat kota maupun hingga tingkat nasional.

    Pada kesempatan ini, juga menghadirkan narasumber yang telah berkompeten di bidang PAUD. Mereka adalah Dra. Gunarti Dwi Lestari, M.Pd salah seorang akademisi PAUD serta Ir. Yuli Purnomo Dewan Pendidikan Kota Surabaya (Humas Dispendik Surabaya)

Istri Konsulat Jenderal Amerika Serikat Kunjungi SMPN 11

Sebagai salah satu sekolah di Surabaya yang peduli akan lingkungan dan memiliki keunggulan prestasi berdasarkan IMTAQ dan IPTEK, serta menjadi  jawara Eco School 2013, menarik simpati istri Konjen Amerika Serikat yang peduli terhadap lingkungan dan sebagai bentuk apresiasi ,Michaela Newnhan,  meninjau langsung SMP Negeri 11 Surabaya sebagai Jawara Eco School 2013.

Kunjungan beliau pada Kamis, 30 Januari 2014 di SMPN 11 Surabaya disambut hangat oleh seluruh warga sekolah saat itu. Rombongan disambut oleh Tim Yel-Yel dengan gerakan yang lincah memesona, didandani pakaian daur ulang model ikan yang gemerlap sebagai wujud konservasi air di sekolah.

Akhmat Suharto, M.Pd selaku kepala sekolah mendampingi beliau menuju ruang kelas untuk berbincang-bincang dengan siswa. “Bagaimana wujud peduli lingkungan di Amerika, Bu?”, tanya Kamal siswa kelas VII. Michaela menjelaskan bahwa bentuk peduli lingkungan di Amerika sama dengan di Indonesia. Hanya di Amerika sudah lama dilakukan dan sudah menjadi kebiasaan. “Kekurangan apa yang nampak di lingkungan SMP Negeri 11” , tambah Anamia siswa kelas IX. Michaela tersenyum sambil menguraikan pendapatnya tentang lingkungan di SMP Negeri 11 Surabaya.

Rupanya Michaela ingin melihat lebih dekat keberadaan lingkungan di SMPN 11 Surabaya, setelah melihat dan memancing ikan lele di kolam budidaya lele, langsung beliau menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kantin. Di sana beliau sangat antusias mendengar penjelasan tentang pengolahan air limbah kantin  langsung dari Akhmat Suharto, M.Pd .

Setelah itu Beliau menuju Kantin Sehat SMPN 11 Surabaya. Di sana Michaela yang turut dalam pembuatan gingseng crispy bersama kader lingkungan SMPN 11 sangat tertarik dengan Sinom khas SMPN 11 Surabaya. “Enak sekali”, kata Michaela berulang kali setelah mencicipi Sinom, Peyek Gingseng dan Puding Gingseng, jajanan khas Kantin Ecopreneur SMPN 11 Surabaya.

Sebelum beranjak pulang,  Michaela yang didampingi oleh Zamroni  dan Satuman dari Tunas Hijau, menyempatkan melihat green house SMPN 11 Surabaya (Humas Dispendik Surabaya)

Additional information